RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 6


__ADS_3

🎈Navy Pier Chicago..


Di sinilah mereka berada sekarang. Ya Marvel membawa Raina ke Navy Pier Chicago.


"Wah.. Bagus sekali!" Mata Raina berbinar melihat nya.


"Kau menyukai nya?" Marvel menatap ke arah Raina.


"Tentu, aku baru pertama kali nya ke tempat seperti ini!" ujar Raina antusias.


"Baik lah, ayo kita masuk," ajak Marvel seraya menggenggam tangan Raina.


"Marvel! Aku mau itu!" kata Raina antusias sambil menunjuk ke arah penjual gulali.


"Apa itu?" ujar Marvel bingung.


"Astaga kau ini! Apa kah kau tidak tau gulali? Ke mana saja kau?" Raina berdecak.


"Bagaimana orang di sampingku ini tidak mengetahui gulali?" batin Raina sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku belum pernah melihat nya, baiklah tunggu disini aku akan membelikannya untuk mu," ujar Marvel beranjak pergi.


"Terima kasih Mr.Marvel," ucap Raina menyengir.


🎈Toko gulali..


"Permisi, saya ingin membeli nya satu!"


"Baik Mr , tunggu sebentar. Apakah Anda datang bersama kekasih Anda?" tanya penjual gulali itu.


"Apa hak mu menanyainya?" ujar Marvel dingin.


"Astaga Mr aku tak bermaksud, hanya saja aku ingin memberi tahu mu kalau itu benar kekasih mu akan banyak hal lebih seru nanti nya. Termasuk stand ini aku memberikan gulali terspesial untuk sepasang kekasih," jelas nya panjang lebar.


"Hm," jawab Marvel hanya dengan deheman.


"Tapi seperti nya kau sangat baik dengan kekasih mu , baik lah aku akan memberi mu gulali yang spesial."


"Bahkan aku bisa membeli toko mu," ujar Marvel pelan dan tidak dapat di dengar oleh siapa-siapa.


Raina sedang melamun tersentak saat melihat gulali yang ada di tangan seseorang.

__ADS_1


Sudut bibir nya naik terangkat dan membentuk senyuman yang sangat manis.


"Ah! Aku sudah lama sekali tidak makan gulali, terima kasih Marvel!" kata Raina senang.


Marvel yang belum sadar karena terperangah oleh senyuman gadis itu pun diam saja.


"Hey Marvel! Apakah kau ingin? Oh aku tau bagaimana kalau kita memakan nya bersama, eh maksudku kau boleh mencoba punya ku," ujar Raina salah tingkah.


Rona merah pun menyertai pipi Raina


"Eh," sadar Marvel dari lamunan nya.


Hap..


Marvel menggigit gulalinya.


"Manis sekali," batin Marvel.


"Astaga Marvel! Kenapa kau gigit besar sekali? Aku harus makan dari mana kalau gini?" tanya Raina kebingungan karena tidak mungkin dia memakan bekas Marvel.


"Aku tidak punya riwayat bau mulut Raina, makan lah lagi pula memang nya kenapa?"


"Tapi kan ka.."


"Ta.."


"Jangan banyak omong, nikmatilah gulali mu itu dulu, aku akan membelikan mu minum nanti, hati-hati kau sakit gigi ternyata itu sangat manis seperti diri mu."


Blush..


Raina POV..


"Astaga jantungku! Kenapa sih Marvel mengucapkannya spontan, apa dia tidak tahu bahwa perkataanya barusan membuatku melayang," batin Raina sambil menahan senyumannya.


Udara nya sungguh enak, sekarang kami sudah selesai naik perahu semacam gondola.


Sempat ada perbincangan tadi sebelum kami menaiki nya.


Flashback..


Di tempat perahu..

__ADS_1


"Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya seorang yang ada di perahu seperti nya dia yang menyewakan perahu-perahu itu.


"Ti.."


"Ya kami sepasang kekasih," potong Marvel dengan cepat.


Apa!?


"Buk.."


"Memang nya ada apa Anda menanyakan itu?"


Sungguh ucapan ku selalu dipotong Marvel.


"Kebetulan kalau yang naik adalah sepasang kekasih aku akan memberi diskon 10% dan kalian bisa menaiki perahu ini lebih lama," jelas si penyewa perahu itu.


"Baiklah aku pesan dua tiket kami menaiki nya bersama."


"Mari," ujar si penyewa sambil menuntun kami menuju perahu nya.


Waktu perjalanan..


Aku dan Marvel beradu mulut dan tidak tahu kalau itu akan menyebabkan perahu bergoyang.


Hingga perahu agak kehilangan keseimbangan nya dan aku merasakan kalau tubuh ku akan jatuh.


YA AKU JATUH!


Aku memejamkan mata ku dan aku merasakan benda kenyal yang menyentuh bibirku.


Saat aku membuka mata, aku melihat Marvel sedang mencium ku. Kami sudah seperti pasangan yang sangat langgeng saja, karena ada yang bilang jika ciuman di atas perahu itu akan menjadi sepasang kekasih yang romantis dan langgeng.


Hingga..


Penyewa itu berujar, "Lihat lah kalian ini kaku sekali! Aku jadi heran apa kah kalian benar seorang kekasih!"


"Bukan gi.."


"Iya memang, kami baru menjadi sepasang kekasih dan wajar saja kalau kekasih ku ini masih malu-malu!" ujar Marvel lantang.


Rona merah kembali menghiasi wajah ku.

__ADS_1


"Bisakah dalam satu hari ini Marvel tidak mengucapkan hal yang membuatku malu dan tentunya melayang," batin Raina.


__ADS_2