
Ratih, Nathan, dan Raina sudah tampak seperti keluarga kecil yang bahagia. Bahkan banyak orang yang menatap iri ke arah mereka. Ratih dan Nathan juga berjalan dengan bergandengan tangan. Hal itu membuat mereka semakin terlihat harmonis.
"Kamu mau aku ajak ketemu sama anak aku?" tanya Nathan tiba-tiba.
Ratih langsung menghentikan jalannya.
"Kamu sudah punya anak?" tanya Ratih terkejut.
"Aku sudah mempunyai dua anak. Satu perempuan dan satunya lagi laki-laki," jawab Nathan.
"Astaga, aku baru tahu. Tapi aku tidak enak dengan istrimu. Kalau kita ketahuan gimana?" tanya Ratih polos.
"Tidak akan ketahuan. Kebetulan saat ini istri aku tidak ada di rumah. Aku tadi menyuruh orang untuk mengeceknya," balas Nathan lembut.
"Tapi kalau anakmu tidak menerimaku gimana? Terus anak-anakmu mengadukannya ke istrimu. Aku tidak mau jadi pengacau, Nathan. Aku takut," kata Ratih sembari memeluk erat Raina yang berada di gendongannya.
"Aku rasa tidak. Lagi pula mereka pasti akan sangat senang jika melihat Raina di sana. Mereka pasti suka dengan bayi lucu seperti Raina," ucap Nathan.
"Baiklah," putus Ratih.
Mereka pun kemudian beranjak menuju ke rumah Nathan.
Nathan membuka pintu rumah dan anak-anaknya langsung terkejut.
"Ayah?" panggil putrinya Nathan dengan suara imutnya.
"Iya sayang, kamu lagi apa?" tanya Nathan lembut.
"Main sama adik," jawabnya antusias.
"Loh ini siapa Ayah?" tanya anak kecil itu sembari menunjuk Ratih.
"Tidak sopan nunjuk gitu ke orang yang lebih tua. Dia teman Ayah. Kamu mau lihat tidak? Putrinya teman Ayah ini sangat menggemaskan dan cantik," kata Nathan kepada anak-anaknya.
"Mau Ayah," seru mereka berdua antusias.
Hati Ratih menghangat melihat perlakuan Nathan yang sangat penuh perhatian dan kasih sayang pada anak-anaknya. Itu membuat Ratih semakin suka juga padanya. Bahkan Ratih berpikir, Nathan sudah sangat cocok untuk menggantikan Raihan sebagai Ayah dari Raina.
"Halo, ini anaknya tante. Namanya Raina Crystal Alvania. Dipanggilnya Raina. Tapi maaf ya, Raina belum bisa ikut main seperti kalian. Dia masih kecil. Nanti kalau sudah besar, tante ajakin Rainanya buat main sama kalian ya?" ujar Ratih lembut.
"Iya tante," jawab mereka berdua serempak.
"Pipinya gemes banget tante. Aku boleh megang?" tanya putri dari Nathan.
__ADS_1
"Boleh dong. Tapi pelan ya, kulit bayi soalnya masih sensitif. Nanti Rainanya jadi jelek loh," kata Ratih sembari terkekeh dan memberi perhatian.
"Siap tante."
Anak kecil itu memegang pelan pipi Raina.
"Lembut seperti kapas tante," ujarnya polos.
"Nama kalian siapa sayang? Yuk perkenalkan diri pada tante," ujar Ratih.
"Aku Shara tante. Ini adiknya Shara yaitu Marvel."
"Wah nama yang bagus," puji Ratih.
"Terima kasih tante."
"Sama-sama sayang, lucu banget sih kalian," ujar Ratih gemas.
"Ayah tidak mau bertemu dengan Bunda? Bunda pasti merindukan Ayah seperti kita yang sangat merindukan Ayah," kata Shara dengan suara khas anak kecil.
Nathan menatap Ratih, sedangkan yang ditatap hanya diam saja tidak berniat membuka suara.
"Eh maaf ya sayang, tante kayaknya tidak bisa lama-lama di sini," kata Ratih meminta maaf.
"Iya pasti."
"Ayah keluar dulu. Mau nganterin tantenya pulang," ujar Nathan pamit pada anak-anaknya.
Nathan pun mengantar pulang Ratih. Sesaat sudah sampai di sana, Nathan langsung menyetop Ratih yang akan langsung masuk ke rumahnya.
"Kenapa?" tanya Ratih.
"Maaf kalau tadi membuatmu kurang nyaman," ujar Nathan tak enak.
"Tidak perlu minta maaf. Aku capek, mau istirahat dulu. Kasian juga Raina dia masih kecil harus banyak istirahat," kata Ratih sembari masuk ke rumahnya.
Saat Ratih masuk, ia sungguh terkejut melihat Raihan yang berada di sofa.
"Ke mana?" tanya Raihan dingin.
"Aku ke luar sebentar tadi. Ada urusan," jawab Ratih berbohong.
"Sekarang kamu suka bohong ya? Baru tahu ternyata istriku ini sekarang menjadi pembohong. Padahal kau tahu aku tak suka dibohongi," ujar Raihan.
__ADS_1
"Maksud kamu tuh apa sih? Tidak jelas banget. Sudahlah aku capek, mau ke dalam dulu," kata Ratih.
"Selama ini kamu selingkuh ternyata di belakang aku. Kurang apa sih aku Ratih? Mana janji kita dulu?" lirih Raihan.
Ratih menegang. Dari mana Raihan tahu?
"Aku tidak selingkuh!" kata Ratih dengan suara yang tinggi.
Itu membuat Raina yang sedang tertidur lelap bangun dan menangis karena kaget dengan suara mamanya.
"Aduh sayang, maafin mama ya. Mama benar-benar tidak sengaja," ujar Ratih berusaha menenangkan Raina. Setelah Raina kembali tenang, ia menidurkan Raina di tempat tidurnya dan melanjutkan pembicaraannya dengan Raihan.
"Kamu sih, Raina jadi kaget kan. Lagian nuduh-nuduh juga sih," kata Ratih kesal.
"Nuduh? Aku punya bukti Ratih. Aku tidak akan menuduhmu tanpa bukti. Lalu kamu bisa jelaskan apa maksud dari foto-foto ini?" tanya Raihan sembari melempar banyak foto ke muka Ratih.
Ratih membeku. Itu semua foto kegiatannya bersama Nathan. Kini rasa bersalah meliputi hatinya.
"Aku akui aku memang salah, Ratih. Aku tidak jujur denganmu masalah kantor. Tapi bukan begini caranya untuk membalasku. Aku lagi pusing karena memikirkan hidupmu dan Raina kelak," ujar Raihan serak. Raihan berusaha menahan air matanya yang akan keluar. Ia ingin ia tetap tegar.
"Aku.."
"Aku tidak tahu cara berpikir kamu, Ratih. Selama ini kamu kira aku main-main dengan hubungan kita? Aku tidak pernah main-main soal ini! Kita juga sudah ada tanggung jawab Ratih. Kita ada tanggung jawab untuk menjaga dan membahagiakan anak kita!" ujar Raihan mulai emosi.
Ratih tak tahan juga. Runtuh semua pertahanannya. Ratih menangis tersedu-sedu. Dia tidak bisa menyalahkan Raihan karena benar di sini ia yang telah melakukan hal yang fatal.
"Maaf," kata Ratih. Hanya satu kata itu yang dia bisa ucapkan.
"Sekarang jawab aku dengan jujur Ratih! Kamu milih dia atau aku?" ujar Raihan yang membuat Ratih semakin menangis.
Ratih diam. Ia tidak bisa memilih keduanya. Perasaannya tak karuan. Bahkan ia pun juga tidak tahu lebih mencintai siapa. Tak bisa dipungkiri, Ratih juga masih cinta dengan Raihan. Tapi bagaimana dengan Nathan?
Raihan terkekeh.
"Kamu diam. Aku menganggap diam mu itu sebagai jawaban kau memilih dia. Terima kasih Ratih atas waktu nya. Terima kasih sudah menjadi istri yang baik dan terima kasih telah melahirkan anakku," ujar Raihan final.
"Aku tidak akan pernah memaksamu. Ini semua salahku. Aku memang suami yang tidak baik. Maaf aku telah menjadi suami yang selalu merepotkanmu, aku pamit," lanjut Raihan sembari melangkahkan kakinya keluar dari rumah.
Tuhkan Raihan tau.. Nathan juga ternyata Ayah dari Marvel sama Shara loh.😁
Jangan lupa like, komen, vote, dan klik favorit.
Ditunggu ya kelanjutannya.
__ADS_1