RAINVEL

RAINVEL
EPISODE 12


__ADS_3

Di kos Raina..


"Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Kenapa aku kepikiran sama Marvel ya? Lagi apa dia saat ini? Aku ingin meneleponnya tapi aku tidak punya pulsa. Bukan itu sih alasan utamanya. Aku tidak punya nomer telepon Marvel," ujar Raina dalam hatinya.


"Aku tidur sajalah," kata Raina sambil membaringkan dirinya ke tempat tidur dan menutup matanya.


Saat mulai terlelap dalam alam mimpinya..


Tiba-tiba..


Duk..


Raina spontan membuka matanya dan duduk di tempat tidur.


"Siapa di sana? Apa ada orang?" tanya Raina.


Tidak ada jawaban..


Lalu Raina pun sedikit berteriak, "tolong jangan menakutiku!"


Dor.. Dor.. Dor..


Pintu Raina diketuk sangat kencang.


"Siapa di sana? Bagaimana jika itu perampok? Tapi dari semua yang kos di sini aku yang paling miskin, bagaimana bisa perampok malah mendatangi tempat ku?" ujar nya pelan.


"BUKA PINTUNYA!" teriak orang yang menggedor pintunya.


Raina langsung mencari hp-nya dan ingin menghubungi Aileen.


Tut..Tut..Tut..


"Ayolah Aileen, kenapa kau tidak menjawab? Aduh! Aku harus minta tolong ke siapa lagi?" panik Raina.


"Oh ya Marvel!"

__ADS_1


"Tidak.. Oh tidak.. Aku lupa kalau aku tidak mempunyai nomer nya."


Raina mencoba menghubungi Aileen lagi. Tak lama kemudian, telepon pun menyambung dengan Aileen.


"Akhirnya kau jawab! Aileen aku sungguh takut saat ini, tolonglah aku," kata Raina tergesa-gesa.


"Raina, aku minta maaf. Tadi di rumah terjadi sesuatu, aku harus menenangkan ibuku. Ada apa Raina?"


"Di sini Aileen, ada orang yang ...."


Teleponnya pun terputus.


"OH TIDAK! Kenapa pulsaku harus habis? Bagaimana ini?"


Duak!


Pintu kamar Raina berhasil terdobrak.


Raina melihat orang-orang berpakaian hitam dan bertopeng.


"Siapa kalian? Mau apa kalian?" tanya Raina memberanikan diri.


"Apa mau kalian? Apa aku pernah punya salah? Aku rasa aku tidak mengenal kalian! Jangan sok mengenalku."


Tiba-tiba salah satu orang bertopeng itu maju mendekati Raina dan menunjukan sebuah foto.


Raina terkejut.


Itu foto Aileen dan keluarganya.


"Kau tahu siapa mereka? Jika kau tidak menuruti ku , maka mereka akan habis di tanganku," ancam orang bertopeng itu.


"Aileen dan keluarganya sangat baik padaku. Sekarang mereka dalam bahaya karena diri ku. Apa yang harus kulakukan?" batin Raina.


"HEY!" teriak orang bertopeng itu.

__ADS_1


Raina tersentak, "baiklah kalian mau apa? Sebelumnya, aku minta kalian jangan macam-macam dengan mereka!"


"Kau galak sekali! Aku baru hanya memberi peringatan pada ibu ini!" tunjuknya ke arah foto ibu Aileen.


"Apa yang kau lakukan pada mereka? Kau sudah berjanji tak menyakitinya."


"Itu peringatan kecil, Raina. Aku bisa melakukan lebih dari itu."


"Cepat katakan apa yang kau mau!" ujar Raina tak sabar.


"Aku hanya ingin satu.."


"Jauhi Marvel!" lanjutnya.


Deg..


"Dia bilang apa barusan? Marvel katanya?" kata Raina dalam hati.


"Tapi kenapa? Kalau pun Marvel yang berurusan dengan kalian, jangan pernah melibatkan ku," ujar Raina pelan.


"Tidak bisa. Pokoknya aku hanya bilang kepadamu. Jangan coba-coba melawan. Jauhi Marvel dan hidupmu beserta sahabatmu akan aman. Oh aku tahu. Apa kau mau sahabatmu itu ku beri hadiah?"


"BAIKLAH! AKU AKAN MENJAUHI MARVEL!" pasrah Raina.


"Bagus.. Aku ingatkan sekali lagi, jika kau melanggar kau tahu konsekuensi nya."


"Pergi!" perintah orang bertopeng itu pada kawan-kawan nya.


Setelah mereka pergi, Raina pun langsung terduduk lemas di lantai.


"Jauhi Marvel? Rasanya aku tidak ingin Tapi bagaimanapun aku juga tidak akan bertemu dengannya lagi kan?" batin Raina.


Raina terus memikirkan apa yang mereka suruh.


Aku tidak bisa tidur hari ini.

__ADS_1


Perkataannya selalu terngiang di benakku.


JAUHI MARVEL.


__ADS_2