RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 22


__ADS_3

Sinar matahari tertuju ke mata Raina. Ia menggeliat dan mulai terusik dari tidur nyenyaknya.


Raina mengerjabkan matanya. Saat ia membuka mata, hal pertama kali yang dia lihat adalah wajah tampan Marvel.


"Ngeliatin hem?" kata Marvel tiba-tiba.


Raina malu. Dia tertangkap basah oleh Marvel.


"Tidak lah," balas Raina sambil berusaha menyingkirkan tangan Marvel yang melingkar di perutnya.


"Mau ngapain hem?" tanya Marvel.


"Lepasin tangan kamu dulu, aku mau ke kamar mandi," kata Raina.


"Kalau tidak mau?"


Lama-lama Marvel ngeselin..


"Kamu nyebelin!" ujar Raina sambil mengerucutkan bibir nya.


Marvel pun melepaskan tangannya dan berkata, "mau ke kamar mandi bareng?"


BUK..


Sebuah bantal mendarat ke muka Marvel.


"Hilangin pikiran kotor kamu! Enak aja mau ikut ke kamar mandi! Jangan harap!" ujar Raina galak.


Raina menuju ke kamar mandi.


Marvel mengusap mukanya.


"Gila calon istri gue galak bener!" katanya sendiri.

__ADS_1


Raina pun sudah selesai mandi. Ia melihat Marvel yang duduk di meja makan. Ia pun menghampirinya.


"Sini sarapan dulu," ajak Marvel.


Raina duduk di sebelah Marvel.


"Mau selai rasa apa?" tanya Marvel.


"Rasa cokelat!" ujar Raina antusias.


Cokelat adalah kesukaannya. Tapi dikarenakan makanan yang serba cokelat harganya mahal, ia jarang sekali makan makanan rasa cokelat.


Marvel dengan telaten mengoles selai cokelat itu ke roti.


"Ini sudah jadi, dimakan," katanya lembut.


"Makasih Marvel!" ujar Raina.


"Hari ini kamu mau ke mana?" tanya Marvel memulai topik pembicaraan.


"Aileen dan keluarganya sudah aman."


"Tapi aku tetep aja tidak tenang kalau aku tidak ada ke sana dan melihat mereka dengan mata kepalaku sendiri."


"Baiklah nanti kita ke sana. Habiskan dulu makananmu," putus Marvel.


Raina pun melanjutkan kegiatan makannya. Sungguh rotinya enak sekali.


Selesai itu..


Marvel dan Raina sekarang berada di dalam mobil. Mereka ingin ke rumah Aileen. Lebih tepatnya ke rumah yang Marvel berikan kepada keluarga Aileen. Karena rumah itu terjamin amannya.


Marvel memilih untuk mengendarai mobilnya sendiri tanpa diikuti oleh Reinald dan yang lainnya.

__ADS_1


Mereka pun sampai ke rumah Aileen.


Kebetulan pintu rumah terbuka.


"Aileen," seru Raina saat melihat Aileen sedang menyiram bunga.


"Raina," ujar Aileen sambil berlari ke arah Raina.


"Ukh, aku kangen banget tahu!" kata Aileen.


"Kamu baik-baik saja kan? Gimana apa ada yang mengganggumu? Trus ibu kamu gimana? Oh ya juga, si orang-orang bertopeng itu tidak datang lagi kan?" tanya Raina beruntun.


Aileen yang mendengarnya mendengus kesal.


"Tanya satu satu ish," kata nya kesal.


"Hehe, maaf Aileen. Aku terlalu khawatir," Raina terkekeh.


"Pertama, kami baik-baik saja. Tidak ada yang mengganggu kami. Di sini kami tenang, damai sentosa. Keadaan ibu aku baik-baik saja. Orang-orang bertopeng itu tidak datang dan mengganggu lagi," jawab Aileen.


"Huft untunglah. Aku seneng dengernya. Jadi tenang deh," kata Raina.


"Oh ya, aku lupa ada Marvel juga. Makasih ya Marvel sudah bantu kami. Makasih juga sudah mau menjaga sahabat ku ini," kata Aileen.


"Sama-sama," jawab nya dingin.


"Eh jadi ngobrol di luar gini, lupa kan suruh masuk. Ayo masuk ke dalam," ajak Aileen.


Raina sudah mau melangkahkan kakinya masuk, tapi ada tangan yang menarik lengannya.


"Maaf, lain kali saja kita mampir. Sekarang saya dan Raina harus pergi," ujar Marvel.


"Oh tidak apa-apa, selamat bersenang-senang, Raina," kata Aileen sambil tersenyum.

__ADS_1


Raina membalasnya dengan senyuman sedangkan Marvel hanya berdehem pelan.


__ADS_2