
" Aaron..." ucap seseorang dari arah belakang.
Aaron yang merasa namanya di panggil langsung membalikan tubuhnya, disana ia melihat seorang gadis cantik sedang berdiri menatapnya dengan senyum manisnya.
" Apa kau memanggilku? " tanya Aaron sambil menaikan kedua alisnya.
" Eee... " gadis tersebut menjadi salah tingkah, dia memang berniat memanggil Aaron, memang jika keduanya penah bertemu, namun mereka belum berkenalan secara resmi.
" Kita pernah bertemu di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Seribu Petir, kau yang menabrakku? Apa kau mengingatnya " tanya gadis itu malu-malu.
Aaron memiringkan kepalanya, ia berusaha mengingat sesuatu, dan tak lama kemudian akhirnya dirinya berhasil mengingatnya.
Seketika wajahnya mulai memerah karena teringat tentang kejadian dimana dirinya membelai lembut kepala gadis tersebut, padahal keduanya tidak saling mengenal.
" Ah! Kau gadis pelayan ini " ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
' Kenapa aku harus salah tingkah seperti ini saat melihat gadis dari masa lalu pria tua itu ' umpatnya dalam hati.
" Aaron, bukankah aku memintamu untuk membelikan kami permen kapas " ucap seseorang yang seketika membuat Aaron menelan ludahnya dengan kasar.
Tanpa ia menolehpun dirinya mengetahui siapa pemilik suara tersebut.
" Tidak ku sangka ternyata kau sedang asik bersama dengan seorang gadis cantik disini "
Aaron membalikan tubuhnya secara perlahan, dan benar saja, disana ia melihat Starla dan Eluna yang sedang menatap dirinya dengan tatapan membunuh, yang membuat Aaron ingin menggali lubang dan masuk kedalamnya untuk bersembunyi.
" Ini..ini tidak seperti yang kalian pikirkan " ucapnya dengan terbatah-batah.
" Lalu, bisa kau jelaskan " kata Starla dengan senyum manis.
" Ee...anu...ee..."
Aaron tak mengetahui harus menjelaskan seperti apa, rasanya semua kata-kata yang ada di dalam pikirannya tidak bisa ia keluarkan.
" Kami tidak sengaja bertemu " ucap Angel saat melihat tatapan membunuh dari kedua gadis cantik tersebut.
" Kalau begitu aku permisi, maaf jika aku mengganggu waktu kalian " lanjutnya lagi sebelum kemudian ia meninggalkan mereka bertiga.
Entah kenapa Aaron ingin sekali mengejarnya, terlebih lagi saat melihat tatapan kecewa dari gadis tersebut yang membuat sesuatu di dalam dirinya meresa tidak nyaman.
__ADS_1
' Ada apa denganku ' batinya.
" Aaron, apa kau berniat mengejar gadis itu " selidik Starla.
" Eh.. tidak..hari sudah malam, bagaimana jika kita kembali ke penginapan " ucapnya mengalihkan perhatian.
Kedua gadis cantik itu mengangguk secara bersamaan, dan akhirnya ketiganya pun berjalan bersama menuju tempat parkir.
Saat di perjalanan, Aaron hanya terdiam sambil menatap keluar jendela.
Starla dan Eluna yang melihat itu hanya menghela nafas pelan, keduanya mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Aaron saat ini.
Namun keduanya lebih memilih diam dan tak banyak bertanya.
Sesampainya di penginapan mereka langsung menuju kamar masing-masing.
Aaron merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, pikirannya masih terus terbayang wajah gadis pelayan itu yang terlihat kecewa saat menatapnya. Aaron berusaha memejamkan matanya, namun hal itu sia-sia, kemudian dirinya berjalan kearah balkon kamarnya, menatap kearah sang rembulan yang sedang bersinar terang itu dalam diam.
' Bocah, sepertinya kau sedang ada masalah ' tanya sebuah suara yang berada di dalam pikirannya.
' Senior, bagaimana kau...'
' Itu tidak penting, apa kau ingin berbagi dengan pria tua ini ' ucapnya lagi.
Banyu Geni mendengarkannya dengan baik, sesekali dia memberi beberapa pendapat tentang masalah yang sedang dialami oleh Aaron.
' Guruku pernah berkata, ikuti kata hatimu dan kau akan menemukan kebahagianmu sendiri, terkadang sesekali kita harus bersikap egois untuk mendapatkan kebahagiaan kita sendiri...'
' Ada pepatah yang mengatakan jika terkadang diatas kebahagiaan kita pasti ada orang lain yang tersakiti...'
' Dan disitulah kau harus memilih? Kebahagiaanmu atau kebahagiaan orang lain '
Aaron hanya menganggukan kepalanya pelan, sebelum kemudian ia kembali masuk kedalam dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Matanya mulai terpejam, dan tak lama kemudian dirinya tertidur lelap.
Sedangkan Banyu Geni yang berada dialam bawah sadar Aaron tersenyum tipis saat mengingat semua kejadian-kejadian di masa lalunya.
" Jika saja saat itu aku tak melepaskanmu..." katanya pelan.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, Aaron berjalan turun kebawah untuk sarapan pagi, wajahnya terlihat lebih fresh dari semalam.
" Ada yang ingin menemuimu " ucap Starla sambil membawa Aaron ke samping hotel, tepatnya di dekat kolam renang.
Disana sudah ada Eluna dengan seorang gadis yang semalam bersamanya.
Strala dan Eluna diam-diam kembali ke taman hiburan dan mencari keberadaan Angel.
Setelah bertemu dengannya keduanya pun mengajak Angel untuk berbicara.
" Aku hanya ingin mengetahui sesuatu, sebenarnya apa hubunganmu dengan Aaron, tidak biasanya dia bertingah seperti itu " tanya Strala to the point.
Angel terdiam sesaat sebelum kemudian ia menjelaskan jika 2 tahun terakhir dirinya selalu di hantui oleh seorang pemuda yang selalu hadir di dalam mimpinya.
Awalnya dia berusaha untuk menghiraukannya, namun semakin lama mimpi tersebut semakin nyata dan membut dirinya berusaha mencari keberadaan pemuda yang berada di dalam mimpinya itu.
Setelah 2 tahun, akhirnya Angel menemukan pemuda yan di maksud, dia tidak lain adalah Aaron.
Saat pertama kali keduanya bertemu, sesuatu di dalam dirinya berteriak gembira, terlebih lagi saat Aaron membelai lembut rambutnya.
" Sentuhan dan tatapan matanya membuat aku tak ingin jauh darinya "
Angel menundukan kepalanya malu, akhirnya rahasia yang selama ini dirinya simpan bisa ia ceritakan semuanya.
" Mungkin itu berasal dari masa lalu seseorang yang tidak bisa bersatu, dan akhirnya mereka bereinkarnasi untuk bersatu kembali " celetuk Eluna yang langsung mendapat tatapan tajam dari Strala.
" Aku tidak tahu harus harus melakukan apa? Tapi satu hal yang aku tahu, aku tidak bisa menjauh atau melepaskan Aaron " kata Strala.
" Kau benar Starla, aku juga tidak bisa menjauh..."
" Maafkan aku " ucap keduanya secara bersamaan.
Angel yang mendengar hal itu tersenyum tipis, memang sulit rasanya jika harus menjauh dari seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita.
" Kita lakukan dengan Sportif " ucap Angel sambil mengulurkan kedua tanganya menyambut Starla dan Eluna.
Kedua gadis cantik itu melirik satu sama lain, sebelum kemudia mereka mengangguk secara bersamaan.
__ADS_1
" Setuju "
Ketiganya pun akhirnya berpelukan.