Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Fenomena Tubuh Suci 3


__ADS_3

Pria sepuh yang kini di ketahui bernama Argani itu terus menyerang Starla dengan membali buta, namun Strala dapat dengan mudah menahan dan menangkis serangan tersebut.


Hal itu membuatnya sedikit frustasi, "Arrgh Kau yang memaksaku"


Argani mulai melakukan mantra tangan, seketika tubuhnya pelahan berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan. Dengan mata yang sepuhnya berwarna hitam dan sepasang sayap kelelawar di punggunya, serta tubuh yang membesar hingga membuat jubah yang ia kenakan robek tak tersisa.


"Baru memperlihatkan wujud aslimu"


Starla tersenyum sinis, gadis cantik itu seakan tidak terkejut dengan perubahan wujud yang di alami oleh Argani.


Merasa di remehkan Argani mengerang dengan sangat kuat hingga membuat langit dan bumi bergetar hebat.


Argani mengalirkan tegana dalam kearah pedangnya hingga membuat pedang tersebut mengeluarkan asap hitam serta aura yang sangat mengerikan. Kemudian ia melesat dengan kecepatan penuh kearah Starla dan mulai menyerangnya secara fertikal.


Starla yang mendapat serangan bertubi-tubi itu terpaksa berada di posisi bertahan.


"Sudah ku katakan kau bukan tandinganku" kata Argani dengan suara yang menggelegar.


"Dalam mimpimu"


Saat melihat celah dari serangan tersebut, Starla tiba-tiba menghilang dan muncul tepat di samping Argani, kemudian menebas salah satu sayapnya yang membuat pria sepuh itu berteriak kesakitan.


Dengan cepat Argani mengalirkan tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan akibat salah satu sayapnya terlepas dari punggungnya.


"Kau-"


Argani kehabisan kata-kata, selama hampir 300 tahun ia hidup, tidak ada seorangpun yang mampu membuatnya terluka parah seperti ini, bahkan saat bertarung dengan salah satu Pendekar Tanpa Tanding pun, ia hanya mengalami luka ringan.


Tanpa menunggu lebih lama, pria sepuh itu kembali melesat kearah Starla yang sejak tadi masih terdiam dengan senyum sinis.


Walaupun Starla terlihat tenang, namun sebenarnya tenaga dalam serta energi yang ia miliki sudah hampir terkuras habis, karena sebelumnya ia terlah bertarung dengan puluhan pendekar tingkat tinggi yang menginginkannya.


"Tebasan Penakluk Iblis"


Gerakan pedang milik Argani terus bertambah cepat hingga membuat Starla sedikit kewalahan, bahkan beberapa tebasannya berhasil mengenainya.


Melihat hal itu, Argani semakin gencar memberikan serangan berutal, sampai akhirnya pria sepuh itu memberikan serangan akhir yang membuat Starla terpental kebelakang beberapa meter.


Darah segar langsung mengalir di sudut bibir Starla.


"Tidak buruk, namun semua itu masih belum cukup untuk mengalahkanku"


Starla kembali bangkin, kemudian ia mulai memejamkan matanya, dan seketika butiran-butiran saju yang masih saja turun berekeliling di sekitarnya hingga membuat sebuah perisai es yang sangat kuat.


Dari celah-celah perisai tersebut muncul ratusan pedang es yang langsung melesat kearah Aragni.

__ADS_1


"Pelindung Bayangan Kematian"


Argani yang melihat ratusan pedang es mengarah kepadanya segera membuat sebuah perisai berwarna hitam pekat.


Namun belum sempat perisai itu berhasil terbentuk sempurna, dari arah belakang tiba-tiba sebuah pedang mendarat dengan tepat di punggungnya.


Seketika Argani muntah darah, dengan sisa tenaga yang ia miliki, pria sepuh itu berbalik dan melihat siapa yang melakukan hal itu.


Dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati seorang wanita sepuh dengan gaun berwarna emas, serta mahkota tengkorak di kepalanya sedang menatapnya dengan dingin.


"Kau...huk..huk...Ratu Kehancuran...apa yang-" belum sempat Argani menyelesaikan perkataanya tubuhnya sudah jatuh ketanah dengan mata yang masih menatap tak percaya.


Q


Stara yang melihat kejadian itu menaikan salah satu alisnya.


"Ratu Kehancuran" gumamnya pelan.


Wanita sepuh itu terbang perlahan kearah Starla yang masih berada di dalam perisai es miliknya.


"Senang bertemu denganmu gadis suci, tapi sepertinya pertemuan ini harus segera berakhir karena tidak lama lagi akan ada seseorang yang datang"


Setelah mengatakan itu Ratu Kehancuran tiba-tiba menghilang dari pandangan Starla, dan bertepatan dengan itu Aaron dan Delima sudah sampai disana.


Karena Starla sudah menghabiskan banyak tenaga dalam serta Elenerginya, tubuhnya pun dengan cepat terjatuh ketanah, namun dengan sigap Aaron menangkapnya.


Tanpa menunggu lebih lama Aaron mengendong tubuh Starla dan membawanya dari tempat tersebut.


Sedangkan Delima berjalan kearah sebuah pohon yang hampir seluruh daunnya di tutupi dengan salju.


"Apa kau akan terus bersembunyi" tanyanya pelan.


"Ratu Delima"


Jelas hal itu membuat seseorang yang sejak tadi bersembunyi terkejut dengan perkataannya, karena bagaimanapun dirinya sangat percaya diri dengan kemampuan bersembunyinya.


Namun sepertinya hal tersebut tidak berpengaruh apapun kepada Delima, terbukti gadis cantik itu dapat dengan mudah menemukannya.


"Sudah lama tidak bertemu Hiro"


Ia seseorang yang sejak awal bersembunyi itu adalah Hiro, pemuda tampan dengan bola mata berwarna hijau serta telinga yang runcing, khas bangsa Half-Elf.


"Apa kau kesini untuk memata-mataiku atau Aaron?"


"Hormat Ratu Delima, saya disini di utus oleh Raja Erlangga untuk mencari keberadaan Aaron, yang memiliki segel surgawi dan memintanya untuk pergi menuju Kerajaan Daun"

__ADS_1


"Hm! Ku fikir tidak hanya itu?"


"Eeee...sebenarnya saya juga di perintahkan untuk membawa Ratu Delima, karena Raja Erlangga sedang mengalami sakit keras"


"Si tua bangka itu bisa sakit juga, menarik...coba kita lihat sejauh apa dia bisa memaksaku dan Aaron untuk pergi ke Kerajaan Daun"


Mendengar perkataan tersebut Hiro hanya tersenyum tipis, selain Ratu Delima ia yakin tidak ada yang berani menyebut Raja Erlangga seperti itu.


Sebenarnya Delima adalah penguasa asli dari Kerjaan Daun, karena raja sebelumnya adalah suami sah dari Delima, namum dengan alasan yang tidak di ketahui, Delima lebih memilih meninggalkan Kerajaan Daun, dan memberikan gelar Raja kepada putra bungsunya.


"Delima dimana kau" teriak seseorang yang tidak lain adalah Aaron.


"Aku disini, bisa kau berjalan lebih dulu, aku harus menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu" balas Delima.


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama, karena kita harus membereskan kerusakan yang sudah di timbulkan oleh Starla"


Aaron kembali melanjutkan perjalanannya dengan masih menggendong Starla yang tak sadarkan diri.


"Beritahu kepada Rajamu, jika Ibundanya akan segera mengunjunginya"


Setelah berkata seperti itu Delima segera bergegas menyusul Aaron yang sudah berada cukup jauh di depannya.


Hiro menghela nafas panjang setelah selesai berbicara dengan Delima, "Aku tidak mengetahui apa ini sebuah kabar baik atau buruk untuk Raja Erlangga"


Hiro kemudian melakukan mantra tangan untuk membuka gerbang dimensi menuju Kerajaan Daun.


Sesampainya disana, ia langsung menghadap pria sepuh yang masih terlihat gagah.


"Apa kau mendapatkan kabar baik Hiro" tanyanya saat melihat Hiro sudah kembali.


"Hormat Raja Erlangga, untuk saat ini saya tidak bisa membawa Aaron kesini, tapi-"


"Tapi?"


"Saya bertemu dengan Ratu Delima, dia berpesan jika tidak lama lagi ia akan berkunjung ke Kerajaan Daun"


"Apa? Kau bertemu dengan Ibunda Ratu"


Raja Erlangga tak habis fikir dengan sikap Ibunya itu, bagaimana bisa ia meninggalkan dirinya disini dengan semua tanggung jawab yang begitu besar.


Sedangkan dia, malah asik bermain seolah gadis muda yang ingin menikmati masa remajanya.


#Note


SERIUS NANYA???

__ADS_1


Alurnya makin gaje yah?? 🙄😔


__ADS_2