
Aldi mencoba memejamkan matanya, sesekali dirinya menggeliat ke kanan lalu ke Kiri dengan sekuat tenaga agar bisa tertidur, namun pikirannya melayang saat dirinya tak kuasa menahan rasa tak percaya bahwa dirinya tak mampu berjauhan lebih lama lagi dengan Evelyn yang sejak dari awal pertemuan sudah sangat memikat hatinya, namun Aldi menelan saliva dengan kasar Ia harus sadar diri bahwa dirinya memang sangat tak layak untuk berteman apa lagi bersanding di pelaminan suatu hari nanti
Dengan perasaan galau Aldi menggulingkan bantal guling ke kiri dan ke kanan karena pikiran yang di Landa olehnya membuat dirinya tak bisa fokus untuk mengosongkan pikirannya yang gelisah akibat ulahnya sendiri memperlakukan gadis yang di cintainya harus menjauhi dirinya
Flashback on
"Kak Evelyn lebih baik sekarang kakak pulang di anter kak Jo dengan begitu Kak Aldi akan merasa cemburu dan juga dia akan merasa menyesal telah menjauhi kakak" ucap Alenka
"Oke, tapi cara ini akan berhasil buat dia kembali mendekat tidak?" tanya Evelyn
"Tentu saja Alenka yakin 1000% kalau Kak Aldi akan cemburu" ucap Alenka
"Oke, kalau begitu aku samperin Jo untuk minta tolong kepadanya karena kebetulan hari ini aku nggak bawa kendaraan"ucap Evelyn
"Jo" panggil Evelyn
"Ada apa?" tanya Jonathan
"Aku boleh minta tolong kepada Kamu?" tanya Evelyn
"Boleh dong, kamu kan teman baik aku" ucap Jonathan
"Aku nebeng mobil kamu ya untuk membuat Aldi cemburu, gimana?" tanya Evelyn
__ADS_1
"Boleh, masuk saja" ucap Jonathan
"Renata kasih tahu dulu lewat pesan teks agar dia tidak cemburu melihat kita berdua" ucap Evelyn
"Tidak usah! biarkan saja dia cemburu juga karena aku ingin tahu juga seberapa besar dia mencintai aku" ucap Jonathan
"Baiklah kita bermain sandiwara sekarang" ucap Evelyn
"Oke baby" rangkul Jonathan
"Apa sudah di mulai sandiwara ini?" tanya Evelyn
"Belum sih mereka belum datang, tapi kita harus kelihatan mesra agar kita tidak ketahuan" ucap Jonathan
Kesepakatan mereka berdua akhirnya terjadi setelah satu sama lain bersalaman dengan erat, hingga pada akhirnya Evelyn melihat kedatangan Aldi dari kejauhan, Ia pun mulai bersandiwara dengan melingkarkan jari lentiknya merapat menyusuri pinggang Jonathan, dan Jonathan pun mulai membalasnya dengan merangkul bahu Evelyn layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran.
"Tuan putri, sihlahkan masuk" ucap Jonathan
"Masih, Honey* ucap Evelyn
Flashback off
*********
__ADS_1
Masih di bawah langit yang sama, tepatnya di tempat tidur sederhana, mata Aldi sama sekali tidak bisa terpejam, Ia terbelalak mengingat peristiwa naas hingga mulutnya menganga menyaksikan dua sejoli yang membuat resah tak menentu mendengar Evelyn memanggil Jonathan dengan ucapan yang membuat dadanya berpacu cepat merasakan sakit yang teramat dalam jika gadis yang diam-diam dia cintai pada pandangan pertama sudah di miliki oleh pria terpopuler
"Apa dia dan Jonathan sudah jadian. Kenapa mereka mempermainkan perasaanku. Aku tahu aku nggak sebanding dengan Jonathan tapi kenapa rasanya masih tidak rela Evelyn dengan pria lain" gumam Aldi dalam hatinya
Tok
Tok
Tok
"Kak, apa sudah tidur? aku masuk ya" ucap Alenka
Aldi bergeming, dia terus meratap dan tanpa terasa air matanya menetes semakin deras
Ceklek..
"Kakak menangis?!" kaget Alenka
bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like setiap episode, voting sebanyak-banyaknya, dan menambahkannya ke rak buku kamu sebagai favorit/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga...
__ADS_1