Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
78. Bolu ulang tahun Aldi


__ADS_3

Semua guru dan murid di pindahkan di ruang inap pasien untuk pemulihan di rumah sakit terdekat, sedangkan Aldi seorang diri di villa salah satu kamar terbesar dengan kelengkapan alat medis yang menunjang


Pria perhitungan itu masih belum juga sadar dari hingga malam menjelang, Aldi mulai membuka matanya dengan terbelalak


"A-aku di mana?" tanya Aldi


"Kamu di villa, Tuan besar Wildan" ucap Dr. Timoty


"Oh, anda siapa??" tanya Aldi


"Halo, Tuan muda perkenalkan nama saya Dr. Timoty. Saya bertugas untuk membantu Tuan muda Junior untuk pulih seutuhnya, jika Tuan muda mengalami keluhan tolong beritahukan kepada saya karena Tuan muda mengalami musibah, untung saja hanya mengalam luka-luka di bagian luar saja, namun Tuan besar Wildan sangat mengkhawatirkan kondisi Tuan muda hingga memaksa untuk CT-Scan," ucap Dr. Timoty sambil memberikan penjelasan panjang lebar


"Katakan saja, Aku baik-baik saja, jadi tidak perlu untuk melakukan CT-Scan" ucap Aldi


"Baiklah, Saya akan mengatakan kepada Tuan besar" ucap Dr. Timoty

__ADS_1


Di celah daun pintu yang terbuka sedikit, Wildan membulatkan mata melihat kondisi anaknya yang kini sudah sadar, lalu Wildan pun mulai merencanakan sesuatu karena hari ini seharusnya pesta kejutan itu di laksanakan, namun karena ada peristiwa ini, Wildan pun berinisiatif untuk pergi ke dapur mengambil bolu ulang tahun yang sudah sejak siang di simpan dalam lemari pendingin


"Ju-junior, Kamu sudah sadar rupanya. Lebih baik sekarang aku bawa bolu ulang tahun itu ke sini" gumam Wildan


Wildan pun bergegas mengambil bolu bersusun dua itu dengan ukiran tulisan "Happy Birthday My Son", Bolu itu sengaja di pesan untuk merayakan ulangtahun Junior yang ke 19 tahun karena selama sembilan belas tahun ini Wildan selalu merayakannya seorang diri dalam satu kamar besar yang terdapat setumpuk kado dari ulang tahun Junior pertama hingga kotak kado ke 18, Wildan selalu berharap jika suatu hari nanti ruangan besar kamar di sampingnya itu akan terisi oleh kehadiran anak kandung'nya



(Hanya Ilustrasi)


"Baiklah, nanti begitu kita masuk. Kamu ikut juga bernyanyi selamat ulang tahun kepada anak saya, Paham?!" ucap Wildan


"Siap, Tuan besar" ucap Theo


Theo pun mengekor dari belakang seperti anak itik yang mengikuti sang ibunda, begitu pun Theo mulai mengendap-endap dari belakang punggung Tuan besar untuk menyembunyikan bolu besar yang terhalang oleh tubuh kekar Wildan

__ADS_1


Lampu ruangan seketika gelap gulita


karena memang di sengaja di padamkan oleh Wildan untuk memberikan kejutan bolu ulang tahun serta hadiah mobil yang telah menantinya.


"Selamat ulang tahun, Selamat ulang tabun, Selamat ulang tahun Junior tersayang" ucap Wildan


Aldi tidak menyangka jika mendapatkan kejutan seperti ini dalam hidupnya karena seumur hidup dia tidak pernah membeli bolu ulang tahun karena kondisi keuangannya yang seharusnya Aldi untuk selalu perhitungan dalam segala aspek kehidupan


Aldi pun tercengang mematung melihat prilaku Wildan yang tak henti-hentinya meyakinkan dirinya bahwa dia adalah Ayah kandung yang selama ini di cari


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2