
Aldy menekan kata Milikku sambil mengarahkan tangannya kearah kaki Surakerta, dan dalam sekejap kaki tersebut membeku.
Surakerta yang melihat kejadian itupun menahan nafasnya, keringat dingin mulai mengucur deras dibalik jubahnya, ia tidak menyangka jika pemuda di hadapannya itu mampu melakukan hal tersebut.
Terlebih lagi dirinya tidak bisa merasakan sedikitpun tenaga dalam milik Aldy.
Tidak hanya Surakerta tetapi juga ketiga gadis cantik itupun sangat terkejut dengan repon Aldy yang jauh berbeda dari biasanya.
" Aldy....tenanglah, baik-baik saja..." kata Starla pelan.
Mendengar perkataan lembut dari gadis cantik tersebut membuat Aldy menghela nafasnya, sebelum kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Starla dan yang lainnya.
Seketika suasana canggung pun terjadi, Starla,Eluna dan Angel terlihat bingung dengan perubahan sifat Aldy yang mendadak itu.
Namun tak lama kemudian, ketiganya juga berjalan untuk menyusul Aldy.
Sedangkan Aldy sedang dalam mood yang sangat buruk, ia pergi sejauh mungkin dari kota tersebut.
Sesampainya di tengah-tengah hutan ia berteriak sekencang -kencangnya melepaskan kekesalan yang melanda hatinya.
" Arghhh....kenapa...."
" Rasa ini sungguh menyakitkan..."
" Sungguh ini benar-benar menyakitkan.."
Tanpa terasa air mata Aldy perlahan mulai turun membasahi pipinya, ini untuk pertama kalinya Aldy menangis sehebat ini.
Dan itu semua hanya karena seorang gadis yang selama ini ia cintai namun tidak bisa ia miliki.
" Sudahku katakan, mencintai seseorang yang mencintai orang lain itu sangat menyakitkan.." ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari ruang hampa.
" Faye...apa yang..." Aldy yang terkejut dengan kemunculan gadis cantik berambut perak itu langsung menghapus air matanya.
" Lihatlah, akibat dari perbuatanmu itu..."
Kemudian Aldy melihat sekeliling yang hampir seluruhnya tertutup oleh lapisan es, ia tidak menyangka akibat dari patah hatinya itu membuat sekitarnya menjadi seperti saat ini.
" Bagaimana kau- "
" Mengetahui jika kau sebenarnya mencintai Starla.."
__ADS_1
Belum sempat Aldy menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Faye langsung memotongnya.
Faye tertawa kecil sebelum kemudia ia mengatakan jika dirinya adalah seorang Mind Reader yang mampu membaca pikiran.
Sontak saja hal tersebut membuat Aldy mundur beberapa langkah, " Kau..."
" Tenanglah, aku tidak akan membeberkan semua rahasiamu..." kata Faye sambil mendekat.
" Aku datang kesini hanya untuk bertemu denganmu, ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan..."
" Apa..."
" Ini mengenai Starla..."
Tanpa basa basi Faye langsung mengatakan jika Starla adalah seorang gadis yang lahir dengan tubuh suci, bisa di bilang jika anugrah yang dimilikinya tak jauh berbeda dengan Aaron.
Tubuh Suci biasanya lahir seratus tahun sekali, tidak semua yang memiliki Tubuh Suci bertahan hidup kurang dari 20 Tahun.
Karena masa-masa yang paling menyiksa adalah saat pemilik Tubuh Suci tak bisa menahan rasa sakit yang terjadi dalam tubuhnya ketika dia berusia remaja.
Dari gejala-gejala yang di deritanya biasanya tubuh mereka akan terasa sangat panas atau juga dingin.
Tidak hanya itu, Darah dari pemilik Tubuh Suci sangat berguna untuk meningkatkan praktik bagi mereka yang meminumnya secara signifikan.
Mulut Aldy terbuka lebar saat mendengar hal tersebut, ia tidak menyangka jika Starla, gadis yang ia cintai memiliki takdir yang begitu kejam.
" Lalu, apa yang bisa ku lakukan? " tanya Aldy.
" Kau tidak perlu melakukan apapun, tetapi kau harus tetap berada di sampingnya untuk menjaganya..."
" Setelah Aaron kembali dari perjalananya ceritakan semua kebenaran ini kepadanya, namun jika gejala yang dialami oleh Starla sudah terliat kalian harus membawanya ke Sekte Es Abadi..."
Setelah mengatakan itu, Faye kembali menghilang dari pandangan Aldy, dan Aldy pun segera bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan Strala,Eluna dan Angel terlihat bingung saat tidak mendapati keberadaan Aldy dimanapun.
" Sebenarnya kemana pergi Aldy..." tanya Angel sambil menghela nafas.
" Entahlah, mungkin dia memiliki urusan yang tidak bisa ditunda " kata Eluna.
" Sebaiknya kita tunggu dia terlebih dahulu..."
__ADS_1
Dan benar saja, beberapa saat kemudian Aldy muncul dihadapan mereka, " Maaf membuat kalian menunggu, aku tadi memiliki beberapa urusan..."
" Sebaiknya kita pergi melanjutkan perjalanan " kata Eluna yang langsung mendapat anggukan dari ketiganya.
****
Aaron dan Sekar Wangi kemudian melakukan perjalan bersama, keduanya sudah terlalu lama berada di Hutan Bencana, dan bunga yang Sekar Wangi cari nyatanya tidak berada ditempat tersebut.
" Kemana tujuanmu setelah ini.." tanya Sekar Wangi berbasa-basi.
" Aku ingin pergi ke wilayan Bromo Empire, tepatnya ke Hutan Kabut Kematin.." jawab Aaron yang seketika membuat langkah kaki Sekar Wangi terhenti.
" Apa kau gila! Apa kau tau seberapa bahaya Hutan Kabut Kematian itu? "
Sekar Wangi tak habis pikir kenapa Aaron suka berpergian ketempat yang sangat berbahaya, jika ia berniat bunuh diri bukankah itu terlalu jauh.
" Ada beberapa urusan yang mengharuskanku pergi kesana..."
" Dan mengenai Bunga Edelweis Sembilan Warna yang kau cari juga berada di tempat tersebut.." kata Aaron yang membuat Sekar Wangi kembali terkejut.
" Jangan bercanda..."
" Aku sedang tidak bercanda, aku juga sedang tidak membohongimu..."
Kemudian Sekar Wangi menatap kedua bola mata milik Aaron, dirinya baru menyadari jika Aaron memiliki bola mata yang sangat indah, disatu sisi berwarna emas, sedangkan disisi lainnya berwarna biru cerah.
Tidak ada keraguan serta kebohongan dimata Aaron, yang menandakan jika Aaron serius mengatakan hal tersebut.
" Apa kau sangat menyukai mataku.." ucap Aaron pelan yang seketika membuat wajah Sekar Wangi merah padam.
Dengan cepat Sekar Wangi mengalihkan pandangannya. " Ti...tidak...kk..kau memiliki mata yang aneh " elak Sekar Wangi.
" Jangan berbohong..lihat wajahmu mulai memerah.."
" Sudah ku katakan aku tidak berbohong " ucap Sekar Wangi sambil menginjak kaki Aaron.
" Arghh..." Aaron mengerang kecil saat kaki miliknya di injak oleh Sekar Wangi.
' Jadi seperti ini rasanya sakit tapi tak berdarah ' ucapnya dalam hati.
#Note
__ADS_1
Karena Terlalu Fokus Ngeremake ulang Legenda Pender Phoenix, jadi melupakan Novel yang satu ini...maafkan autor nak... hikss..