RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 24


__ADS_3

Marvel dan Raina pun telah memasuki mall tersebut.


"Ramai sekali!" pekik Raina.


"Jelas ramai, namanya juga pusat perbelanjaan," jawab Marvel.


"Hehe benar juga," ujar Raina sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Kita cari baju dulu, ayo!" ajak Marvel sambil menarik tangan Raina ke salah satu toko baju.


Di toko baju...


"Permisi Tuan dan Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pelayan di toko baju itu.


"Carikan saya baju keluaran terbaru dan ukurannya sesuai dengannya," ucap Marvel dingin.


"Tapi aku tidak membutuhkan baju, Marvel!" bantah Raina.


"Aku tidak bertanya."


Raina memutar matanya malas.


"Mari ikut saya, Nona!"


"Hem, baiklah," pasrah Raina.


Setelah lama menunggu Raina yang sedang mencoba baju, akhirnya Raina keluar dari fitting room tersebut.


Raina terlihat sangat cantik walau memakai pakaian yang sederhana. Marvel yang melihatnya pun sempat terpukau dengan kecantikannya.

__ADS_1


"Kau sungguh cantik," puji Marvel spontan.


"Kau barusan memujiku?" tanya Raina polos.


"Lupakan," ucap Marvel sambil pergi ke arah kasir.


Tanpa basa-basi Marvel langsung memberikan kartunya ke kasir.


"Saya beli ini dan tolong kirimkan ke mansion saya pakaian lainnya yang bagus," ujarnya lalu pergi dengan menggenggam tangan Raina.


Reinald tanpa ditugasi pun langsung mengurus pembayarannya.


Marvel memandangi Raina disertai dengan kekehan karena menurutnya cara Raina melihat satu per satu isi mall itu sangat menggemaskan. Terlihat juga dari mata Raina yang berbinar, menambah daya tarik tersendiri bagi Marvel.


"Kau mau makan apa?" tanya Marvel mengawali pembicaraan.


"Aku sudah kenyang. Tadi kan kita sudah sarapan," jawab Raina.


"Aku mau minum aja, tapi aku tidak mempunyai uang," kata Raina lesu.


Ya Raina sebenarnya tidak suka diajak ke mall apalagi mall mewah seperti ini. Itu hanya akan menghabiskan uangnya saja. Bukan menghabiskan uang sih, Raina saja tidak punya uang.


"Astaga Raina, aku yang mengajakmu ke sini. Itu artinya aku yang membayarkan semua yang kamu mau," ujar Marvel sambil mengelus rambut Raina yang sangat halus.


"Tapi, tadi kamu sudah membelikan aku baju.. Masa sih kamu bayarin aku lagi."


"Sudah, pokoknya aku yang bayarin. Ayo sekarang kamu pilih mau minum apa."


Mereka pun berkeliling melihat-lihat minuman apa yang kira-kira disukai. Tapi rasanya Raina hanya sekedar melihat tanpa tertarik.

__ADS_1


"Minuman macam apa sih yang ada di sini? Kenapa aneh-aneh?" tanya Raina kesal.


"Aneh?" ujar Marvel heran.


"Namanya aneh, pasti minumannya juga aneh rasanya!" alibi Raina.


"Kau belum mencobanya sudah sok tahu. Pilih dulu dan mencobanya."


Raina dan Marvel pun akhirnya sudah selesai membeli minum dan kembali berkeliling sambil sesekali bercanda tawa.


"Minuman aneh ini ternyata enak juga. Aku suka," ujar Raina.


"Ku bilang juga apa. Coba dulu makanya," kekeh Marvel.


"Kau mau ke mana lagi?" Marvel bertanya lagi.


"Aku tidak tahu. Hmm, kamu ke sini mau apa?"


"Nemenin kamu," jawab Marvel spontan.


"Lah tapi kan kamu yang ngajak."


"Ya sudah ke sana aja yuk," kata Marvel sambil menunjuk ke arah Timezone.


"Timezone? Apa itu?" tanya Raina.


"Tempat bermain, sudah tidak usah bertanya lagi, ayok ke sana," ajak Marvel sambil menarik tangan Raina.


Sesampainya di Timezone.

__ADS_1


"Wah!" kagum Raina saat melihat dalam Timezone.


"Aku akan isikan dulu kartunya. Kamu tunggu di sini," ucap Marvel sambil mengusap rambut Raina sebentar.


__ADS_2