Pria Perhitungan (Calculating Man)

Pria Perhitungan (Calculating Man)
34. Hesti Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

Rasa sakit mengalir di sekujur tubuh wanita paruh baya ini berusaha keras untuk tetap kuat di hadapan suami dan anaknya, dia terlihat biasa saja saat menyajikan hidangan yang ia masak untuk sarapan pagi bersama anak dan suaminya


"Ma, nasi gorengnya enak" puji Alenka


"Ia dong, nasi goreng mama nomer satu di Indonesia" ucap Hesti


"Papa setuju dengan apa yang mama bilang mama kalian kalau nasi goreng mama ini nomer satu di Indonesia" timpal Baskoro


Canda dan tawa mereka pecah seakan tidak ada beban yang harus di tanggung sama sekali, padahal mereka tidak tahu cobaan besar akan menanti mereka ke depannya


"Mau tambah lagi nasi gorengnya?" tanya Hesti


"Nggak akh, Aldi sudah kenyang" ucap Aldi


"Yasudah ini untuk Alenka dan papa saja," ucap Hesti sambil menuangkan nasi goreng ke piring mereka


"Asiap mamaku yang paling cantik" ucap Alenka menerima nasi goreng itu dengan perasaan senang dan langsung melahapnya

__ADS_1


Selesai mereka sarapan, seperti biasa Aldi dan Alenka pamit kepada kedua orang tua dengan hati yang gembira, mereka tidak mengetahui kalau Ayah mereka sedang mengalami masalah yang besar akibat PHK yang di alaminya.


Hingga sampai saat ini, Baskoro menyembunyikan mengenai masalah ini kepada kedua anaknya di karenakan Baskoro tidak ingin sampai kedua anaknya akan ikut merasakan kegelisahan yang sama seperti yang di rasakan Baskoro


"Aku berangkat sekolah dulu" seru Aldi dan Alenka


"Hati-hati ya, Aldi! mama tahu kamu sudah sehat dan bisa menggunakan motor yang sudah di service, tapi tetap kamu harus wasspada jangan sampai kecelakaan itu terjadi lagi" ucap Hesti


"Siap, Bu negara! Aku pasti akan lebih berhati-hati dalam mengendari motor usang ini" ucap Aldi


"Bagus! kalau kamu mengerti, dan jangan sampai ini kotak bekal kalian ketinggalan karena sebisa mungkin kalian harus hidup serba hemat" ucap Hesti


*****


Seusai sarapan pagi, keadaan Hesti semakin memburuk dengan sakit pinggang yang di alaminya semakin menjadi parah. Ia pun memegang pinggang kiri yang sakit serta mual yang di rasakan pun juga semakin parah


Oek

__ADS_1


Oek


Oek


Isak tangis Hesti pecah di wastafel saat mual yang di rasakan tak lagi bisa di bendung, semua isi dari makanan yang ia tadi pagi santap bersama dengan keluarganya terbuang sia-sia menjadi puing-puing cairan yang kental tergenang oleh serapan air


Sesungguhnya Dokter sudah memperingati agar pasien tidak mengonsumsi makanan yang bisa menyebabkan penyakitnya kumat terutama makanan gorengan yang sangat berbahaya untuk penderita kista, terlebih lagi tadi pagi Hesti mengonsumsi makanan berlemak seperti nasi goreng bakso yang dapat menyebabkan mual serta sakit di bagian pinggang belakang


Penderita kista harus mengonsumsi sayur dan buah, namun Hesti malah mengabaikan semua nasihat dokter. Hesti selalu pada pendiriannya, jika suatu hari obat herbal yang ia konsumsi akan menyembuhkan secara ajaib


Sayangnya itu hanya sebuah ilusi belaka saja, obat herbal yang ia konsumsi mengakibatkan dirinya tersungkur lemas di lantai berwarna putih itu lalu perlahan bola matanya mulai memudar melihat lingkungan sekitar dan jatuh pingsan.


Baroto yang hendak ingin mencuci tangan tiba-tiba saja berteriak


"Mama!! bangun!! jangan buat papa cemas begini" seru Baroto sambil menggoyangkan kedua bahu istri tercinta namun tetap saja hasilnya tetap percuma karena Hesti sudah pingsan.


bersambung ..

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/ subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua yang selalu setia membaca...


__ADS_2