RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 62


__ADS_3

"Aku ke sini sama Reinald kok. Banyak yang lain juga tapi jaga-jaga dari jauh. Aku bosan tahu Marvel di mansion kamu. Rasanya hampir semua penjuru sudah ku telusuri. Makanya aku minta Reinald buat keluar. Eh terus katanya kebetulan ada tempat baru. Aku juga sempat berkeliling sebentar di sini. Tadi aku juga ke labirin perpustakaan. Itu hal yang paling ku sukai," ujar Raina menjelaskan pada Marvel. Sedangkan Cia hanya mencebikkan bibirnya.


"Oh gitu, terus Reinald nya mana?" tanya Marvel karena tidak melihat Reinald yang harusnya bersama dengan Raina.


"Aku haus karena lelah sekali berada di labirin perpustakaan. Aku meminta tolong Reinald untuk membelikanku minum. Eh pas aku lagi lihat-lihat arena, aku ngelihat kamu juga. Makanya aku ke sini saja saat melihatmu," jawab Raina jujur.


Cia merasa dirinya sebagai nyamuk di sini. Ia kesal karena merasa dicuekkan.


"Cewek ini kayaknya ngajak perang banget deh. Kenapa sih dia munculnya tidak nanti-nanti saja? Aku tuh lagi seneng juga bareng sama Marvel. Tidak tahu sikon dasar," batin Cia.


"Oh ya sudah kalau begitu. Mau ikut aku?" tanya Marvel lagi.


"Boleh. Ku pikir bermain bersama-sama akan lebih seru. Soalnya kalau sama Reinald tuh tidak ada serunya sama sekali. Dia kaku banget. Aku ajak bermain saja dia tidak mau. Kerjaannya hanya mengekori ku saja," adu Raina pada Marvel.


"Memang sudah seharusnya seperti itu. Aku juga menyuruh Reinald untuk menjagamu, bukan menyuruhnya untuk bermain-main dan seru-seruan denganmu," balas Marvel. Sesungguhnya ia juga cemburu.


"Hey! Kalian ini masih anggap aku ada di sini tidak sih?" Cia akhirnya membuka suara setelah lama menyaksikan kedua orang di depannya berbicara. Ia merasa kehadirannya justru yang menjadi pengganggu. Padahal seharusnya Rainalah yang dianggap sebagai pengganggu.


"Oh iya aku lupa kalau masih ada kamu. Kamu siapa? Aku tidak pernah melihatmu," tanya Raina.


"Felicia. Dipanggil Cia. Aku ini.."


Saat itu Cia ingin mengungkapkan sebuah fakta bahwa dirinya adalah tunangan dari Marvel. Tapi Marvel langsung membekap mulut Cia dengan tangannya karena Marvel sudah tahu ke mana arah bicara Cia.


"Ih Marvel tidak sopan tahu kamu bekap orang secara tiba-tiba," ujar Raina.


"Ya sudah, salam kenal ya Cia. Aku Raina Crystal Alvania. Panggil saja Raina. Semoga kita bisa menjadi teman," kata Raina memperkenalkan diri.


"Rupanya dia baik. Tapi aku masih was-was. Dia siapanya Marvel ya?" batin Cia bertanya-tanya.


"Ya, semoga kita bisa berteman dengan baik. Kalau boleh tahu, kamu siapa nya Marvel ya? Kok kayak sudah kenal dekat dan juga seperti punya hubungan yang serius," ujar Cia memicing.


"Aku dengan Marvel? Kami tidak mempunyai hubungan apa-apa," kata Raina.

__ADS_1


Raina berkata jujur karena memang Marvel hanya baru mengucapkan kata cinta dengannya. Tapi Marvel belum pernah menembaknya. Raina seperti digantung? Ya seperti itulah pokoknya.


"Benar kata Raina. Aku dengannya hanya sebatas teman. Bukan teman, aku menganggapnya sebagai adikku sendiri. Begitu juga sebaliknya," ujar Marvel berbohong.


Raina menatap Marvel dengan tatapan kecewa. Walau digantung, tapi hatinya terasa tercabik saat mendengar Marvel hanya menganggap nya tak lebih dari seorang adik.


"Kok kamu jahat banget sih Marvel? Jadi perlakuan kamu ke aku selama ini karena kamu cuman nganggap aku adik kamu? Salah aku sudah baper dengan perlakuanmu yang sangat manis itu," batin Raina polos dan juga kecewa.


"Maaf Raina, aku harus ikut dalam permainan Ayahku dan juga cewek ini. Aku tahu kalau pernyataanku tadi mengecewakanmu," batin Marvel terdiam.


"Kirain hubungan apa. Ternyata Marvel hanya menganggap nya sebagai adik saja. Bagus deh, aku kira dia adalah cewek yang dicintai oleh Marvel. Kalau begini aku kan mau jadi temannya," batin Cia.


Mereka berperang dalam batin mereka sendiri-sendiri.


Hingga Raina kembali tersadar dan membuka suara.


"Jadi? Kita bisa berseru-seru sekarang kan?" tanya Raina dengan mata berbinar.


Marvel menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Andai saja Cia tahu bahwa Raina adalah perempuan yang ia cintai. Pasti Cia akan menjadikan Raina sebagai musuhnya. Begitu juga sebaliknya. Jika Raina mengetahui bahwa dirinya telah bertunangan dengan Cia, pasti Raina sangat kecewa dan bisa saja Raina lebih memilih untuk menjauh.


Raina menggandeng tangan Cia. Mereka tampak seperti seorang sahabat.


Marvel mengikuti mereka dari belakang dan mendengar pembicaraan mereka.


"Kamu kenal sama Marvel dari mana?" tanya Raina kepada Cia.


Marvel langsung melototkan matanya. Jangan sampai Cia bilang kalau Marvel adalah tunangannya.


"Aku kenal sama Cia di restoran. Kami bertemu saat orang tua kami menyuruh kami mendatangi sebuah restoran. Dari sana kami berkenalan." Marvel memotong Cia yang akan menjelaskan dari mana ia bertemu dengan Marvel.


"Oh gitu," respon Raina singkat.


"Kamu tinggal di mana? Aku pengen deh main sama kamu lain kali," kata Cia semangat.

__ADS_1


"Aku sebenarnya tinggal di kos yang agak jauh dari sini. Tapi ada sesuatu kejadian, jadi.."


"Raina tinggal di mansionku karena aku harus menjaganya. Banyak yang ingin mencelakainya. Aku tak mau tampak sebagai kakak yang jahat." Lagi-lagi Marvel memotong ucapan Raina yang sudah menjawab.


"Kamu kok hobi motong ucapan orang?" tanya Raina kesal pada Marvel.


Marvel hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.


"Wah kalau begitu, aku bisa bertemu denganmu juga Marvel. Aku akan sering-sering ke mansionmu Marvel!" ucap Cia kencang.


"Mansionku tidak terbuka bebas. Aku tidak mau ada orang yang masuk ke mansionku selain Raina. Kalau mau bertemu di tempat lain saja," ujar Marvel datar menjawab pernyataan dari Cia.


"Kok.."


"Kalau tidak mau ya tidak usah bertemu," potong Marvel cepat.


"Ya.. Ya.. Kamu sungguh pelit Marvel. Aku padahal hanya ingin bermain dengan Raina. Lagi pula aku belum pernah ke mansionmu," ujar Cia.


"Tidak perlu dimakan hati ucapan Marvel. Kita bisa bertemu di lain tempat diam-diam tanpa sepengetahuan Marvel," polos Raina.


"Berani kamu pergi tanpa sepengetahuan aku, siap-siap saja kamu aku kurung seharian di kamar," ancam Marvel datar.


"Jahat banget sih!" kata Raina mencebikkan bibirnya.


"Raina! Kamu suka rumah hantu tidak? Di sana ada rumah hantu. Dari dulu aku sangat suka ke sana," ajak Cia dengan mata yang berbinar-binar.


Raina melongo. Ia sangat benci dengan rumah hantu karena ia adalah orang yang penakut. Tapi ia melihat ke arah Cia yang tampaknya sangat berharap kalau Raina menemaninya ke rumah hantu itu. Raina jadi tidak tega melihatnya.


Di luar dugaan, Raina dan Cia malah berteman. Kira-kira mereka berteman dalam jangka waktu yang pendek apa panjang ya? Tunggu terus kelanjutannya.


Jangan lupa like, komen, vote, dan klik favorit yaa..


Terima kasih~

__ADS_1


__ADS_2