RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 11


__ADS_3

Di Cafe..


"Kali ini aku akan mentraktirmu, Raina," ujar Aileen sambil duduk di meja bernomor 10.


"Kau baik sekali Aileen," kata Raina disertai dengan kekehan.


"Tentu, kau beruntung mempunyai sahabat sepertiku ini."


"Permisi, ada yang bisa saya bantu," kata pelayan cafe itu.


"Mba, saya pesen milkshake vanilla satu dan milkshake strawberry satu. Oh iya , tambahan nya French fries dua," ujar Aileen memesankan langsung tanpa bertanya ke Raina karena dia sudah tahu dan hafal kesukaan sahabatnya.


"Baik mohon ditunggu sebentar, pesanan akan kami antarkan," kata pelayan itu sopan.


"Makasih ya mba," ujar Raina ramah.


"Sama-sama," ujar pelayan itu membalas tak kalah ramah.


Setelah beberapa menit, pelayan itu pun kembali dengan membawa pesanan Aileen dan Raina.


"Kalau begitu, ayo kamu ceritakan ceritamu yang katanya panjang itu."


"Aku malas Aileen."


"Jahat, aku ini kan ingin tahu. Kamu bisa ceritain singkat aja kok lagian. Ayolah Raina jangan pelit berbagi cerita dengan ku."


"Baiklah Aileen, aku akan bercerita sesingkat-singkatnya."

__ADS_1


"Memang kau yang terbaik!"


"Aku bingung mulai dari mana. Oh ya, jadi waktu aku jadi pelayan di cafe tempat ku bekerja, aku tidak sengaja menumpahkan minuman yang aku bawa untuk pelanggan ke orang yang aku tak kenal."


"Astaga kau ini , ceroboh sekali," potong Aileen.


"Ya aku akui aku salah, tapi bukan aku yang salah saat itu. Orang itu juga salah, Aileen. Dia muncul tiba-tiba di depan ku. Jelas aku kaget dan tak sempat mengeremkan tubuhku ini."


"Huh, lalu?" tanya Aileen tak sabaran karena diliputi rasa penasaran.


"Lalu orang itu menatap mataku sebentar dan pak manager datang. Anehnya kau tahu apa? Pak manager seperti ketakutan sekali dan gemetar. Aku jadi heran saat itu."


"Menarik, kenapa pak manager bisa sampai sebegitu nya?" tanya Aileen penasaran.


"Awalnya aku memang heran, tapi abis orang itu meninggalkan cafe, pak manager memanggilku ke ruangannya. Jujur aku sangat deg-degan saat itu," ujar Raina.


"APA? Wow sungguh gila. Kau salah menabrak orang," ucap Aileen sedikit berteriak karena kaget.


"Sstt pelan kan suaramu Aileen, orang melihat ke arah kita."


"Ups aku kelepasan!" kata Aileen sembari menutup mulutnya.


"Haha. Lalu aku dipecat dan berat hati aku meninggalkan tempatku bekerja. Aku ingin mencari uang kos saat itu. Maka nya aku mencari lowongan baru. Banyak lowongan sih , tapi anehnya tidak ada satupun yang menerima ku. Semuanya menolak ku."


"Kenapa aneh sekali? Apa orang itu yang membuatmu tidak diterima di mana-mana?" curiga Aileen.


"Aku juga tidak tahu. Aku sangat putus asa saat itu. Lalu saat aku ingin kembali, ada beberapa orang yang mengunjungi diriku. Sungguh seram orang-orang itu. Badan mereka kekar ,besar, tinggi, memakai pakaian serba hitam, dan jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger di matanya," lanjut Raina dengan nada yang menyeramkan.

__ADS_1


"Ihh, aku tak membayangkan seberapa takutnya kamu saat itu," ngeri Aileen.


"Lalu mereka membekapku. Ya aku dibius. Terakhir aku lihat orang menyeringai ke arahku."


"SUNGGUH CERITAMU JADI HORROR SEKALI!" teriak Aileen.


"Pelan kan suaramu Aileen, jika tidak aku tidak lanjutkan!"


"Hehe, baiklah maafkan aku."


"Lalu aku terbangun di kamar? Aku lupa aku terbangun di mana saat itu. Pokoknya aku teriak dan ternyata orang yang menculikku itu adalah orang yang aku tabrak dan tak sengaja menumpahkan minuman ke arahnya."


"Apa kau disakiti? Mungkin dia balas dendam ke dirimu?" sarkas Aileen.


"Tidak Aileen, aku juga heran. Dia memperlakukan ku dengan sangat baik. Bahkan aku dilayani seperti tuan puteri. Aku juga sempat dibawa ke Chicago dan berlibur di sana."


"Apa? Gila sungguh beruntungnya dirimu. Sudah lama aku ingin ke Chicago."


"Ya dibilang beruntung sih tidak juga, sudah itu saja ceritaku. Makanya aku menghilang beberapa hari ini."


"Lalu bagaimana dengan biaya kos mu? Harusnya kau bekerja saat itu."


"Katanya sebagai ucapan terima kasih, dia membayar kos ku."


"Untunglah, kau tidak diapa-apakan. Tapi kurasa dari ceritamu orang itu menyukaimu, Raina!" ucap Aileen menebak.


"Mana mungkin orang hebat sepertinya menyukai diriku. Sudahlah habiskan minumanmu. Aku ingin pulang."

__ADS_1


"Ckck baiklah Raina. Walaupun sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan sih," ujar Aileen.


__ADS_2