
"Kenapa Raina bisa di sini?" batin Marvel dengan tubuh yang membeku di tempat.
"Marvel! Kau ini ngapain?" teriak Raina membuyarkan lamunan Marvel.
DEG!
"Raina?" Marvel membalikkan tubuhnya menghadap Raina.
"Aaku.."
"Jadi selama ini kau suka menyiksa dan membuat orang menderita?" kata Raina lirih.
"Jawab aku Marvel!" Teriak Raina.
"Raina, dengerin penjelasan aku dulu," kata Marvel pelan.
"Mau jelasin apa lagi hah? Aku liat dengan mata kepala ku sendiri, Marvel!" ujar Raina.
Tanpa di sengaja, air mata Raina luruh begitu saja. Dia tidak kuat dengan apa yang dilihat nya barusan.
"Raina, kumohon dengarkan aku dulu," mohon Marvel.
"DENGARKAN APALAGI MARVEL!? KAU MENYIKSA ORANG, KAU MENYAKITI ORANG! MAU APA LAGI PENJELASANMU? AKU LIHAT SENDIRI MARVEL!"
"Aku tid..."
"Tahu tidak Marvel? Aku paling benci orang yang menyakiti dan membuat orang menderita apalagi menyiksa orang lain! Sungguh perbuatan yang keji!" sarkas Raina.
Raina melihat ke arah orang yang terikat. Sungguh mengenaskan. Orang itu pingsan dengan mulut penuh darah.
"Ku kira kau baik. Ku kira kau berwibawa. Ternyata apa? Kau melakukan hal yang sama sekali tidak berkemanusiaan!" kata Raina lirih.
"Raina dengarkan aku dulu," ujar Marvel.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di dengarkan!" kata Raina dengan suara keras.
Raina beranjak keluar dari gedung itu.
Tapi tangannya di tahan oleh Marvel.
"SUDAH KU BILANG DENGARKAN PENJELASAN KU DULU RAINA!" teriak Marvel keras sambil mencengkram tangan Raina dengan paksa dan kasar.
"HIKS, SAKIT MARVEL! TANGAN KU SAKIT!"
Air mata Raina tidak mau berhenti.
Marvel membeku sambil melepaskan cengkraman nya. Ia telah menyakiti Raina nya.
Sedangkan di sisi lain, Reinald hanya bisa diam menyaksikan kedua orang itu. Dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Maaf," ujar Marvel lirih.
"Ku mohon Raina, mengertilah aku. Dengarkan dulu aku," mohon Marvel.
"Kau tahu apa? Aku melakukan ini karena mu Raina! Karena mu!" ujar Marvel.
Apa katanya? Raina tidak percaya dengan apa yang dibilang Marvel.
"Karena ku kau bilang?" ujar Raina cepat.
Sekali lagi Raina berkata, "kau bilang karena ku?"
"JAWAB MARVEL!" teriak Raina.
Raina tidak terima oleh alasan Marvel.
"IYA KARENA MU RAINA!" teriak Marvel frustasi.
__ADS_1
"Kau tidak tahu kan, bagaimana rasanya dijauhi dan dihindari oleh orang yang kau cintai dan sayangi?" kata Marvel lirih.
Raina membeku di tempat. Sepertinya pendengaran Raina bermasalah. Marvel mencintainya?
"Kau bilang apa?" tanya Raina dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Rasanya kelu untuk berbicara.
"IYA! Aku mencintaimu Raina. Sejak awal kita bertemu, kau menarik perhatian ku. Hingga aku menyadari hal yang aneh di dalam diri ku."
DEG!
Raina benar-benar dibuat diam oleh nya.
"Sejak awal pertemuan kita di cafe. Sejak kau menabrak dan menumpahkan minuman ke baju ku. Matamu menarik perhatian ku. Aku yang tidak pernah tertarik dengan perempuan, merasa tertarik olehmu," kata Marvel lirih.
Dia mengeluarkan semua isi hati nya.
"Aku menculik mu, dan membawa mu ke Chicago. Itu pertama kalinya aku membawa seorang perempuan. Aku menyadari, hanya kau yang bisa membuat ku tersenyum, hanya kau yang bisa membuat ku tertawa lepas, hanya kau yang bisa merubah cara bicara ku yang dingin dan datar menjadi lembut, hanya kau yang bisa membuat ku bisa meredakan sisi kejamku. Kau sangat berarti bagi ku Raina!" jelas Marvel panjang lebar.
"Hari itu aku hancur Raina. Kau menjauhiku. Kau berujar dingin padaku. Tanpa kau ketahui Raina, itu membuat sisi kejam ku bangkit! Aku butuh pelampiasan! Dan seperti yang kau lihat sekarang. Hanya hal ini yang aku perbuat! Hanya hal ini yang bisa menenangkan ku!" ujar Marvel.
Raina hanya bisa diam mendengar nya. Terlalu sulit untuk berbicara dan mencerna nya.
"Marvel..."
Raina terisak kencang. Dia menangis sangat kencang. Marvel juga kaget melihatnya.
"Aku ingin jujur pada mu tentang itu.. Aku takut Marvel. Aku takut!"
"Kau?" Marvel masih berusaha mencerna perkataan Raina.
"Aku tidak bermaksud menjauhi mu Marvel! Tidak sama sekali! Aku.."
__ADS_1
"Lalu kenapa? Kenapa Raina!? Jawab aku!"
"Hari itu ...."