RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 34


__ADS_3

Raina mengerjabkan matanya menyesuaikan dengan cahaya di ruangan. Ia lalu merasa tangannya tergenggam oleh seseorang. Lantas ia pun menengok ke arah tangannya.


"Ku kira siapa tadi," batin Raina.


Tadinya Raina ingin membangunkan Marvel tapi ia mengurungkan niatnya saat melihat Marvel yang terlihat sangat lelah. Ia pun membiarkan Marvel tidur.


"Aku merasa lebih baik. Apa aku sudah mendapatkan donor darah ya? Tapi, dari siapa?" tanya Raina dalam hati.


Saat sedang melamun, tiba-tiba Raina merasakan pergerakan dari Marvel. Ia pun melihat Marvel yang sudah terbangun.


"Loh Raina?" tanya Marvel seperti orang bodoh.


"Kenapa?" tanya Raina balik.


"Apa kau sudah merasa baik? Apa masih pusing atau tidak enak badan?" tanya Marvel khawatir.


"Tidak. Aku sudah baik-baik saja. Bahkan aku rasa badanku ini sudah tidak terlalu lemas lagi," jawab Raina sembari tersenyum manis.


"Baguslah kalau gitu."


"Kapan aku akan pulang? Kau pasti tahu aku tidak suka berlama-lama di rumah sakit. Lagian aku juga sudah sembuh," kata Raina.


"Aku tanya dokter dulu. Kalau sudah diizinkan baru kita pulang," jawab Marvel sambil mengelus lembut rambut Raina.

__ADS_1


Marvel pun memanggil dokter karena sedari tadi Raina tidak sabaran untuk pulang.


Dokter pun memasuki ruangan dan mengecek keadaan Raina.


"Kondisinya sudah stabil, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," kata Dokter itu sambil tersenyum ramah.


"Apa sudah bisa pulang?" tanya Marvel.


"Jika tidak mau dirawat di rumah sakit lagi tidak apa-apa. Sudah bisa dirawat di rumah. Jaga kesehatan, jaga pikiran jangan sampai stress, jangan terlalu melakukan hal yang berat dulu. Kalau tidak ada yang mau ditanyakan lagi saya permisi dulu," ujar Dokter itu.


"Tidak ada, dok. Terima kasih banyak," kata Raina.


Saat dokter itu keluar, Raina langsung berkata,"apa aku bilang? Sudah boleh pulang kok. Pokoknya aku mau pulang sekarang."


Beberapa menit kemudian..


"Sudah beres. Ayo, balik ke rumah!" ajak Marvel sambil mematikan TV yang menunjukkan kartun kesukaan Raina.


"Giliran aku lagi seru nonton aja kamu matiin," kesal Raina.


"Salah terus ajalah," batin Marvel.


"Ayok," ujar Raina sambil berdiri merapikan bajunya.

__ADS_1


Mereka pun pergi ke parkiran dan Marvel melajukan mobilnya menuju ke penthouse nya.


"Akhirnya aku sudah sangat bosan dengan harum rumah sakit!" kata Raina senang sambil merentangkan tangannya.


"Ayo masuk, udara luar tidak baik," kata Marvel.


"Siapa lagi yang bilang tidak baik? Lagian juga aku sudah sehat ini," kata Raina tak mau dibantah.


"Terserah, besok aku akan mengajakmu pergi ke rumah seseorang. Kau mau ikut apa di sini saja? Aku takut nanti kau akan kelelahan," ujar Marvel.


"Ikut! Daripada di sini sendirian."


"Baiklah," ujar Marvel sambil memasuki penthouse nya.


Di sisi lain..


"Aku merasa punya ikatan batin yang kuat dengan anak itu," kata seseorang.


"Apa kamu sudah menemukannya?" jawab orang di sebelahnya.


"Aku hanya menduga. Tapi sepertinya memang dia orangnya. Kakak, bantu aku carikan informasi tentangnya. Aku ingin menebus kesalahanku. Saat ini dia sudah dewasa, aku telah melewatkan perkembangan dan pertumbuhannya."


Ya, orang itu adalah Bu Ratih. Orang yang mendonorkan darahnya untuk Raina.

__ADS_1


__ADS_2