Ranum

Ranum
TOKO


__ADS_3

Ranum bersama Claire dan Kaitlyn berjalan di toko Divad Jenos. “Silahkan pilih toko mana yang mau kamu kunjungi.” Ranum berbicara ke Claire sambil menggendong Kaitlyn.


Claire melihat – lihat sekelilingnya. “Sebaiknya kita pergi ke tempat lain saja.” Claire berbisik ke Ranum.


Ranum tertawa kecil. “Tuan putri, apa kamu menyukai tempat ini?” Ranum bertanya ke Kaitlyn.


Kaitlyn mengangguk, tersenyum lebar.


“Pilih toko mana yang paling cocok untuk ibumu.” Ranum menurunkan Kaitlyn dari gendongannya.


Kaitlyn berlari ke arah toko Blamian. “Anak pintar.” Ranum tersenyum melihat Kaitlyn. “Anakmu sudah memilih. Kamu tidak bisa menolaknya.” Ranum berbicara ke Claire.


“Selamat datang tuan dan nyonya. Ada yang dapat kami bantu?” Karyawan toko menyapa Ranum dan Claire.


“Tolong tunjukkan kepada nona ini pakaian terbaik yang kalian miliki.” Ranum berbicara ke karyawan tersebut.


“Baik tuan. Mari ikut saya nyonya.” Karyawan toko melangkah ke area pakaian wanita, diikuti Claire.


“Hei Kaitlyn, apa ada yang kamu suka di toko ini?” Ranum bertanya ke Kaitlyn.


Kaitlyn menarik sebuah mantel wol. “Aku mau ini.”


“Pasti sangat cantik jika kamu mengenakan mantel itu.” Ranum tersenyum. “Permisi.” Ranum berseru memanggil karyawan lainnya.


Karyawan itu menghampiri Ranum. “Ada yang bisa saya bantu tuan?” Lanjut Karyawan itu bertanya.


“Apa mantel ini ada ukuran untuk anak seusia dia?” Ranum bertanya ke karyawan tersebut.


“Ada tuan. Akan saya ambilkan.” Karyawan tersebut bergegas mengambil mantel wol yang ada di gudang.


“Tunggu sebentar.” Ranum menghentikan langkah karyawan tersebut. “Tolong temani anak ini, apapun yang dia mau, selama ada ukuran yang pas untuknya, tolong berikan.” Lanjut Ranum berbicara ke karyawan toko tersebut.


“Baik tuan.” Karyawan itu tersenyum.


“Kamu ikut tante ini ya, kamu bebas pilih apapun yang kamu mau.” Ranum tersenyum ke Kaitlyn.


Kaitlyn dan karyawan tersebut mulai mengelilingi toko. Ranum menunggu di sofa. Setelah lima belas menit akhirnya Kaitlyn kembali, membawa delapan jenis pakaian dan dua buah tas. “Sudah hanya itu yang kamu mau?” Ranum bertanya ke Kaitlyn.


Kaitlyn mengangguk, sambil memegangi pakaiannya.


Ranum tertawa kecil melihat tingkah Kaitlyn. “Berikan itu ke nona tersebut, agar segera di kemas kemudian bisa kita bawa pulang.” Ranum tersenyum menatap Kaitlyn.


Claire kembali membawa satu jenis pakaian.


“Hanya satu?” Ranum bertanya.

__ADS_1


Claire mengangguk.


“Apa banyak yang kamu tidak suka di toko ini?”


“Sebenarnya banyak yang bagus, tapi aku takut melihat harganya.” Claire berbisik.


Ranum tertawa. “Wanita ini sudah mencoba berapa pakaian nona?” Lanjut Ranum bertanya ke karyawan yang mendampingi Claire.


“Sekitar dua belas tuan.” Karyawan itu menjawab.


“Semua pakaian itu ada ukuran untuknya?” Ranum kembali bertanya.


“Ada tuan.” Karyawan itu mengangguk.


“Aku akan ambil semuanya, sekalian aku mau dua pasang sepatu dan tiga buah tas terbaik yang kalian miliki untuk wanita ini.” Ranum tersenyum.


“Baik tuan.” Karyawan tersebut bergegas pergi.


“Ranum, apa kamu serius!” Claire melotot, terkejut.


Ranum mengangguk, tertawa melihat ekspresi Claire. “Aku akan pergi ke kasir dulu.” Lanjut Ranum berjalan menuju kasir.


Setelah Ranum membayar semuanya, mereka keluar dari toko Blamian. “Apa ada lagi yang mau kamu beli?” Ranum kembali bertanya ke Claire.


Claire menggeleng. “Itu saja sudah berlebihan Ranum. Aku tidak mampu menggantinya.”


Kaitlyn menunjuk toko Dolke & Gaddama.


“Baiklah kita akan kesana.” Ranum tersenyum. “Setelah ini kita akan membeli mainan. Apa kamu mau?” Ranum bertanya ke Kaitlyn.


“Mau...” Kaitlyn tertawa riang.


Ranum bersama Kaitlyn dan Claire masuk ke toko tersebut. Claire mulai memilih pakaian untuk suaminya. Claire mengambil tiga jenis pakaian untuk suaminya, Ranum kembali membelikan sembilan jenis pakaian, lima buah tas, tiga pasang sepatu dan beberapa aksesoris untuk Claire serta menambah tiga jenis pakaian lagi untuk suami Claire. Sedangkan Kaitlyn sudah sibuk memborong enam jenis pakaian dan tiga buah sepatu.


Mereka keluar dari toko tersebut. Ranum mengajak Kaitlyn dan Claire ke toko mainan. “Silahkan pilih semua mainan yang kamu mau.” Ranum tersenyum menatap Kaitlyn.


Tanpa banyak bicara Kaitlyn langsung lari mengelilingi toko.


“Ini terlalu berlebihan Ranum.” Claire berkata.


“Apa membahagiakan anakmu sesuatu yang berlebihan?” Ranum bertanya.


“Barang – barang ini harganya tidak masuk akal.”


Ranum tertawa kecil. “Kalau tidak masuk akal, bisnis mereka tidak akan bertahan hingga hari ini.”

__ADS_1


“Kenapa kamu bersikap baik kepada kami?” Claire bertanya.


“Apa aku memiliki alasan untuk bersikap buruk?” Ranum tersenyum menatap Claire.


“Tapi ini berlebihan Ranum. Pun kita baru kenal, baru beberapa jam.”


Ranum tertawa kecil. “Iya aku tahu. Tapi menurutku ini normal dan tidak berlebihan, kamu tenang saja.”


Claire diam sejenak. “Kenapa kamu ke rumahku?” Lanjut Claire bertanya.


“Aku hanya ingin mengajak Kaitlyn bermain.” Ranum berbicara datar.


“Bukankah kamu orang yang cukup sibuk?” Claire bertanya.


Ranum menggeleng. “Tidak juga.” Ranum menjawab singkat.


“Lalu kenapa dengan wajahmu?” Claire kembali bertanya.


“Mungkin biar sama seperti wajahmu.” Ranum tertawa kecil.


Claire diam sejenak.


“Riasan itu hanya bisa menutup luka di wajahmu. Tidak di hatimu.” Lanjut Ranum berbicara datar.


“Apa maksudmu?” Claire bertanya bingung.


Ranum tersenyum, masih menatap orang – orang yang berseliweran. “Kamu yang seharusnya lebih tahu. Bukan aku.”


“Sebenarnya apa yang kamu ketahui?” Claire bertanya penasaran. “Sejak kamu mengantar Kaitlyn pada malam itu, kamu selalu membahas soal lukaku.” Lanjut Claire.


“Kaitlyn melihat kalian sedang bertengkar. Makanya dia kabur ke taman pada malam itu.” Jawab Ranum datar.


Claire kembali terdiam.


“Pada malam itu mata dan memar di wajahmu tidak bisa berbohong.” Ranum beranjak masuk ke dalam toko mainan. “Aku akan menemui Kaitlyn di dalam.” Ranum menitipkan barang bawaannya ke tempat penitipan barang.


Ranum tidak bisa menahan tawa ketika melihat Kaitlyn sibuk membawa banyak mainan di pelukannya bersama dua karyawan toko yang juga mendorong dua troli yang penuh dengan mainan. “Apa kamu sudah selesai berbelanja tuan putri?” Ranum bertanya ke Kaitlyn.


Kaitlyn mengangguk – angguk, tersenyum.


“Baiklah kita akan membayar semua mainan ini di kasir. Sini biar aku bantu bawakan.” Ranum meraih mainan yang ada di pelukan Kaitlyn, tangan kirinya menggendong anak kecil itu.


Setelah selesai melakukan pembayaran di kasir, Ranum segera menemui Claire. Kaitlyn berlari ke arah Claire kemudian memeluk ibunya tersebut, tertawa riang. “Kenapa kamu membeli banyak sekali mainan Kaitlyn?” Claire berbicara ke Kaitlyn.


“Dia hanya membeli satu troli, satu troli lagi diberikan secara cuma – cuma oleh pemilik toko.” Ranum menjawab, tersenyum.

__ADS_1


“Mana ada hal semacam itu Ranum.” Claire tidak percaya.


“Ini buktinya.” Ranum mengedipkan mata kanannya ke Kaitlyn, membuat Kaitlyn tertawa.


__ADS_2