RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 27


__ADS_3

Marvel sudah menunggu di luar selama 1 jam.


"Kenapa lama sekali?" tanya Marvel gusar.


Cklek..


Pintu ruangan UGD pun terbuka.


Marvel langsung cepat beranjak mendekati dokter yang keluar.


"Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja kan? Apa lukanya cukup parah?" tanya Marvel beruntun.


"Pak, tenang dulu ya. Mari ikut ke ruangan saya," kata Dokter itu ramah.


Marvel pun mengikuti dokter itu menuju ruangannya.


"Silahkan duduk, pak!" perintah Dokter itu.


Marvel duduk dan langsung berkata, "tidak usah lama-lama, katakan bagaimana keadaan Raina sekarang?"


Dokter itu terlihat menghela napasnya.


"Baik pak, untung saja tadi bapak membawanya cepat ke rumah sakit hingga cepat mendapatkan pertolongan," jelas Dokter itu.


"Jika terlambat sedikit saja, dipastikan ia tidak tertolong," lanjutnya.


Deg ..

__ADS_1


"Sayatan yang diperolehnya dari pecahan beling cukup dalam, bahkan dalam. Itu sebabnya jika tidak ditangani secepatnya, dia akan kehilangan nyawanya," kata Dokter itu.


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" lirih Marvel.


Ia tak kuat mendengarnya.


"Keadaannya masih terbilang tidak baik-baik saja. Dia mengeluarkan cukup banyak darah dari pergelangan tangannya. Kami harus melakukan pendonoran darah. Sayangnya golongan darahnya adalah AB. Itu termasuk golongan darah yang langka. Kami juga kehabisan stoknya di rumah sakit ini," terang Dokter itu serius.


"Saya!" teriak Marvel tiba-tiba.


Dokter itu terlihat kaget lalu menetralisirkan ekspresinya.


"Apanya pak?"


"Golongan darah saya AB. Silahkan ambil darah saya," jelas Marvel.


"Baik pak, Anda akan dicek nanti. Tapi tetap saja, donor darah dari bapak pun tidak akan cukup. Kami masih memerlukan beberapa kantong darah lagi untuk memulihkan keadaannya."


"Baik pak, diusahakan secepatnya. Darah dari bapak bisa mempercepat proses penyembuhannya. Tapi jika donor darah tidak didapatkan, dengan berat hati nyawanya bisa terancam," kata Dokter itu.


Marvel mengusap wajahnya kasar.


"Kapan dia akan sadar?" tanya Marvel.


"Seharusnya dampak atau reaksi dari darah yang bapak berikan dapat membuatnya sadar. Sekiranya kita menunggu hingga 1×24 jam. Jika dia tidak sadar juga, kami bisa menyatakan bahwa dia koma."


Lagi-lagi Marvel mengusap wajahnya kasar. Ia sungguh tak kuat mendengarnya.

__ADS_1


Marvel pun keluar dari ruangan dokter itu.


Marvel pun mengambil handphone dari sakunya.


Ia mencari kontak Reinald.


"Reinald! Cepat kamu carikan kantong darah AB sekarang juga. Lupakan dulu yang kuperintahkan tadi. Awas sampai tidak dapat," ancam Marvel.


Sebelum Reinald menjawab, Marvel sudah mematikan telponnya. Ia pun pergi ke ruangan pendonoran darah.


Marvel selesai mendonorkan darahnya ke Raina. Sekarang ia berada di samping brankar Raina.


Marvel tidak menyukai mata indah itu terus tertutup. Rasanya ia ingin memaksa mata indah itu terbuka.


"Tidak akan kubiarkan yang membuatmu seperti ini merasakan dunia lebih lama," batin Marvel.


Marvel mengambil tangan Raina yang pucat itu ke genggamannya. Lalu ia mengecup lama tangan Raina.


Tiba-tiba Marvel menegang mengingat ucapan dokter tadi yaitu jika 1×24 jam Raina tidak sadar artinya ia dinyatakan koma.


"Kapan kamu sadar? Ayolah sadar, aku menunggumu. Aku janji akan menuruti permintaanmu apapun itu. Ayo bangun Raina!"


Marvel memandang sendu ke arah Raina.


"Mukamu pucat sekali," ujar Marvel sambil memegang pipi Raina.


"Apa kau mendengarku sekarang? Kalau kau mendengarkanku ku mohon bangunlah, aku rindu dengan matamu yang indah, aku rindu dengan senyumanmu yang semanis gula, aku rindu dengan perlakuanmu yang memberikanku kehangatan, aku juga rindu tawamu yang sangat lepas itu. Harusnya aku tidak mengizinkanmu ke toilet tadi. Harusnya kita bermain arena permainan lain saja. Sebentar saja kau tidak ada, rasanya ada yang hilang di hidupku," kata Marvel panjang lebar berharap akan ada jawaban dari lawan bicaranya.

__ADS_1


Sayangnya harapan itu belum terwujud. Raina masih belum sadar dan terus memejamkan matanya.


Satu hal yang Marvel tak sadari, sekarang ia tidak bisa hidup tanpa Raina.


__ADS_2