Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Pertarungan Academy Perisai 2


__ADS_3

Keesokan harinya, pertandingan antar murid Academy Perisai segera dilanjutkan, setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tiba giliran Starla melawan juniornya yang berada di kelas King.


" Senior Starla senang menjadi lawanmu di pertandingan kali ini, mohon bimbingannya " ucap pria berambut ikal tersebut sebelum kemudian ia membuat senjata dengan element aginnya.


" Aku tidak akan menahannya walaupun kau adalah juniorku "


Starla juga tak mau ketinggalan, dia menggunakan element petir miliknya untuk membuat sebuah senjata berupa pedang yang di selimuti kilatan listrik.


Saat wasit sudah memberikan aba-aba pria berambut ikal tersebut segera melesat kearah Starla.


TRANG!


Kedua senjata saling beradu menimbukan kejut yang cukup besar sehingga keduanya mundur beberapa langkah.


Pria berambut ikal itu menambah kecepatan serangannya, kini ia menggunakan seluruh energi miliknya untuk mengalahkan Starla. Namun dengan mudah Starla mampu menangkis setiap serangan yang dilancarkan kearahnya.


Seakan setiap gerakan yang dilancarkan oleh pria berambut ikal tersebut sudah kebaca oleh Starla.


Setelah bertukar serangan selama beberapa menit, pria berambut ikal itu segera mengambil jarak dari serangan Starla.


" Tidak heran jika Senior Starla masuk dalam rank 10 murid terbaik Academy Perisai..."


" Bahkan aku yang di yakini menjadi yang terbaik dikelasku pun tidak bisa menandinginya "


Dirinya berdecak kagum saat melihat kemampuan gadis yang kini sedang berada di hadapannya itu, dia benar-benar kewalahan saat menghadapinya, apalagi dirinya yakin jika Starla masih menyimpan kekuatan penuhnya.


Kembali keduanya melesat secara bersamaan dan kemudian menyerang satu sama lain, kini gerakan keduanya mampu membuat setiap siswa - siswi berdecak kagum.


Tak terkecuali Aaron dan Aldy yang bahkan sampai lupa menutup mulutnya karena saking kagumnya dengan kekuatan yang dimiliki oleh gadis cantik sahabatnya itu.


Pria berambut ikal itu terus memberikan serangan, namun setiap serangannya dapat dengan mudah di tangkis oleh Starla, dan sesekali Starla juga memberikan serangan balik yang membuat pria berambut ikal itu mundur kebelakang.


" Apa kau ingin menyerah " tanya Starla dengan senyum dinginnya.


" Terimakasih atas tawarannya, tetapi aku tidak akan menyerah begitu saja "

__ADS_1


" Bagus "


" Halilintar Menyambar Samudra "


Serangan Starla kini bertambah cepat yang membuat pria berambut ikal tersebut semakin kewalahan, bahkan beberapa serangan Starla sudah memberikan luka di sekujur tubuhnya.


" Angin Penebas Bintang "


Tidak ingin kalah dengan mudah oleh seniornya, dirinya segera menggunakan jurus terbaiknya untuk mengimbangi jurus yang digunakan oleh Starla.


Dalam waktu singkat, keduanya sudah bertukar serangan sampai puluhan jurus, yang membuat sebagian arena pertarungan tersebut hancur akibat oleh kekuatan keduanya.


" Jurus yang hebat, tapi masih belum bisa untuk mengalahkanku "


Starla meningkatkan lagi kekuatannya dan mulai menyerang lawannya dengan pola yang sulit di tebah.


" Aku akan mengakhirinya "


Setelah mengucapkan hal itu, Starla tiba-tiba menghilang dari pandangannya, dan secara mengejutkan muncul kembali tepat disamping dirinya.


Terdapat retakan kecil yang menghiasi dinding pembatas tersebut.


Para penonton yang melihat kejadian itu menatap ngeri kearah Starla sebelum kemudian menelan ludahnya secara bersamaan.


Tak terkecuali Aaron dan Aldy yang melihat Starla seperti malaikat kematian.


Wasit yang melihat itupun segera memberikan pengumuman jika Starla yang menjadi pemenangnya.


Seketika, sorak dan tepuk tangan memenuhi seisi stadion, bahkan tidak sedikit dari siswa - siswa yang berteriak histeris memanggil nama Starla.


Namun fokus utama Starla adalah ekspesi yang di tunjukan oleh Aaron, sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya sebelum kemudian dia meninggalkan arena pertarungan tersebut.


****


Selesai membersihkan diri, Starla menghampiri Aaron dan Aldy yang masih setia duduk di bangku penonton.

__ADS_1


" Seperti biasa kau benar-benar sangat mengagumkan " Ucap Aaron sambil memberika selamat kepada Starla.


" Aku hanya melakukan yang terbaik "


" Khem..Starla selamat atas kemenanganmu "


Kemudian ketiganya berjalan keluar stadion dan menuju kekantin Academy, sesampainya disana suasana kantin masih sangat sepi karena hampir sebagian murid masih berada di stadion menyaksikan pertandingan selanjutnya


" Seperti biasa " ucap Aaron dan Starla secara bersamaan.


Aldy yang mendengar hal itu hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, sebelum kemudian ia bergegas memesan makanan.


Sekitar 5 menit kemudian akhirnya makanan mereka sudah diantarkan dan merekapun menyantap hidangan dengan tenang.


Tapi sesekali Aldy membuat lelucon yang membuat suasana menjadi lebih ceria.


" Starla, kau di panggil Kepala Academy, dia menyuruhmu untuk datang keruangannya " kata salah satu siswi yang tiba-tiba menghampiri ketiganya.


" Hm, apa aku melakukan kesalahan " tanyanya yang langsung membuat siswi tersebut mengangkat kedua bahunya, sebelum kemudian dia berlalu pergi.


" Apa yang kau lakukan hingga di panggil Kepala Academy " tanya Aaron.


Starla menggelengkan kepalanya sebelum kemudian dia bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah ruangan Kepala Academy.


Sesampainya disana ia langsung mengetuk pintu dan kemudian memasuki ruangan tersebut.


" Starla, duduklah " ucap pria sepuh itu.


" Mr. Memanggil saya " tanya Starla.


Pria sepuh tersebut menganggukan kepalanya, sebelum kemudian dia menyampaikan niatnya yang ingin Starla berhenti mengikuti pertarungan antar murid dan langsung menempati posisi ke 10 sebagai perwakilan Academy Perisai di Turnamen Antar Academy.


" Bukankah itu sama saja, cepat atau lambat kau akan menempati posisi tersebut..."


" Ku dengar ada perwalikan dari Academy Element yang akan menjadi salah satu jurinya "

__ADS_1


Starla yang mendengar hal itu terdiam sesaat sebelum kemudian tersenyum tipis, " Saya akan mempertimbangkannya " ucapnya sebelum kemudian dia berpamitan dan meninggalkan ruangan Kepala Academy.


__ADS_2