RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 23


__ADS_3

Marvel meringis mendengar Raina yang daritadi mengoceh terus.


"Cerewet sekali gadisku ini," batin Marvel.


"Aku juga pengen ketemu ibunya dulu, aku kangen masak sama ibunya Aileen tau."


Nah kan, daritadi gini terus.


"Ya ampun Raina, nanti juga bisa ke situ lagi kali. Sekarang kamu pergi sama aku dulu," kata Marvel sambil memijat kepalanya dan tangan yang satu lagi untuk stir mobil.


"Ih tapi kan," rengek Raina.


"Tapi apalagi Raina," ujar Marvel gemas.


"Aku tadi sudah rencana mau.."


Dengan gerakan yang cepat Marvel menepikan mobilnya pelan dan mendekatkan wajahnya ke Raina serta tangannya menghimpit tubuh Raina.


Deg!


"Mau apa sayang?" tanya Marvel lembut penuh penekanan.


Pipi Raina bersemu merah karena wajah Marvel sangat dekat dengannya.


"Apa sih, kamu ngapain deket-deket, sana ah!" ujar Raina malu.


Raina salah tingkah.


"Emangnya kenapa?" tanya Marvel sok polos.

__ADS_1


"Malu Marvel, kalau dilihat orang gimana?" ujar Raina sambil mengerjabkan matanya lucu.


"Huft, ini di mobil, Raina.. Lagipula kaca mobilku itu bagus jadi tidak akan bisa terlihat kegiatan kita di dalam sini," jelas Marvel.


"Ih sombong kamu," balas Raina.


"Oh ya, tadi aku mau bikin kue juga bareng ibunya Aileen."


Mulai lagi dah si Raina.


"Astaga Raina, harus berapa kali aku bilang sih? Kapan-kapan juga bisa dateng ke situ kok," kata Marvel.


"Ih tapi aku maunya tuh seka..."


"Ngomong lagi atau aku cium?" potong Marvel cepat.


Raina benar-benar langsung diam.


"Ampuh ternyata," kekeh Marvel dalam hati.


"Nah gitu dong, anak pintar!" ujar Marvel sambil mengusap rambut Raina dengan lembut.


Marvel pun membalikkan badannya dan menyetir mobil kembali.


"Emangnya kita mau ke mana sih?" tanya Raina di tengah perjalanan.


"Ke mall," jawab Marvel


"Hah? Ngapain?" tanya Raina dengan kening mengkerut.

__ADS_1


"Ya belanja lah. Kamu itu sekarang tinggal di mansion ku. Aku tidak tahu kamu membutuhkan apa saja untuk keperluan mu sehari-hari," jelas Marvel.


Ya, dia memikirkan Raina. Ia takut Raina membutuhkan sesuatu tapi takut untuk bilangnya. Jadi Marvel berpikir dengan membawa Raina sendiri, Raina akan lebih leluasa memilih kebutuhannya.


"Tidak perlu, Marvel. Itu hanya merepotkan mu. Lagipula aku sudah sangat bersyukur karena bisa menginap di mansion mu."


"Kebutuhan perempuan beda dengan laki-laki. Kau pasti memerlukan sesuatu. Aku tidak merasa direpotkan. Lagian ini juga aku yang ajak," ujar Marvel santai.


Sedangkan di sisi lain, Raina merasa tak enak hati dengan Marvel.


"Baik banget sih," kata Raina dalam hatinya.


Jalanan sangat macet. Biasanya Marvel akan menyuruh orang agar jalanannya lancar tanpa kemacetan. Tapi kali ini, baru pertama kali ia tidak masalah dengan kemacetan. Kenapa? Karena dengan itu, ia makin lama berduaan bersama Raina.


Akhirnya mereka pun sampai ke pusat perbelanjaan yang dikenal dengan kata mall itu.



"Ini mall?" tanya Raina pelan.


"Iya, emangnya kamu belum pernah ke sini?" Marvel heran kenapa Raina tidak tahu.


"Belum. Aku pernah mau ke mall diajakin sama Aileen. Tapi aku tidak mau, karena aku tahu pasti di sini tuh mahal-mahal banget," jelas Raina.


Marvel tercengang. Dia baru tahu bahwa ternyata Raina belum pernah pergi ke mall.


"Ya sudah, ayuk kita masuk!" ajak Marvel.


Dia menggandeng tangan Raina memasuki mall tersebut.

__ADS_1


__ADS_2