
"Jadi?" tanya Marvel tiba-tiba.
"Jadi apa?" Raina balik bertanya, ia bingung.
"Kau sementara lebih baik tinggal dibersama ku dulu. Lebih aman. Bukankah begitu?" kata Marvel. Suara nya sedikit terdengar memohon.
"Tapi.."
"Kau mau orang-orang bertopeng itu datang lagi? Lalu mereka makin mengancam mu," ujar Marvel.
"Tidak mau lah, baiklah aku akan ikut dengan mu," balas Raina.
"Pilihan yang tepat," kata Marvel tersenyum manis.
"Bagaimana dengan Aileen dan keluarga nya?" tanya Raina. Ia sangat memikirkan sahabat nya itu.
"Tenang saja. Aku akan mengurus nya. Aku jamin mereka aman. Tidak akan ada yang mengganggu mereka," ucap Marvel santai.
"Janji?" tanya Raina sambil menjulurkan jari kelingking nya.
"Promise," balas Marvel sambil mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Raina.
Lalu mereka pulang ke rumah Marvel. Lebih tepat nya Mansion Marvel.
"Raina, kita sudah sampai. Ayo!" ujar Marvel pelan.
"Raina?"
Marvel menolehkan wajah nya. Ternyata Raina nya itu tertidur di mobil. Ia tak menyadari nya.
"Astaga tidur rupa nya," gerutu Marvel.
"Raina, ayo kita sudah sampai," kata Marvel pelan sambil menepuk pelan pipi Raina.
Ia masih berusaha membangunkan nya.
__ADS_1
Akhirnya Marvel menggendong Raina masuk ke dalam Mansion nya.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pelayan di sana.
"Tidak.. Kamu ikut saya," perintah Marvel.
"Baik, Tuan," ujar pelayan itu sopan.
Sesampainya di kamar..
"Gantikan baju dia! Aku menunggu di luar," perintah Marvel.
"Baik,Tuan. Saya akan lakukan," ujar pelayan itu sambil membawa baju.
"Hem," dehem Marvel sambil melaju ke luar pintu.
Beberapa menit kemudian..
"Tuan, saya sudah selesai menggantikan baju Nona Raina. Anda bisa masuk," ujar pelayan itu.
"Baik, Tuan. Saya permisi," pamit pelayan itu.
Marvel pun masuk ke kamar. Terlihat baju Raina yang sudah terganti.
"Cantik," satu kata itu lolos dari mulut Marvel.
Marvel memandangi Raina terus. Wajah Raina benar-benar membuat nya terpaku. Marvel merasa tenang saat melihat wajah nya.
Marvel pun membenarkan selimut Raina.
"Ehmm," erang Raina.
Marvel yang belum sadar kalau Raina sudah terusik dari tidur nya, masih memandangi lekat wajah Raina.
Raina membuka mata nya. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah wajah Marvel terutama mata nya.
__ADS_1
Raina juga terpaku di tempat. Ia terpesona dengan ketampanan Marvel.
"Eh?" Raina tersadar dengan apa yang dia lakukan.
"Marvel? Kamu ngapain?" tanya nya.
"Hah?" Marvel baru sadar kalau Raina sudah bangun.
"Kau sudah bangun? Kapan?" tanya nya polos.
"Masa kamu tidak lihat sih, aku sudah bangun dari tadi. Kamu malah mandangin wajah aku. Emang ada apa sih di wajah ku?" balas Raina dengan kepolosan nya.
"Oh, itu. Em, ada nyamuk tadi. Iya nyamuk," jawab Marvel gugup.
"Nyamuk? Di wajahku?"
"Iya di wajahmu. Makanya aku risih melihat nya," balas Marvel.
"Ternyata bukan hanya kos-kosan ku yang banyak nyamuk. Ku kira rumah orang kaya tidak ada nyamuk nya. Ternyata aku salah," gerutu Raina.
"Ehm, kau tidak tidur lagi? Sudah malam," kata Marvel mengalihkan pembicaraan.
"Tidak ngantuk lagi," ujar Raina.
"Lalu mau apa?" Marvel menggaruk bagian belakang kepala nya yang tidak gatal.
"Tidak mau apa-apa.. Kau sendiri tidak tidur, Marvel?"
"Belum mengantuk.."
"Aku berpikir ulang. Seperti nya aku masih mengantuk. Sini tidur di sebelahku," kata Raina sambil menepuk kasur.
Marvel menuruti kata Raina. Ia naik ke kasur dan tidur di sebelah Raina.
"Tidur ya," kata Raina. Ia mulai memejamkan mata nya dan pergi ke alam mimpi.
__ADS_1
Marvel pun ikut memejamkan mata dan menyusul Raina ke alam mimpi.