Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
60. Cafe Mutiara


__ADS_3

Sejak One Star bersinar terang di panggung pengunjung lalu lalang datang berhimpitan dengan orderan cafe yang serba mahal membanjiri kantung owner seakan semua penonton ingin menyaksikan band yang mulai bersinar di antara band lain


Di balik bilik panggung tersebut, seorang pria muda sedang mengintip untuk melihat seberapa banyak penonton yang hadir di cafe mutiara


"Gila penontonnya banyak juga" ucap Doni


"Gw jadi grogi ini untuk nyanyi sambil bermain gitar" ucap Aldi


"Lu sudah kirim pesan ke Evelyn untuk menonton kita di sini?" tanya Doni


"Pesan gw ajah belum di balas juga mungkin dia mau balas dendam karena tempo hari gw jarang balas pesan dari dia" ucap Aldi


"Pikiran lu jangan pendek, Bro. Gw yakin Evelyn tidak seperti yang lu pikirkan! coba lu kirim pesan lagi untuk ajak dia ke sini lagi" ucap Doni


"Oke, gw akan kirim pesan lagi ke dia! semoga ajah dia langsung ke cafe mutiara dan gw juga akan nembak dia" ucap Aldi


"Nah! gitu dong! antusias lu akan membawa cinta yang sejati" ucap Doni


"Lebai lu" ucap Aldi


Aldi pun segera mengirimkan sebuah pesan singkat kepada sang pujaan hati untuk memastikan bahwa Evelyn datang, namun tak ada balasan apa pun sehingga membuat hati pria perhitungan ini semakin merajuk gundah gulana yang tak menentu arahnya kemana untuk mengambil sikap


^^^Pesan Teks^^^

__ADS_1


^^^[ Evelyn, Aku tunggu kamu di cafe mutiara. Aku harap kamu datang ke sini sebagai bentuk kamu sudah maafin aku ]^^^


^^^Aldi^^^


"Hayu, Bro cepetan kirim pesannya! Kita harus segera manggung" ucap Doni


"Tapi, Evelyn belum balas pesan dari gw ini


"Sudahlah lu jangan berharap apa pun lagi, sekarang lu harus fokus buat berkarya di panggung


******


Alunan lagu merdu di sampaikan dengan petikan gitar di nada 4/4, semua orang terpesona akan penampilan one star dengan lirik lagu yang menyentuh perasaan


Reff: kini hatiku kecewa melihat kau dengan dia memadu kasih


hatiku larut dalam kepedihan


******


Ketika One Star sedang mengayunkan menyanyikan lagu pertama mereka, manager Hengki memperhatikan dari depan panggung dengan melipatkan kedua tangan


"Pak Hengki, apa benar itu adalah anak kandung dari Tuan besar Wildan yang selama ini hilang" ucap salah satu pelayan

__ADS_1


"Kebenarannya masih belum di pastikan sebelum hasil tes DNA itu keluar"ucap Hengki


"Memangnya kapan hasil Tes DNA itu keluar?" tanya pelayan itu


"Saya kurang tahu karena Theo asisten Tuan besar yang sedang mengurusnya" ucap Hengki


"Oh, Pak Theo yang sudah mengurusnya. Kenapa beliau tidak pernah terlihat batang hidungnya?" tanya sang pelayan


"Kemungkinan sih kunjungannya hari ini, tadi Pak Theo telepon kalau Tuan besar Wildan ingin melihat anak itu" ucap Hengki


"Oh, jadi saya harus menyiapkan makanan yang seperti biasa mereka mau ya?" tanya pelayan


"Ya, sekarang kamu siapkan semua menu makanan yang special yang biasa mereka mau" ucap Hengki


"Oke, siap" ucap sang pelayan


******


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2