Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
48. Menolak Perjodohan


__ADS_3

Tempat makan adalah salah satu tempat yang sering orang kunjungi untuk menyantap hidangan yang mereka sukai


"Papi, tumben banget ajak agnes Mall ini" ucap Agnes


"Ingin quality time bersama anak Papi ajah. Memangnya tidak boleh Papi ajak kamu ke Mall ini?" tanya Baroto


"Tentu saja boleh, Agnes senang bisa menghabiskan waktu bersama Papi di sini," ucap Agnes dengan olesan senyum sumringah di wajahnya


"Papi juga senang kok, sekarang kamu pesan makanan yang kamu suka cumi asam manis? mau?" tawar Rinto


"Boleh, Papi" ucap Agnes


"Papi pesan langsung di sana saja ya berhubung pelayan di Mall itu harus langsung di stand" ucap Rinto


"Oke, Aku tunggu di sini saja" ucap Agnes


Tak lama kemudian Rinto memesan menu kesukaan Agnes dan sebelum dia ke meja makan Agnes. Rinto mengusap ponsel pintar itu untuk menelepon Baroto


Kring


"Halo, kamu di mana? saya sudah di food court bersama dengan anak saya " ucap Rinto


"Saya juga sudah di Mall Metro Indah, Pak" ucap Baroto


"Kamu dan anak kamu segera ke sini" titah Rinto


"Baik, saya dan anak saya segera ke sana" ucap Baroto

__ADS_1


******


Selang waktu berganti, hirup pikuk kini di rasakan oleh pria perhitungan, dia pun terpaksa mengikuti kemauan Papa yang sudah membesarkan dirinya selama bertahun-tahun


"Nah, itu dia Pak Rinto. Kita ke sana," tunjuk Baroto sambil melambaikan tangan kanan


Baroto dan Agnes menoleh ke arah mereka dengan


"Pria perhitungan" kaget Agnes


"Kalian saling kenal?" tanya Rinto


"Dia itu pria perhitungan di sekolah" ucap Agnes


"Itu artinya kalian itu berjodoh," ucap Rinto sambil terkekeh mendengar lontaran yang ucapkan anak semata wayangnya


"Ya, itu dia gadis yang akan menjadi pendamping hidupmu" bisik balik Baroto


"Mending Aldi mati saja dari pada berjodoh sama dia" bisik lagi Aldi


"Hei, Aldi tidak usah berbisik-bisik aku bisa dengar. Aku juga nggak Sudi berjodoh dengan kamu. Sekarang kita pergi saja, Pih dari pada bertemu dengan pria perhitungan seperti dirinya"celetuk Agnes


"Tidak bisa, Agnes. Papi ingin kamu lebih mengenal anak Baroto" ucap Rinto


"Maksud papi apa?" tanya Agnes


"Kamu dan dia sudah papi jodohkan" ucap Rinto

__ADS_1


"Papi bercanda kan! ini nggak serius kan!" geram Agnes


"Tidak, Papi tidak pernah bercanda. Kamu dan dia akan di jodohkan" ucap Rinto


"Aku tidak menyukai Aldi, dia itu pria perhitungan dan asal papi tahu dia juga adalah penyebab Kakek Darma meninggal dunia saat Aldi membocengi Kakek Darma" ucap Agnes


"Papi rasa itu hanya sebuah takdir kecelakaan yang tak bisa di cegah oleh siapa pun! kamu harus belajar berlapang dada menerima takdir yang sudah di tetapkan ilahi" ucap Rinto


"Aku masih belum bisa menerima kepergian Kakek Darma sampai kapan pun" ucap Agnes


"Kamu ini sama seperti mami kamu yang selalu saja keras kepala!!" ucap Rinto


"Sehati berarti aku dan mami" ucap Agnes


"Iah, kalian benar-benar susah di kasih tahu. Pokoknya saya mau kalian mengadakan acara pertunangan dulu setelah itu kalian akan menikah pada waktu kalian lulus sekolah" ucap Rinto


"Aku menolak perjodohan ini titik! nggak pake koma" ucap Agnes


"Mau atau tidak kamu harus tetap melakukan ini" ucap Rinto


"Kenapa?" tanya Agnes


"Kamu tidak perlu tahu alasannya! lakukan saja sebagai tanda bakti kamu sebagai anak kepada Papi" ucap Rinto


bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2