
Bersandar pada terik matahari membuat kulit terasa melepuh, kiloan meter di tempuh dengan berjalan kaki membuat cibiran dari orang sekitar meradang.
Kuda besi usang itu kembali rapuh dengan berbagai sela tak mampu menghidupkan mesin kuda besi usang itu, Aldi pun mulai kewalahan untuk memapah dengan berjalan kaki
Kaki terasa bergetar hebat, kepala mulai berkunang-kunang serta peluh membanjiri area permukaan dahi yang bercucuran keringat dengan perlahan di seka oleh jemari kasar san pria perhitungan
"Kak, kita berhenti dulu saja. Keringat Kakak banyak sekali" ucap Alenka
"Nanti kamu terlambat ke sekolah" ucap Aldi
"Nggak apa-apa, Kak dari pada kakak nanti akan sakit dan Lenka yang harus merawatnya" ucap Alenka
"Dasar adik tidak mau rugi, Apa kamu sudah tertular virus perhitungan seperti Kakakmu ini" ledek Aldi
"Iya kali virusnya sudah menyebar" ucap Alenka dengan terkekeh-kekeh
"Bagus kalau virus perhitungannya sudah menyebar di kamu" ucap Aldi
"Bagus dari hongkong" cibir Alenka
__ADS_1
"Lagian Kakak perhitungan demi menghemat biaya kita untuk tetap belajar di sekolah" ucap Aldi
"Aku nggak mau perhitungan kayak Kak Aldi. Aku kan sudah memiliki usaha sendiri juga. Apa lebih baik kita beli motor baru saja buat kakak dari pada kita ke sekolah selalu saja mendorong motor seperti ini?tanya Alenka
"Kamu saja yang beli dari hasil keringan kamu biar Kakak yang ini saja" tolak Aldi
"Selain Kakak pria perhitungan kakak juga keras kepala" cibir Alenka
"Kakak melakukan ini demi kebaikan kita di masa depan! semua harus serba di hitung agar pengeluaran kita bisa seimbang dengan pemasukan. Kamu bisa membeli motor bagus dengan keringat kamu sendiri. Kakak yang ini saja, nggak usah kamu belikan" ucap Aldi
"Alenka kan belum bisa mengendari motor"sendu Alenka
"Nanti Kakak ajarin deh! gratis deh buat adik kakak yang super cantik dan kece badai" ucap Aldi
"Kakak mandi kok sepulang sekolah hanya 1 kali saja mandi, jadi hemat shampo dan sabun! kamu juga harusnya begitu" ucap Aldi
"Jorok sekali! pokoknya syaratnya begitu kalau mau kakak bantu aku untuk bisa mengendarai motor" ucap Alenka
"Iya-iya, bawel banget punya adik" ucap Aldi
__ADS_1
"Ketularan virus bawel Kakak" ucap Alenka
****
Seorang gadi remaja sedang mondar-mandir di depan gerbang pintu sekolah berwarna hijau tua, dia secara sengaja menunggu kedatangan seorang pria perhitungan yang saat ini singgah di hatinya
"Aku nggak boleh menyerah untuk dekat kembali dengan Aldi" gumam Evelyn
Dari kejauhan sorot kedua masang mata melihat ke arah Evelyn yang sudah daru matahari terbenam menunggu kedatangan mereka
"Pagi Aldi. Hai Alenka" Sapa Evelyn
"Hai juga kak Evelyn, sudah lama kamu di sini? pasti lagi nungguin pria perhitungan yang ada di depan aku ini ya?" ledek Alenka
"Hmmm, kamu tahu ajah. Aku kan jadi malu," ucap Evelyn dengan senyum tipis yang mengukir ke arah pria perhitungan yang masih terlihat kaku dan dingin
.....
Bersambung.....
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...