Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Menjadi Lebih Kuat 2


__ADS_3

Aaron memperkuat pegangan kepada pedang miliknya, tak ketinggalan pula ia mengalirkan tenaga dalam dan energi secara bersamaan, hingga membuat pedang yang berada di genggaman tangannya terlihat sangat tajam.


Delima yang menyadari akan apa yang di lakukan oleh Aaron meningkatkan kewaspadaannya, "Apa kau pikir hanya dirimu yang bisa melakukan itu" ucapnya salbil tersenyum tipis.


"Sekar bisa kau mundur, sepertinya akan ada pertarungan yang dasyat antara aku dan Aaron" pinta Delima sambil melirik kearah Sekar Wangi.


Sekar Wangi yang tak mengetahui apa yang di maksud oleh Delima hanya menganggukan kepalanya pelan, sebelum kemudian ia melesat menjauh dari arena pertarungan.


"Baiklah Aaron, kerahkan semua kemampuan yang kau miliki, tunjukan kepadaku sudah sejauh mana kau berkembang"


Delima mulai mengalirkan tenaga dalam ke pedang miliknya, setelah itu ia mulai memejakan matanya, seketika butiran-butiran cahaya kehijauan mulai menyelimuti pedang.


Dan yang berikutnya terjadi adalah, sebuah energi pedang yang sangat dasyat menyebar luas sampai beberapa meter, bahkan ratusan serangga yang masuk dalam jarak jangkawan Delima mati seketika.


Aaron yang melihat kejadian tersebut membulatkan matanya dengan sempurna, "Aura ini? Aura macam apa ini?" gumamnya pelan.


Entah apa yang di perbuat oleh gadis cantik bergaun biru tersebut sampai-sampai ia mampu menciptakan aura pedang sekuat ini, hingga membuat Aaron sedikit kesulitan bergerak.


'Delima, kau sekarang mampu menggunakan Qi' ucap Banyu Geni sambil menatap tak percaya.


Aaron yang dapat mendengar perkataan tersebut dengan jelas mengerutkan dahinya, 'Senior, apa yang di makasud dengan Qi' tanyanya penasaran.


'Hm! Qi adalah sebuah energi yang di hasilkan dari alam dengan cara menyerap mereka dan mengelolanya menjadi kekuatan, secara garis besar Qi, Energi, dan Tenaga Dalam adalah satu kesatuan yang sama, hanya saja cara dan penggunaanya sedikit berbeda, tidak hanya itu masih banyak kekuatan yang berada di dunia ini yang belum kamu ketahui' jelas Banyu Geni yang langsung mendapat anggukan dari Aaron.


Tanpa Aaron sadari Delima sudah menghilang dari pandangannya dan muncul di belakangnya, kemudian memberikan beberapa serangan telak hingga membuat Aaron terhayung kedepan.


"Tarian Penghancur Bintang"

__ADS_1


Pedang milik Delima bergerak semakin cepat, hingga membuat Aaron berada di posisi bertahan, saat Aaron dalam keadaan terpojok dengan cepat Delima menendang dada Aaron yang membuat pemuda tampan itu kembali terpental jauh.


Darah segar langsung mengalir di sudut bibirnya, dengan nafas yang terengah-engah Aaron kembali bangkit dan melesat kearah Delima.


Tatapan kekesalan serta kemarahan menjadi pemicu gerakan Aaron sedikit kurang beraturan, hingga membuat banyak celah yang dengan mudah di manfaatkan oleh Delima.


"Jangan gunakan amarah dan emosimu di dalam sebuah pertarungan, karena itu akan membuat banyak celah yang bisa di manfaatkan oleh lawanmu"


Dalam sebuah pertarungan, tidak hanya mengandalkan kekuatan dan strategi, tetapi juga harus bisa menahan amarah dan emosi.


Delima belajar dari pengalamannya saat masih mengembara dengan Banyu Geni dan yang lainnya, tidak hanya kekuatan yang ia dapatkan tetapi juga arti hidup yang sesungguhnya.


Seolah terpengaruh dengan kata-kata yang Delima katakan, ia mulai memejamkan matanya, menarik nafasnya dalam-dalam sebelum kemudian menghembuskannya secara perlahan, kini rasa marah dan emosi yang sebelumnya menguasai dirinya perlahan mulai menghilang.


Melihat hal itu Delima tersenyum tipis, tanpa menunggu lebih lama Aaron kembali melesat kearah Delima dan menyerang secara fertikal, yang semula Aaron hanya mampu bertukar puluhan jurus kini ia mampu mengimbangi Delima sampai ratusan jurus.


Ayunan pedang milik keduanya terus berada tanpa henti, Sekar Wangi yang melihat hal itu menatap takjub kearah keduanya, kini ia benar-benar yakin jika Aaron lebih kuat dari dirinya.


Dengan sekali hentakan pedang milik Aaron mengeluarkan energi pedang yang sangat dasyat, hingga membuat Delima terpental jauh kebelakang.


Seolah tidak ingin memberikan Delima waktu untuk menarik nafas, Aaron kembali melesat kearah Delima yang kini sedang terdiam memegang dadanya yang terasa sesak.


"Cukup! Aku menyerah" kata Delima yang membuat pergerakan Aaron terhenti seketika.


"Hari ini cukup sampai disini, aku sangat bangga atas pencapaianmu yang sangat luar biasa" lanjutnya lagi.


"Nona Delima terlalu berlebihan, jika Nona menggunakan 15% kemampuan Nona, aku tidak yakin jika aku bisa menandinginya"

__ADS_1


Kemudian keduanya duduk bersama sambil menikmati matahari yang mulai terbenam, Sekar Wangi yang melihat itu segera ikut bergabung.


"Aaron, apa kau ingin ikut denganku ke Sekte Es Abadi, disana kau bisa melanjutkan pelatihanmu"


"Hm! Sesuai permintaan Senior Banyu, aku akan mengikutinya, bagaimanapun saat ini tujuanku adalah ingin menjadi orang yang kuat, agar bisa melindungi orang-orang yang berada di sekitarku..." kata Aaron sambil melirik kearah Sekar Wangi.


"Tapi sebelum itu, bisa kita singgah ke Sekte Angsa Emas? Disana ada teman-temanku yang menunggu kepulanganku"


"Tentu...lalu bagaimana denganmu Sekar?"


"Eh aku? Hm aku tidak bisa ikut, aku harus secepatnya kembali ke sekteku dan memberikan Bungan Edelweis 9 Warna ini"


"Baiklah jika itu keputusanmu, aku tidak akan memaksanya"


Selama beberapa saat suasana menjadi hening, dan tanpa ketiganya sadari seorang pria sepuh berjalan kearah mereka, "Hormat Ibunda Ratu" ucapnya sambil menundukan kepalanya.


Sontak saja hal itu membuat ketiganya terkejut akibat dari suara yang tiba-tiba mengagetkan mereka.


"Wisnu, sudah berapa kali Ibunda mengatakan kepadamu agar tidak mengagetkan Ibunda seperti itu" ucap Delima dengan kesal.


"Maafkan Wisnu Ibunda Ratu..."


"Apa yang para pria tua itu bicarakan"


"Kami baru saja membahas tentang Turnamen Pendekar Tanpa Tanding yang akan diadakan 1 tahun lagi"


"Hm, sudah ku duga"

__ADS_1


"Ibunda apa mereka-" belum sempat ia menyelesaikan perkataanya, tiba-tiba Delima langsung memotongnya.


"Perkenalkan mereka adalah murid baru Ibunda, Aaron dan Sekar Wangi"


__ADS_2