
Ranum masuk ke dalam ruang makan, disusul Kripala dan Kayla. Belum sempat Ranum duduk di kursinya, Arsyanendra berseru ingin menunjukkan sesutau. Arsyanendra memandu seluruh keluarganya menuju Carport mansion tersebut.
“Perkenalkan mobil terbaru buatanku, BULLS HORN!” Arsyanendra dengan bangga berseru. Memamerkan mobil yang ada di sebelahnya.
“Itu hanya Aston Martin Vulcan biasa.” Ranum menjawab datar. “Pun mobil itu tidak menyerupai banteng ataupun memiliki tanduk seperti banteng.” Lanjut Ranum.
“Aku asal menamainya, menurutku itu nama yang paling keren.” Arsyanendra tersenyum lebar. “Jika dilihat sekilas memang ini seperti Vulcan pada umumnya, lebih tepatnya memang aku menggunakan basic dari Aston Martin Vulcan. Tapi aku sudah merubah sebagian besar perangkat yang ada di mobil ini. Chassis, kaki – kaki dan body mobil ini sudah aku lapisi dengan campuran logam lonsdaleite. Mobil ini tidak akan rusak walaupun terlindas tank militer!” Lanjut Arsyanendra mempresentasikan mobilnya tersebut dengan bangga.
“Di bagian Velg, aku menggunakan campuran logam wurtzite dipadukan dengan ban yang di buat dari alotrop karbon grafena. Mobil ini akan sangat kuat hingga ke bagian kaki kakinya. Dan untuk kak Dayana, sebaiknya kamu juga menggunakan grafena untuk baju pelindung buatanmu.” Arsyanendra kemudian menunjuk Dayana, menyeringai.
“Baiklah profesor.” Dayana menjawab singkat.
“Mobil ini juga memiliki banyak fungsi, bagian grill depan bisa mengeluarkan barrier runcing yang mengarah ke bawah. Barrier itu juga terbuat dari campuran lonsdaleite tentu saja. Sebelumnya aku coba menggunakan berlian, tapi tidak terlalu kuat. Padahal aku ingin sedikit menaruh kesan glamor di mobil ini.” Arsyanendra bersungut – sungut. “Sebelumnya terima kasih untuk kak Dayana. Karena dia telah menemukan materi baru yang diberi nama DQ-I. Jika AM-III memiliki kekerasan 113 GPa, material DQ-I yang ditemukan kak Dayana memiliki kekerasan 379 GPa, itu membuat kaca mobil ini sangat – sangat kuat. Mobil ini juga sangat ramah lingkungan, aku merubah semua mesin mobil ini. Mobil ini menggunakan bahan bakar air laut. Harus air laut. Kapasitas tanki air laut di dalam mobil ini sudah aku modifikasi menjadi 90 liter. Mobil ini hanya butuh 1 liter air laut untuk bisa menempuh jarak 40km!” Arsyanendra berseru bangga.
“Bagaimana dengan tenaga mobil ini?” Ranum memotong.
__ADS_1
Arsyanendra tertawa. “Mobil ini dapat menghasilkan daya 880 hp!”
“Boleh aku mencobanya?” Ranum penasaran.
Arsyanendra menggeleng. “Aku belum selesai menjelaskan mobil ini kak. Bersabarlah dulu.” Arsyanendra tersenyum lebar. “Spion mobil ini dapat menjadi senjata yang bisa mengeluarkan peluru .30 carbine spion ini hanya bisa menampung 7 peluru di setiap bagiannya. Lampu depan dan belakang mobil ini juga bisa menembakkan peluru EMP yang dapat menempel di body mobil umum. Peluru EMP ini sangat efektif untuk merusak mobil yang sedang mengejar kalian atau kalian kejar. Kita lanjut ke bagian fender depan, fender bagian atas ini dapat mengeluarkan senjata berukuran kecil yang dapat mengunci target kalian. Senjata ini mengeluarkan rudal yang dapat menghancurkan satu rumah. Aku lebih menyarankan kalian lebih berhati – hati saat menggunakannya, memang bisa mengunci target, tapi ledakan yang dihasilkan itu yang membuat rusuh satu kota.” Arsyanendra tertawa.
“Lalu apa fungsi lubang tambahan yang ada di sebelah lampu utama itu?” Bos besar mulai bertanya.
“Pertanyaan yang sangat bagus yah! Karena aku sangat suka dengan AWM, aku menambahkan lubang kecil itu untuk menembakkan peluru .300 WM atau .338 LM. Dan khusus untuk yang ini aku memberikan ruang lebih banyak untuk magasinnya. Magasin khusus ini bisa menampung 9 butir peluru tanpa perlu mengokang.” Arsyanendra menjelaskan dengan bangga.
“Berapa biaya yang kamu habiskan untuk mobil ini nak?” Nyonya besar bertanya ke Arsyanendra.
“Sekitar 87 Milyar bu, tapi sangat sepadan bukan dengan harganya?” Arsyanendra memasang wajah imut.
“Sepadan jika mobil itu untuk Ranum. Aku rasa mobil itu hanya cocok untuk dia.” Dayana tertawa menunjuk Ranum.
__ADS_1
Arsyanendra mengangguk. “Mobil ini memang aku buatkan khusus untuk kak Ranum, aku juga sudah memasang Moon disana. Sebenarnya mobil ini hadiah dariku atas kepulangannya setelah bertahun – tahun lupa keluarga.” Arsyanendra tertawa diikuti anggota keluarga lainnya. “Tapi jika kalian mau, aku bisa membuatkan mobil seperti apapun yang kalian inginkan.” Lanjut Arsyanendra berbicara.
“Lebih baik uang itu aku simpan daripada harus menghamburkan uang sebanyak itu untuk sebuah mobil.” Kripala tertawa.
“Kamu sedang mengerjakan proyek apa saja saat ini?” Kayla bertanya ke Arsyanendra.
“Pertanyaan brillian, aku sedang membuat robot. Ah jangan robot, aku benci dengan nama itu. aku sedang menciptakan manusia yang bisa melakukan segala hal. Prosesnya sudah sekitar 80 persenan, tapi masih terkendala di pergerakannya, yang menurutku masih terlalu kaku. Aku juga sedang mengembangkan ponsel untuk keluarga ini. Lihatlah.” Arsyanendra meraih sakunya, mengeluarkan sebuah kaca bening berukuran 6,1 inch. “Ini bukan kaca biasa, ini kaca yang terbuat dari materi DQ-I milik kak Dayana. Dan ini adalah sebuah ponsel.” Arsyanendra mengetuk kaca itu dengan jarinya, kemudian kaca itu menampilkan halaman utama layaknya handphone pada umumnya. “Aku membuat sistem operasi khusus keluarga Loshad, sistem operasi ini tidak akan bisa di tembus oleh siapapun. Handphone ini hanya memiliki ketebalan 3,4mm. Jika handphone ini dijual di pasaran akan menjadi handphone tertipis di dunia.” Arsyanendra tertawa.
“Oh ada lagi yang sedang aku kerjakan. Aku juga sedang mengerjakan senjata, lebih tepatnya aku sedang mengembangkan rudal yang sangat mematikan dengan menggunakan bahan dasar botulinum toxin dan Venomous Agent X. Tapi rudal itu masih sangat jauh dari kata siap. Masih banyak yang harus aku kembangkan agar bisa menjadi rudal paling mematikan di dunia.” Arsyanendra berseru bangga. Yang lainnya tertawa melihat Arsyanendra.
“Bagaimana denganmu Dayana?” Bos Besar bertanya ke Dayana. “Apa kamu sudah menemukan obat dan vaksin yang tepat untuk virusmu?” Lanjut Bos Besar bertanya.
“Virus?” Ranum terkejut. “Virus apa?” Ranum bertanya semakin penasaran.
“Akan menjadi cerita yang sangat panjang jika harus diceritakan disini. Ayah lelah berdiri. Lebih baik kita ke ruang keluarga.” Bos Besar berjalan melangkah masuk ke dalam Mansion, diikuti istri dan anak – anaknya dari belakang. Ranum berpikir, mencoba menerka – nerka arah obrolan yang akan terjadi di ruang keluarga. Dia sangat berharap obrolannya tidak akan menjadi seperti yang sedang di khawatirkannya.
__ADS_1