
Di sisi lain, di kediaman Agnes pada perjamuan makan malam bersama Papi Rinto. Agnes mulai merasa membulatkan matanya dia malas untuk membicarakan masalah perjodohan dengan pria perhitungan yang sangat dia benci
Ruan makan
"Agnes kamu tahu kan papi terlilit hutang yang cukup besar" ucap Rinto
"Lalu apa hubungannya sama Agnes?!" ketus Agnes
"Kamu harus bantu papi untuk segera menikah dengan Aldi" ucap Rinto
"Pria perhitungan yang papi maksud itu adalah orang yang miskin, jadi untuk apa aku menikah dengan dia" ucap Agnes
"Kamu saja yang tidak tahu bahwa Aldi itu berlatar belakang sugih" ucap Rinto
"Masa sih, Pria perhitungan yang selalu motor usang ke sekolah adalah keturunan sugih?" tanya Agnes
"Sudah papi nggak mau kamu banyak bertanya seperti ini! yang jelas kamu harus percaya sama papi!" ucap Rinto
"Iya-iya" ucap Agnes
"Kalau begitu kamu harus lakukan sesuai perintah papi untuk segera tunangan lalu menikah secepatnya" ucap Rinto
"Aku nggak mau! dia itu adalah penyebab Kakek Darma meninggal" ucap Agnes
"Berapa kali papi bilang ke kamu! itu semua hanyalah sebuah kecelakaan! kamu harus merelakan kepergian Kakek Darma" ucap Rinto
*******
__ADS_1
Setelah berbincang panjang lebar, Agnes mengelus dadanya merasa sesak dengan apa yang di bicarakan
lalu Ia membaringkan tubuh yang lelah untuk beristirahat dan ternyata di sebuah lorong dingin di bawah alam sadarnya, kini Agnes bertemu Kakek Darma di alam mimpi
"Agnes, cucuku sayang!" seru Kakek Darma
"Kakek Darma!" ucap Agnes sambil memeluk sang Kakek
"Kakek sangat merindukan kamu" ucap Kakek Darma
"Agnes juga sangat merindukan Kakek Darma" ucap Agnes
"Kakek datang menghampiri kamu untuk memberitahukan bahwa Aldi tidak bersalah, dia menolong mengantar Kakek namun tragedi itu memang murni kecelakaan. Kamu tidak boleh membenci Aldi karena Kakek sudah menyuruh dia untuk menjaga kamu selama Kakek sudah tidak bisa lagi menjaga kamu" ucap Kakek Darma
"Bagaimana aku tidak membenci Aldi, dia yang sudah menyebabkan aku tidak bisa lagi bertemu dengan Kakek selama ini" ucap Agnes
"Kakek, Kakek, Kakek," panggil Agnes sambil berlari kecil di sudut lorong yang tak berujung lalu Agnes pun terbangun dari mimpinya
"Hmmmm, Ternyata hanya sebuah mimpi yang terasa sangat nyata sekali! Aku harus menuruti keinginan Kakek" lirih Agnes
*
*
*
"Maksud anda saya anak anda??" tanya Aldi
__ADS_1
"Ya, kamu itu anak kandung saya yang selama ini saya cari belasan tahun lalu" ucap Wildan
"Nggak mungkin, Anda jangan berbohong" bantah Aldi
"Untuk apa saya berhohong, kamu bisa periksa hasil tes DNA ini" tunjuk Wildan
Aldi pun memeriksa hasil Tes DNA, tubuhnya bergetar
"Kapan anda mendapat sample DNA" ucap Aldi
"Pak Hengki mengambil rambut kamu di ruang khusus One Star" ucap Wildan
"Kok bisa Pak Hengki tahu rambut itu punya saya?
"Mungkin dia selalu memperhatikan kamu dari kejauhan untuk mengambil rambut itu atas perintah saya" ucap Wildan
"Kenapa Pak Hengki bisa menyimpulkan bahwa saya anak anda" ucap Aldi
"Karena gelang itu berinisial J dengan ukiran K adalah lambang dari keluarga Kartadinata dan kamu adalah Junior Kartadinata bukan Aldi" ucap Wildan
"Ja-jadi aku benara anak anda?" tanya Aldi
"Iya! kamu adalah anak kandung saya satu-satunya yang papi punyai saat ini karena Jonathan hanya bawaan dari istri baru saya," ucap Wildan sambil menjelaskan panjang lebar agar Aldi bisa mempercayai dirinya
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai Favorite/Subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...