
Matahari pun mulai terbit.
Raina terbangun dari tidurnya seraya berkata, "sudah jam berapa nih?"
"Sudah siang, kau tidur nyenyak sekali," kata Marvel sambil membawa nampan berisikan semangkok bubur dan air putih.
"Siang apanya? Masih pagi gini juga. Kamu kok sudah bangun? Cepet banget," ujar Raina.
"Hm," gumam Marvel.
"Irit banget deh kalau ngomong," batin Raina.
"Makan dulu," perintah Marvel.
Marvel pun membantu Raina untuk duduk. Ia menyetel brankar Raina agar Raina merasa nyaman.
Marvel mengambil mangkoknya dan ingin menyuapi Raina. Raina pun menengok isi mangkok itu.
"Bubur lagi?" kata Raina hampir berteriak.
"Hm," balas Marvel.
"Marvel kenapa jadi irit banget deh ngomongnya, berasa ngomong sama kulkas berjalan," kata Raina dalam hatinya.
"Aku sudah sehat tahu. Tidak mau bubur lagi," kata Raina seperti anak kecil sambil menggelengkan kepalanya lucu.
"Makan dulu buburnya dikit, nanti aku kupasin buah," ujar Marvel.
Akhirnya, Raina pun makan bubur tersebut walaupun sedikit.
"Apa kau sudah merasa lebih baik dari kemarin?" tanya Marvel sambil mengupas buah apel di tangannya.
"Sudah," balas Raina.
"*Giliran buah aja banyak makannya, ga suka sama bubur banget kali y*a?" ujar Marvel dalam hatinya.
"Keluar yuk, aku bosen mendekep di sini terus," ajak Raina sambil menunjuk ke arah luar.
__ADS_1
"Ya sudah, tapi pakai kursi roda ya," setuju Marvel.
"Lah kok? Aku bisa jalan sendiri kali."
"Tidak ada bantahan. Pakai kursi roda atau tidak keluar sama sekali?" ancam Marvel.
Raina terdiam dan berpikir.
"Baiklah, aku mau. Demi keluar," pasrah Raina.
"Bagus."
Marvel pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil kursi roda di depan kamar inap Raina. Marvel menuntun Raina ke kursi roda dan membuat Raina senyaman-nyamannya.
"Sudah?" tanya Marvel.
"Sudah nyaman, terima kasih!" balas Raina tidak lupa dengan senyuman khasnya.
Marvel pun mendorong kursi roda Raina ke taman belakang rumah sakit.
"Terus mau apa ke sini?" tanya Marvel saat mereka telah sampai di sana.
"Hm."
Lalu ada anak kecil berpakaian rumah sakit yang tidak sengaja menabrak kursi roda Raina.
"Eh! Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Raina khawatir.
"Aku tidak apa-apa kak, maaf," kata anak kecil itu menunduk.
"Kamu sama siapa? Kok sendirian?" ujar Raina saat melihat tidak ada orang yang menjaganya.
"Iya kak, aku lagi sendiri di sini."
"Kamu sakit?" tanya Raina penasaran.
"Iya kak, katanya ibu aku, aku sakit leukimia. Aku sering ngerasa lemes banget kak. Kemarin aku juga pingsan dan kata dokter aku harus di rumah sakit terus. Aku tidak tahu sebenarnya leukimia itu penyakit apa," jelas anak kecil itu seraya tertawa kecil.
__ADS_1
Terlihat kegembiraan di wajahnya. Hal itu menyayat hati Raina.
"Kamu istirahat ya? Nanti kecapekan loh. Ini juga mataharinya lagi panas-panasnya," bujuk Raina.
Raina takut anak kecil ini kenapa-napa. Tiba-tiba Marvel maju ke arah anak kecil itu seraya berkata, "balik dulu ke kamar kamu ya, nanti kalau kakak nya sudah sembuh, kita ke sana buat lihat kamu."
Raina tertegun melihat Marvel yang berbicara sangat lembut pada anak kecil itu.
"Apakah Marvel menyukai anak-anak?" batin Raina polos.
"Kakak memang sakit apa?" tanya anak kecil itu penasaran.
"Kakaknya tidak apa-apa. Hanya kecapekan saja. Nanti kamu juga kayak kakak ini loh, harus pakai kursi roda ke mana-mana. Makanya balik ke kamarmu ya, istirahat. Biar tidak kayak kakak ini," kata Marvel sambil menunjuk Raina yang sedang cemberut mendengar penuturan Marvel.
"Ya sudah kak, aku balik dulu ya. Jangan lupa jengukin aku. Cepat sembuh ya kakak cantik," kata anak kecil itu sambil berlari masuk ke arah rumah sakit.
Buk..
Raina langsung meninju perut Marvel.
"Aduh, kenapa sih?" sarkas Marvel.
"Kamu tuh yang kenapa? Pakai kursi roda kan kamu yang suruh, bukan kemauan aku. Gimana sih? Tadi kamu bilang apa ke anak itu? Aku harus pakai kursi roda ke mana-mana? Dalam mimpimu kali!" galak Raina.
"Ih itukan cara aku ngebujuk dia biar balik ke kamar inapnya. Kasian loh nanti dia kepanasan," kata Marvel tak mau salah.
"Bener juga sih kata kamu. Kasian banget ya anak itu. Masih kecil sudah punya penyakit yang parah. Aku jadi sedih," lirih Raina.
Marvel tidak ingin Raina merasakan kesedihan. Ia pun mengalihkan topik, "balik yuk?"
"Kita baru di sini Marvel! Masa sudah balik," kesal Raina.
"Nanti kamu kecapekan loh, mau pakai kursi roda terus?"
"Serah kamu deh! Aku capek ngomong sama kamu, makin nyebelin tau ga?"
"Tuh kamu ngakuin kalau kamu capek, makanya ayok balik," kata Marvel.
__ADS_1
Tanpa persetujuan dari Raina, Marvel langsung mendorongnya memasuki rumah sakit lagi.