Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
31. Membantu Bersih-Bersih


__ADS_3

Sampah itu berserakan kian kemari di halaman sekolah karena tidak sempat untuk di bersihkan oleh penjaga sekolah yang meminta cuti


Itu sama halnya dengan jangan terlalu lama menyimpan rasa sakit hati dalam hatimu karena lama-lama akan merugikan diri kamu sendiri


Kesalahan terbesar dalam cinta adalah mencintai orang yang salah di waktu yang salah


"Anak-anak, hari ini kita akan mengadakan bakti sosial ke panti asuhan Darma wangi, namun sebelumnya kita akan bantu bersih-bersih lingkungan sekitar kita karena penjaga sekolah sedang cuti" ucap Bu Yanti


"Nama panti asuhan itu mirip sekali dengan Kakek Darma yang aku rindukan" gumam Agnes


******


Anak-anak pun mulai di bagi kelompok yang terdiri dari lima anggota yang akan membersihkan tiap ruangan masing-masing


Daun berterbangan kian kemari berguguran tidak ada hentinya di rumput hijau yang bergoyang, Kini anak-anak mulai menggenggam sapu untuk membersihkan daun liar yang mulai bertaburan di area lapangan hijau



(Hanya ilustrasi)


"Hei, sebelah sana daunnya masih ada" seru Doni


"Lu ajah yang beresin, Gw lelah" ucap Aldi


"Kenapa lu, tumben banget nggak semangat lagi" ucap Doni

__ADS_1


"Ia, gw lagi mikirin biaya nyokap plus mikirin Evelyn" ungkap Aldi


"Hah?! lu naksir Evelyn? gila selera lu tinggi banget" ucap Doni


"Iah, ketinggian makanya gw mau lupain ajah perasaan ini" ucap Aldi


"Kalau begitu mending lu sama yang satu level ajah sama lu" ucap Doni


"Siapa?" tanya Aldi


"Renata ajah! sepertinya dia naksir lu" ungkap Doni


"Hah?! Renata juga kaum atas! nggak sederajat sama gw" ucap Aldi


"Akh, nggak apa-apa nanti gw yang akan jodohin lu sama Renata! dia juga sebelas dua belas kok cantiknya sama kaya Evelyn" ungkap Doni


"Nggak! ngapain gw naksir dia" kelak Doni


******


Hal yang selalu di tutupi oleh Hesti akhirnya di ketahui oleh Baskoro, sewaktu Baskoro mencari sebuah dokumen untuk melamar pekerjaan tiba-tiba saja amplop berwarna putih itu terjatuh di lantai beserta tumpukan-tumpukan lainnya


"Astaga! ini nggak mungkin" teriak Baskoro


"Papa, ada apa berteriak seperti itu? mama jadi kaget mendengarnya" ucap Hesti

__ADS_1


"Mama kenapa menyembunyikan ini dari papa" tunjuk Baskoro pada amplop berwarna putih yang dalamnya sudah terbuka


"Pa-papa, tahu dari mana amplop ini? dan kenapa papa pulang dini hari?" tanya Hesti


"Papa di PHk, ma" ucap Baskoro


"Apa?! kok bisa, Pa?"tanya Hesti


"Pabrik gulung tikar, jadi semua karyawan sebagian besar yang lansia seperti aku di berhentikan karena kinerja" lirih Baskoro


"Sabar ya, Pa. Papa pasti mendapat pekerjaan yang lebih baik dari ini" ucap Hesti


"Mama jangan terus mengalihkan pembicaraan! kenapa mama menyembunyikan penyakit ini dari papa?" tanya Baskoro


"Mama takut papa juga akan ikut mencemaskan mama seperti Aldi" ucap Hesti


"Jadi Aldi juga sudah tahu ini semua! kenapa Aldi tidak cerita kepada ku!" geram Baskoro


"Papa jangan marah pada Aldi, dia tahu apa- apa mengenai hal ini juga sebelum Aldi menemukan surat ini seperti papa menemukannya! mama yang meminta Aldi untuk merahasiakannya juga" ucap Hesti


"Mama tidak boleh menyembunyikan hal penting ini pada kita karena kita ini keluarga! tidak ada yang boleh menyembunyikan apa pun" ungkap Baskoro


"Baiklah, mulai sekarang mama janji akan selalu terbuka sama papa dan anak-anak" ucap Hesti


bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/Subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2