Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Penyerangan Sekte Angsa Emas 2


__ADS_3

Sedangkan Starla sedang memberikan arahan kepada murid baru Sekte Angsa Emas yang beberapa hari lalu di rekrut oleh para tetua.


"Terdapat 3 Kekaisaran terbesar di Benua Sundaland, yaitu Bromo Empire, Sunda Empire dan Semeru Empire..."


Di Benua Sundalan sendiri terdapat manusia yang memiliki kekuatan sihir dan mampu mengendalikan element alam, mereka sering disebut sebagai seorang Pendekar.


Dalam dunia pendekar sendiri terdapat beberapa tingkatan, yaitu, Pendekar Dasar, Pendekar Alam, Pendekar Raja, Pendekar Kaisar, Pendekar Bumi dan Pendekar Langit.


Pendekar Dasar dan Pendekar Alam dibagi dalam level 1-10, sedangkan untuk Pendekar Raja, Pendekar Kaisar dan Pendekar Bumi dibagi dalam 4 tingkatan yaitu, awal,tengah,akhir dan puncak.


Pendekar Langit sendiri dibagi dalam 10 tingkatan, biasanya mereka yang sudah mencapai Pendekar Langit harus membuka 10 gerbang yang ada di dalam diri mereka sendiri.


Setelah mereka berhasil membuka 10 gerbang tersebut, mereka akan menaiki alam yang lebih tinggi lagi, namun diseluruh Benua Sundaland belum ada yang berhasil mencapainya.


Jika seseorang ingin menjadi seorang pendekar mereka harus membuka sesuatu yang berada di dalam tubuh yang di sebut sebagai Dantian.


Dantian sendiri adalah sebuah organ di dalam tubuh untuk menyimpan atau menapung tenaga dalam yang dihasilkan oleh tubuh.


Setelah seseorang berhasil membuka Dantian tersebut secara otomatis dia akan bisa menyimpan tenaga dalam serta menjadi seorang pendekar.


Dan di dalam tubuh manusia juga terdapat sebuah organ yang sering disebut sebagai Akar Jiwa.


Jelas Starla panjang lebar, sebelumnya ia di perintahkan oleh Patriach Kuncoro untuk memberikan sedikit penjelasan tentang Dunia Persilatan.


Anak-anak yang tengah duduk rapih itu menyimak setiap perkataan yang di lontarkan oleh gadis cantik tersebut, "Senior kenapa dunia persilatan harus di bagi dalam 3 aliran, bukankah lebih baik hanya 1 aliran, agar tidak ada yang namanya peperangan yang merenggut nyawa banyak orang" tanya salah satu anak perempuan yang terlihat berusia 10 tahun.


"Emmm...."


Starla tak bisa berkata apa-apa, ia tidak habis fikir bagaimana bisa seorang gadis belia mampu menanyakan yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang dewasa sekalipun.


Saat ia ingin menjawab pertanyaan tersebut, tiba-tiba sebuah ledakan bersar mengejutkan mereka semua.

__ADS_1


"Ada serangan....ada serangan...ada serangan..."


Seketika suasana yang semula hening itu tiba-tiba berubah menjadi keributan saat mendengar jika Sekte Angsa Emas sedang di serang, Starla segera menyuruh anak-anak untuk tetap tenang dan mengikutinya, untuk mencari tempat yang lebih aman.


Saat mereka keluar ruangan, suasana sudah benar-benar sangat kacau, dengan hati-hati Starla menuntun anak-anak untuk mencari tempat berlindung.


"Senior Starla, biarkan kami yang membawa mereka keruang bawa tanah" ucas beberapa murid yang berpapasan dengannya.


"Tidak perl-"


"Senior Aldy sedang dalam bahaya, dia sekarang berada di lapangan latihan bersama dengan Senior Angel" kata salah satu dari mereka yang tiba-tiba memotong pembicaraan Starla.


Mendengar hal itu Starla langsung menganggukan kepalanya, "Tolong..aku mempercayakan mereka kepada kalian"


"Baik Senior..."


Setelah mengatakan itu Starla langsung melesat kearah lapangan yang dimaksud, tak butuh waktu lama baginya untuk sampai disana, suasana disana jauh lebih mengerikan dari pada yang ia duga, puluhan mayat sudah tergeletak di tanah dengan sangat mengenaskan.


Saat ada beberapa musuh yang melihat dirinya, mereka segera menghadang jalannya, "Mau kemana nona manis" ucah salah satu dari mereka.


Menyadari jika gadis cantik tersebut memiliki kekuatan yang amat tinggi, mereka segera berlari karena tidak ingin mati konyol di tangan Starla yang kini sudah di penuhi dengan darah segar.


Starla yang tak berniat mengejar merka kembali melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Aldy dan Angel, semakin ia menerobos kearah lapangan, semakin banyak pula musuh yang menghadangnya.


Akan tetapi hal itu tidak membuatnya gentar sedikitpun, rasa takut yang menyelimuti pikirannya tentang terjadi sesuatu yang buruk kepada kedua sahabatnya mengalahkan akal sehatnya.


Dengan sadis ia membantai mereka yang berani menglahangi jalannya.


Seorang wanita sepuh yang melihat pembantain yang di lakukan oleh Starla tidak tinggal diam, ia kemudia melesat kearah gadis yang kini di penuhi dengan darah dan aura pembunuhan yang semakin lama semakin pekat.


"Beraninya kau membantai pasukanku.." ucapnya dengan dingin.

__ADS_1


"Siapa yang memulai terlebih dahulu, aku atau pasukanmu?" Kata Starla tak kalah dingin sambil memperhatikan sekeliling yang sudah di penuhi oleh jasad dari kedua belah pihak.


Wanita paru baya itu mulai waspada saat melihat tidak ada sedikitpun ketakutan dimata Starla.


"Nyalimu cukup besar anak muda, itulah mengapa banyak generasi muda sekarang yang tidak takut dengan kematian"


Setelah mengatakan itu keduanya langsung bertukar serangan dengan cepat, semakin lama raut wajah yang di tunjukan oleh wanita sepuh itu kian berubah saat Starla berhasil menangkis setiap serangan yang ia lancarkan.


Meresa kesal karena terlalu meremehkan gadis muda itu, ia mulai merapatkan gigi-giginya sebelum kemudian menambah laju kecepatan serangannya.


"Tarian Lebah Pemabuk"


Wanita sepuh tersebut mulai mengalirkan tenaga dalam kearah pedangnya, seketika situasipun mulai berbalik, kini ia berhasil mendominasi pertarungan, hingga membuat Starla harus berada di posisi bertahan.


"Sungguh di sayangkan gadis berbakat sepertimu akan menemui ajalnya"


"Jangan terlalu percaya diri"


Setelah beberapa menit berada di posisi bertahan, akhirnya Starla berhasil menemukan titik lemah dari serangan tersebut.


"Tarian Penghancur Semesta"


Ayunan pedang milik Starla seketika berubah haluan yang membuat wanita sepuh itu menghentikan serangannya, "Kau apa yang kau-"


Jlebbbbbb


Tanpa berhasil melanjutkan perkataanya tiba-tiba pedang milik Starla sudah berhasil menancap tepat di perutnya.


"Kau...hukk..hukk.."


Wanita sepuh itu menatap tak percaya kearah Starla, dalam hidupnya ia tidak pernah sekalipun berfikir jika seseorang yang akan mengambil nyawanya adalah seseorang yang usianya jauh di bawahnya.

__ADS_1


Perlahan tubuhnya mulai kehilangan keseimbangannya, dan detik berikutnya tubuhnya sudah jauh ketanah.


LIKE & VOTE JANGAN LUPA ❤🙏


__ADS_2