Ranum

Ranum
TRIBUN KECIL


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.34. Ranum memutuskan untuk keluar dari selnya, menuju lapangan. Ranum berjalan memasuki lapangan. Dari kejauhan Ranum melihat teman – teman barunya dan Melvin sedang duduk di bangku pinggir lapangan. Tapi bangku di lapangan tidak cukup untuk mereka semua. Beberapa ada yang duduk di rumput pinggir lapangan. Ranum melihat ke arah tribun kecil di seberang lapangan. Ranum menuju ke tribun kecil itu. Ada 18 tahanan yang sedang duduk santai di tribun itu.


“Aku butuh tempat ini.” Ranum berbicara ke kelompok tahanan yang ada di tribun kecil itu.


“Hah? Kau datang tiba – tiba, lalu meminta begitu saja?” Salah seorang berbicara ke Ranum.


Ranum mengangguk. “Aku membutuhkan tribun ini.


Salah seorang dari kelompok itu lompat ke depan Ranum. Lalu menempelkan kepalanya ke kepala Ranum. “Disini kau hanya anak baru. Mungkin kau bisa mengalahkan kelompok Bert yang berisikan 8 orang, tapi kelompok ini berbeda. Kami bisa mengalahkanmu dengan sekali hantam. Lebih baik kau pergi dari sini sebelu-“


Belum selesai orang itu menyelesaikan kalimatnya Ranum melayangkan tinju uppercut ke dagu orang tersebut. Orang itu terpelanting tiga meter, seketika merenggut nyawanya dengan satu pukulan. Ranum tersenyum ke arah tahanan yang duduk di tribun.


“Aku butuh tribun kalian.” Ranum tersenyum.

__ADS_1


Octo dan anggotanya yang melihat Ranum, segera ingin berdiri. Tapi Melvin menahan mereka semua. Melvin menyuruh Octo dan lainnya untuk tetap duduk tenang, melihat Ranum menyelesaikan semuanya.


“Kalian tenang saja, Mark akan membuktikan semua omongan yang telah aku ceritakan ke kalian tentangnya.” Melvin berbicara dengan santai.


“Tapi kelompok David John memiliki anggota lebih dari 10 orang.” Octo bingung melihat Melvin yang tenang.


“Seharusnya kelompok David melihat Ranum yang sendiri seperti melihat puluhan pasukan pembunuh bayaran yang haus darah.” Melvin tertawa kecil.


Ranum menatap tajam 17 orang yang tersisa. “Aku butuh tempat ini.” Belum menyelesaikan kalimatnya, Ranum berlari ke arah kelompok David. Lalu lompat ke orang yang paling dekat, Ranum memukul rahang orang pertama dengan pukulan telak, membuat rahang orang itu patah hingga rahangnya melambai hampir mengenai lehernya. Ranum melepaskan tinju kirinya menghantam orang kedua tepat di tulang mata kanan orang tersebut, membuat mata orang itu keluar dari tengkorak wajahnya. Dua orang langsung tergeletak tak bernyawa di kursi tribun. Ranum mendarat, berdiri di kursi tribun, jaraknya hanya satu meter dari kelompok David yang tersisa. Salah satu anggota David berhasil menendang kaki Ranum, membuat Ranum terjatuh ke rumput lapangan. Ranum mengaduh, bukan karena sakit, melainkan karena terkejut akibat tendangan tersebut.


Ranum segera berdiri, memantapkan kuda – kudanya. Kelompok David berlarian ke arah Ranum, mereka menyerang Ranum, membabi buta. Satu pukulan melayang ke arah kiri Ranum, Ranum berhasil menepis serangan itu. Tendangan selanjutnya mengarah ke kepala Ranum, lagi - lagi berhasil dihindari dengan mudah. Ranum melayangkan satu tinju mengarah ke wajah orang di depannya. Pukulan itu berhasil mematahkan hidung orang itu. Orang itu menggeliat di tanah. Satu pukulan melayang mengarah ke perut Ranum, kaki Ranum cepat mengangkat, menahan pukulan tersebut. Kaki Ranum yang terangkat itu dengan gesit balik menyerang leher salah seorang anggota kelompok David. Tendangan itu sangat mematikan, hingga membuat jakun orang itu tak terlihat lagi di lehernya.


Ranum langsung melepaskan dua pukulan sekaligus, dua orang lagi langsung melayang, terbanting ke rumput, merenggut nyawa kedua orang tersebut. Belum kuat memasang kuda – kuda, salah satu anggota David berhasil menendang Ranum tepat di dadanya. Ranum terpelanting satu meter ke belakang. Sebelas orang yang masih berdiri melompat ke arah Ranum. Tidak banyak berpikir, Ranum segera berdiri, lalu melayangkan pukulan ke dua orang yang masih berada di udara, dua pukulan itu berhasil memukul telak tepat di bagian mulut dua orang tersebut. Satu orang kehilangan delapan buah gigi, dan satunya lagi kehilangan enam buah gigi. Satu pukulan berhasil mendarat di wajah Ranum, berhasil mematahkan hidung Ranum, Ranum mengaduh, karena hidungnya mulai mengeluarkan darah.

__ADS_1


Ranum sambil memegangi hidungnya, menatap tajam sembilan orang yang masih berdiri tegap. Ranum berdiri, lalu berlari ke arah orang yang tersisa, lompat, melayangkan tendangan ke arah orang terdekat, orang itu berhasil terlempar satu meter, Ranum melepaskan tinju kanan dan kirinya, menjatuhkan dua orang lagi, Ranum menjambak dua kepala sekaligus menggunakan dua tangannya, dengan sangat cepat dua kepala itu di adu sekuat mungkin, berkali – kali. Dua orang itu tewas seketika dengan wajah yang sudah tidak ada bentuknya. Ranum menatap empat orang yang masih berdiri. Empat orang itu menyerang Ranum secara bersamaan.


Dari luar lapangan, ada empat sipir berlari – lari ke munuju ke dalam lapangan. Ranum masih berkelahi melawan empat anggota yang tersisa. Melvin, Octo dan seluruh tahanan lainnya serius menatap perkelahian itu, sebagian bersorak – sorak memberikan semangat ke orang yang mereka dukung.


Satu pukul melayang ke arah pipi Ranum, tangan kiri Ranum gesit menepis pukulan tersebut. Tangan kanannya membalas pukulan tersebut sangat cepat dan akurat mengenai kepala orang tersebut hingga tersungkur ke rumput. Satu tendangan berhasil mengenai pinggang Ranum. Ranum mengaduh, tapi tidak kehabisan akal, Ranum mengunci kaki orang itu di pinggangnya, kemudian Ranum menghantam lutut orang itu menggunakan sikunya. Lutut kaki orang itu patah hingga bentuk lututnya terbalik. Satu tendangan kembali mengenai Ranum, membuat Ranum terlempar dua meter ke belakang. Belum sempat Ranum bergerak, satu orang lagi lompat ke arah Ranum, melayangkan pukulan. Ranum berguling di rumput dengan cepat, tangan orang itu menghantam rumput lapangan.


Ranum berdiri langsung menginjak kepala orang itu hingga hancur, hampir rata dengan rumput lapangan. Orang terakhir berlari ke arah Ranum. Tiba – tiba dua orang memegangi tangan Ranum dari belakang. Ranum terkejut, reflek menarik tangan kanannya, membuat orang itu terbanting. Kaki Ranum gesit menghantam kepala orang itu, hingga tulang lehernya patah. Ranum menarik tangan kirinya, menyikut satu orang lagi yang ada di belakangnya tepat di wajah. Orang itu terjatuh. Ranum berbalik, meninju wajah orang itu hingga tengorak wajahnya hancur, wajahnya sudah tidak terlihat lagi seperti apa.


Ranum kembali fokus dengan orang yang ada di depannya. Ranum segera berlari, mencekik wajah orang terakhir di kelompok David, membanting orang itu ke tanah. Ranum mengantam – hantamkan kepala bagian belakang orang itu ke tanah hingga, tengkorak kepalanya pecah. Sedikit bagian otak di kepala orang itu terlihat. Ranum menatap semua tubuh yang bergelimpangan di lapangan, setiap ada yang bergerak, Ranum berlari ke arah tubuh itu lalu menghajar membabi buta. Hingga dapat dipastikan 18 anggota kelompok David John tewas. Ranum berdiri di tengah lapangan, mendongakkan kepalanya ke atas dengan mata tertutup.


Dua sipir yang melihat Ranum jatuh gemetar, di tambah melihat dua temannya hancur tak berbentuk di hajar Ranum. Lapangan itu lengang tidak ada yang bersuara sama sekali. Semua mata menatap Ranum dengan berbagai tatapan. Ranum menyeka hidungnya. Balik kanan menuju tempat Melvin dan kelompoknya berada. Ranum melangkah, tangannya meraih rokok yang ada di saku baju tahanannya. Ranum membakar rokoknya. Octo dan anggotanya berdiri melihat Ranum berjalan ke arahnya. Melvin masih duduk menganga melihat Ranum. Dua sipir yang jeri melihat Ranum, memutuskan untuk keluar dari lapangan perlahan – lahan.


Saat jarak Ranum dan kelompoknya hanya tiga meter, Ranum melempar bungkus rokok ke kelompoknya tersebut. “Hisaplah.” Ranum berseru singkat, kembali menghisap rokoknya.

__ADS_1


__ADS_2