
“Terima kasih telah membantuku kawan.” Chaser tertawa.
“Aku tidak sedikitpun berniat membantumu.” Ranum menjawab datar.
“Jelas – jelas kamu yang mengalahkan semua orang di helikopter itu.” Chaser tertawa sambil membantu Ranum berjalan menuju mobilnya.
“Aku membunuh mereka karena mereka merusak mobil istriku.”
“Mobil istrimu? Kamu sudah memiliki istri?” Chaser bertanya, terkejut.
Ranum mengangguk.
“Kamu tidak membunuh mereka karena ingin membantuku?” Chaser kembali bertanya.
“Jangan terlalu percaya diri.” Ranum menjawab singkat.
“Setidaknya kamu sudah berhasil mengalahkan mereka.” Chaser tertawa kecil.
“Bisakah kamu berhenti tertawa?” Ranum mulai risih.
“Jika aku bisa menganggap semua hal tidak lucu.” Chaser tertawa kecil.
Chaser membantu Ranum duduk di tepi jalan, di sebelah mobilnya. Ranum menghubungi Gabriel untuk mengirimkan seseorang untuk menjemputnya dan menderek mobilnya.
“Apa maksud pernyataanmu tadi?” Ranum bertanya, mematikan ponselnya.
“Aku adalah hasil eksperimen keluarga Jin dan keluarga Nogilevich.” Chaser tertawa. “Aku salah satu agen spesial mereka.” Chaser tersenyum.
“Bukankah mereka belum berhasil mengembangkan agen spesial itu?” Ranum bertanya.
“Iya dan tidak.” Chaser tersenyum, membuka topengnya.
“Kenapa dengan wajahmu?” Ranum bertanya datar.
“Kamu tidak terkejut melihat wajahku seperti ini?” Chaser bertanya.
Chaser memiliki tiga lubang hidung, satu lubang hidung tambahan berukuran lebih kecil dari dua lubang lainnya, lubang hidung tambahan itu berada di sebelah kiri. Pupil di mata kanan Chaser ada dua buah. Chaser memiliki empat puluh buah gigi, lima gigi tambahan tumbuh di bagian kanan dan tiga gigi tambahan tumbuh di bagian kiri mulut Chaser. Chaser memiliki rahang bagian kiri yang lebih besar. Rambutnya panjang sebahu, jenggotnya menutupi leher dan kumisnya menutupi mulut.
Ranum menggeleng.
Chaser membuka tactical suit dan sarung tangannya. “Apa sekarang kamu terkejut?” Chaser tertawa kecil.
Ranum kembali menggeleng.
Chaser meraih tangan Ranum, mengarahkan tulang Ranum ke dadanya. “Aku memiliki tulang dada yang rapat, menutupi seluruh organ dalamku. Jahitan – jahitan ini bukan bekas luka, tapi karena tambahan organ dalam yang tumbuh di dalam tubuhku.” Chaser tertawa. “Aku memiliki tiga jantung yang berdetak hampir 400 kali dalam satu menit. Aku memiliki ginjal, paru – paru, limpa, pembuluh darah, intinya aku memiliki organ dalam tambahan di tubuhku, paling banyak bertambah dua buah. Dan usus yang sedikit berada di luar tubuhku ini, karena usus ini bertambah panjang. Kamu tidak perlu berpikir bagaimana sistem pencernaanku. Akan sangat menjijikan jika aku menjelaskannya secara rinci.” Chaser tertawa geli.
“Jari itu juga?” Ranum bertanya.
__ADS_1
Chaser tersenyum mengangguk. “Tadinya aku memiliki sepuluh jari tangan seperti manusia normal, sekarang aku memiliki lima belas jari. Dua tambahan jari di tangan kanan dan tiga tambahan jari di tangan kiri.” Chaser tertawa kecil.
“Ini semua akibat serum regenerasi itu?” Ranum bertanya.
Chaser mengangguk. “Sebenarnya bukan hanya itu. Aku adalah kelinci percobaan di lab tersebut, hampir semua serum di masukkan ke dalam tubuhku. Termasuk aku jadi susah untuk menganggap semua hal tidak lucu.”
“Itu serum pengatur sistem limbik?” Ranum kembali bertanya.
Chaser mengangguk. “Sebenarnya yang mereka inginkan adalah agar dapat menghilangkan emosi lain dari agen spesial kecuali amarah. Tapi yang terjadi padaku malah aku menjadi semakin riang dan tidak bisa marah.”
“Perasaan apa saja yang tertinggal dalam otakmu?”
Chaser menggeleng. “Aku tidak tahu. Aku hanya merasakan kegembiraan, tidak pernah merasa takut dan marah lagi.”
“Serum apa lagi yang kamu terima?” Ranum bertanya.
“Serum amfibi, serum menambah masa otot, serum untuk menambah kecerdasan, serum untuk menguatkan kulit ari, serum untuk tidak merasakan sakit dan masih banyak lagi.” Chaser tertawa kecil. “Tapi aku memiliki keunggulan yang paling aku suka.” Lanjut Chaser tertawa geli.
“Apa?” Ranum bertanya datar.
“Aku memiliki ukuran kelamin lebih besar dan panjang dari bintang film porno.” Chaser tertawa.
“Itu bukan suatu keunggulan.” Ranum berdiri. “Sepertinya jemputanku sudah tiba.” Lanjut Ranum.
Chaser mengangguk. “Senang dapat bertemu denganmu Ranum.” Chser tersenyum.
“Bagaimana kamu mengetahui namaku?” Ranum bertanya.
Mc laren 720s spider berhenti di depan Ranum, seorang pria keluar dari mobil tersebut. “Silahkan Tuan Muda.” Pria itu memberikan kunci mobil tersebut ke Ranum.
“Terima kasih banyak.” Ranum tersenyum, menepuk pundak pria tersebut.
Pria itu tersenyum takzim. Mobil towing segera membawa mobil civic Ranum yang hancur ke bengkel. Ranum segera memacu mobilnya kembali ke rumah.
Ranum duduk di sofa, mengurut kakinya yang terkilir. “Ranum.” Chen berseru dari pintu depan.
“Hei.” Ranum menjawab singkat, mematikan rokoknya.
Chen menghampiri Ranum di ruang keluarga. “Ada tamu?” Chen bertanya.
“Tamu?” Ranum bertanya bingung.
“Itu di depan mobil siapa?” Chen kembali bertanya.
“Oh itu mobil keluargaku, mobilku sedang masuk bengkel.” Ranum menjawab datar, tetap sibuk mengurut kakinya.
“Kamu kenapa?” Chen bertanya penasaran.
__ADS_1
“Hanya terkilir.”
Chen memegang wajah Ranum, memalingkan wajah Ranum ke kanan dan ke kiri. “Kamu habis bertengkar lagi?” Lanjut Chen bertanya.
Ranum mengangkat bahunya.
“Sini biar aku yang urut.” Chen mengurut kaki Ranum.
Ranum menahan tangan Chen. “Sebaiknya kamu beristirahat, ini bukan masalah besar.” Ranum meminum whiskey yang ada di gelasnya. “Bagaimana filmnya?” Lanjut Ranum bertanya.
“Seru.” Chen tersenyum. “Tapi sangat menyedihkan, andai kamu ikut kami menonton film itu.” Chen bersandar ke Ranum, memeluk lengan Ranum.
“Kenapa kalau aku ikut?” Ranum bertanya bingung.
“Pasti aku bisa memelukmu seperti ini, suasana semakin romantis.” Chen memanyunkan bibirnya.
Ranum tertawa kecil.
“Kenapa?” Chen bertanya bingung, menatap Ranum.
“Aku tidak bisa membayangkan kamu nonton film romantis berdua dengan Olivia.”
“Memang kenapa?” Chen bertanya bingung.
“Ya pasti terasa canggung, kalian tidak bisa berpegangan tangan seperti layaknya sepasang kekasih atau saling berpelukan karena terharu menonton film itu atau melakukan hal lainnya yang dilakukan sepasang kekasih saat menonton film romantis.” Ranum tersenyum.
“Memang apa yang kamu tahu tentang wanita yang menonton film romantis?” Chen bertanya.
Ranum menggeleng. “Aku tidak tahu apa – apa, tapi Miranda selalu bersender di lenganku seperti kamu saat ini, dia menciumku saat adegan tertentu, dia bilang “jangan pernah tinggalin aku.” Saat adegan tertentu, dia mencium tanganku saat adegan tertentu, memelukku pada adegan tertentu, kadang menggerutu tidak jelas dan lain sebagainya.” Ranum tersenyum, tak terasa air mata keluar dari ujung matanya.
Chen menyeka air mata Ranum. “Lalu apa yang kamu rasakan saat menonton film romantis?” Lanjut Chen bertanya.
Ranum terseyum. “Aku tidak merasakan apapun dari film romantis. Tapi aku banyak belajar hal “romantis” dari film – film tersebut.” Ranum tertawa kecil.
“Lalu kenapa kamu mau menonton film romantis?” Chen kembali bertanya.
“Aku suka momen apapun ketika bersama Miranda. Sesimpel itu alasanku.” Ranum tersenyum.
“Tapi normal bagi wanita menonton film romantis bersama teman wanitanya, itu tidak secanggung dua laki – laki yang menonton film romantis berduaan.” Chen tertawa kecil.
“Oh ya?” Ranum bertanya.
Chen mengangguk. “Makanya sesekali cobalah untuk menonton film selain ironman.” Chen tertawa.
“Mungkin lain kali.” Ranum berdiri dari sofa. “Aku akan mandi lalu tidur.” Lanjut Ranum.
Chen berdiri. “Ranum.”
__ADS_1
Ranum menoleh. Chen dengan cepat mencium bibir Ranum selama beberapa detik. “Selamat malam.” Chen tersenyum, segera naik ke kamarnya.
Ranum mematung, mengangguk pelan.