
" Ini peringatan terakhir, dimana kau menyembunyikan Kitab Pusaka Element itu " tanya sang basawan muda.
" Sudah kukatakan aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan " ucap sang gadis Half-Elf itu dengan suara lirih.
" Masih tidak mau berkata jujur, baiklah....."
" Gantung penyihir jahat ini..." teriaknya lagi sambil diikuti sorak-sorak penduduk.
Gadis Half-Elf mengepalkan kedua tangannya kuat - kuat, ia mengalihkan pandangannya kearah bangsawa muda itu dan memberikan tatapan membunuh.
Dalam hati iya bersumpah serapah kepadanya serta kepada orang-orang yang menyebarkan tentang berita tersebut, karena sampai membuat dirinya berada dalam situasi seperti ini.
Sebenarnya memang dia mengetahui tentang salah satu dari 7 kitab element itu, namun mendiang kedua orang tuanya mengatakan jika dirinya tidak boleh memberitahukan hal itu kepada siapapun, walaupun dia harus kehilangan nyawanya.
Kemudian seorang pria yang memiliki postur tubuh kekar serta raut wajah yang terlihat garang mulai mengarahkan tambang yang sebelumnya sudah di ikat simpul gantung kearah leher gadis tersebut.
Namun saat ia akan mulai menarik tambang tersebut, sebuah suara tiba-tiba menghentikan gerakannya.
" Hentikan..."
Teriak seseorang yang tidak lain adalah Hiro, seketika itu juga semua perhatian tertuju kepadanya.
Bangsawan muda itu langsung menatap Hiro sambil menaikan kedua alisnya, sedangkan Aaron dan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya saat melihat aksi heroi yang di lakukan oleh teman barunya itu.
Hiro berjalan dengan santai menuju panggung sambil mengarahkan aura pembunuhan miliknya yang seketika membuat tempat tersebut sedikit bergetar.
" Lepaskan dia..." ucapnya lagi sambil menatap tajam kearah pria yang berniat menggantung gadis malang tersebut.
Seakan mendapat titah dari sang raja yang tidak bisa di bantah, pria bertubuh kekar itu langsung berjalan kearah sang gadis, kemudian ia langsung melepaskan tambang yang mengikat lehernya.
" APA YANG KAU LAK..."
__ADS_1
Melihat hal itu bangsawan muda itu berniat memberikan sumpah serapah kepada pria berbadan kekar tersebut, namun kata-katanya terhenti saat ia merasakan sesuatu yang berat menimpa dirinya.
Tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin mulai mengucur deras di balik jubahnya, ia berusaha menatap kearah pemuda asing tersebut.
' Seberapa kuat dia..sampai bisa memberikan tekanan sebesar ini...' tanyanya dalam hati.
Bangsawa muda itu yakin jika di kota kecil seperti ini tidak banyak yang memiliki kekuatan sebesar pemuda di hadapannya itu.
Melihat bangsawan muda itu masih bisa berdiri dengan wajah arogannya membuat Hiro sekali lagi mengeluarkan aura yang lebih kuat dari sebelumnya.
Dan hal itu pun sukses membuat bangsawan muda itu bertekuk lutut di hadapannya, saat Hiro berniat menghampiri gadis Half-Elf itu tiba-tiba dari arah belakang sebuah pisau melaju kearah dirinya dengan kecepatan tinggi.
Dengan refleks yang cepat serta insting yang tajam, Hiro dapat dengan mudah menangkap pisau tersebut dengan sebelah tangan.
Hiro kemudian menatap tajam kearah pisau itu di lemparkan, disana ia menemukan seorang pria sepuh dengan pakaian mewah sedang menatap tajam kearahnya.
Dan di samping pria sepuh itu berdiri sosok dengan jubah hitam dengan sebagian wajahnya yang di tutupi oleh topeng berwarna silver.
Bangsawan sepuh itu mengelus janggut putih miliknya, dirinya terus memperhatikan Hiro dari atas sampai bawah.
Beberapa saat yang lalu orang suruhannya melapor jika putra sulungnya sedang menghukum seorang gadis cantik yang mengetahui tentang keberadaan salah satu dari 7 Kitab Element, namun sialnya gadis tersebut sangat keras kepala dan tidak ingin memberitahukannya.
Dirinya memang pernah mendengar berita tersebut, tetapi dia tak ingin ambil pusing, karena memang itu hanya sekedar berita tanpa tahu kebenarannya, tetapi hal itu berbeda dengan putranya, ia terlihat sangat antusias dengan kabar itu sampai membuatnya turun tangan sendiri.
Namun selang beberapa saat kemudian orang suruhannya kembali dan melaporkan jika sedang terjadi sesuatu di pusat kota yang melibatkan putra sulungnya.
Dengan cepat dirinya langsung bergegas menuju pusat kota dimana putranya berada, sesampainya disana ia sedikit terkejut melihat banyaknya penduduk yang menonton.
Namun kini perhatiannya tertuju kepada pemuda asing yang berdiri dengan santai di tengah-tengah panggung, serta putranya yang terlihat sedang berlutut di hadapan pemuda tersebut.
Kemudian dia meminta orang suruhanya untuk melempar pisau kecil kearah pemuda tersebut, dirinya ingin mengetahui seberapa hebat pemuda itu sampai berani mengganggu seorang bangsawan seperti dirinya.
__ADS_1
Dan hal yang tidak terduga pun terjadi, sampai ia membulatkan matanya ketika pisau yang melaju dengan kecepatan tinggi itu dapat dengan mudah di tangkap hanya dengan menggunakan satu tangan.
" Mampu menangkap pisau itu tanpa kesulitan, setidaknya pemuda itu berada di tingkat Pendekar Raja " ucap pria bertopeng silver tersebut.
Mendengar hal itu dirinya hanya tersenyum sinis.
Hiro tak memperdulikan tatapan sinis bangsawan sepuh itu, dirinya kemudian berjalan mendekati gadis Half-Elf tersebut dan membawanya turun dari panggung penghukuman.
Para penduduk yang melihat kejadian tersebut mulai membuka jalan untuk keduanya, saat Hiro dan gadis Half-Elf itu sudah tidak terlihat bangsawan muda itu segera berdiri dan berjalan kearah bangsawan sepuh tersebut.
" Apa yang Ayah lakukan? Kenapa Ayah membiarkan dia pergi begitu saja " teriaknya murka.
PLAK.....
Sebuah tamparan tiba - tiba mendarat di pipinya, pemuda bangsawan itu sangat terkejut dan menatap tak percaya kearah pria sepuh yang ada di hadapannya.
" Dasar anak bodoh! Jika aku menahan pemuda itu lebih lama, tidak hanya dirimu tetapi juga seluruh keluarga pradipta akan terkena imbasnya " ucap pria sepuh itu sambil menatap tajam kearah putranya.
Untuk pertama kalinya pria sepuh itu melakukan hal kasar kepada putra sulungnya.
Sesaat dirinya memejamkan matanya, kemudian ia membawa putranya kembali ketempat kediamannya berada.
Bertepatan dengan itu, para penduduk yang semula berkumpul kini perlahan mulai meninggalkan tempat tersebut, dan begitu pun dengan Aaron dan yang lainnya.
" Kemana Hiro membawa gadis itu pergi " tanya Eluna pelan.
" Entahlah, tapi apa menurutmu dia mengenal gadis penyihir itu " kata Starla.
" Kurasa memang dia mengenalnya "
Ketiga gadis cantik itu mulai berdisikusi mengetahu kejadian yang baru saja terjadi sambil berjalan menuju sebuah bangunan yang bertulisan Penginapan Seribu Malam.
__ADS_1
#**Note
Maaf Baru Up...heheh hari ini akan ada 3 chep yang di up..jangan Lupa Vote dan Like nya**...