
Tiga hari telah berlalu, setelah kejadian dimana Aaron bertarung sengit dengan Little King Snake dirinya masih belum tak sadarkan diri, karena memang gas beracun yang dimiliki ular tersebut benar-benar sangat ganas.
Gadis bercadar merah itu terus merawat Aaron karena merasa bersalah, apa lagi yang mengakibatkan Aaron menjadi seperti ini adalah dirinya.
Barulah saat hari ke empat kedua mata Aaron perlahan mulai terbuka, ia mersakan rasa sakit yang hebat di kepalanya saat mendapatkan kembali kesadarannya.
" Tidurlah, kau masih dalam tahap penyembuhan..." ucap sebuah suara.
Aaron yang berniat bangkit dari tidurnya mengurungkan niatnya saat mendengar suara tersebut, kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah sumber suara itu.
Samar-samar dirinya melihat seorang gadis dengan wajahnya yang tertutup cadar berwarna merah, dan seketika itu juga semua ingatannya kembali berputar di dalam kepalanya.
Dimana Aaron meninggalkan teman-temannya dan kemudian bertemu seorang gadis yang sedang di kejar oleh Little King Snake, dan berakhirnya dirinya yang harus bertarung dengan ular ganas tersebut.
Sampai akhirnya ia berhasil mengalahkannya, namun setelah kejadian itu Aaron sudah tidak mengingat apa-apa lagi.
" Minumlah, ini akan membuat kondisimu akan lebih baik..." kata gadis itu sambil memberikan sebuah mangkuk kecil yang berisi air berwarna biru ke hijauan.
Sesaat Aaron terdiam, dia melirik kearah gadis tersebut, karena ia merasa ragu untuk meminum cairan aneh itu.
" Aku tidak akan membunuhmu, jika aku menginginkannya, sudahku lakukan sejak kau tak sadarkan diri..."
Seakan mengetahui apa yang ada di dalam pikiran pemuda tampan itu, gadis bercadar merah itu kembali membuka suara dengan nada serta tatapan yang datar.
Mendengar perkataan tersebut, barulah Aaron meminumnya, rasa pahit segera menyerang lidahnya, dirinya berniat memuntahkan cairan tersebut namun lagi-lagi seakan mengetahui isi kepalanya, gadis bercadar merah itu langsung memberikan tatapan tajam yang membuat nyali Aaron menciut.
Dan benar saja beberapa saat kemudian setelah Aaron meminum cairan aneh tersebut, ia merasa sedikit lebih baik, rasa sakit di kepalanya pun perlahan mulai menghilang.
" Kau adalah manusia yang sangat beruntung, mampu berhasil selamat setelah terkena gas beracun dari Little King Snake...."
" Gas beracun yang di keluarkan oleh ular tersebut masuk dalam daftar 100 racun paling mematikan di Benua Sundaland... "
__ADS_1
Aaron mendengarkan setiap perkataan gadis tersebut tanpa sedikit pun untuk berkomentar, rasa kantuk kembali menyerangnya, dan ia pun perlahan mulai memejamkan matanya dengan masih mendengarkan gadis cantik itu yang masih asik bercerita.
Keesokan harinya, Aaron terbangun dari tidurnya, kondisinya saat itu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Kemudian Aaron memperhatikan sekeliling mencari keberadaan gadis bercadar merah yang sudah merawat dirinya.
Dan tak lama kemudian gadis bercadar merah itu kembali dengan pakaian yang basar serta di tangannya terdapat ikan-ikan dan seekor ayam hutan.
Seketika Aaron terdiam membisu saat melihat wajah gadis tersebut yang tidak mengenakan cadarnya.
Kecantikan yang sempurna, kecantikan yang tiada tara, kecantikan yang akan menggetarkan siapapun pria yang melihatnya, dengan rambut hitam panjang serta kulit seputih salju dan bola mata berwarna merah membuat gadis bercadar merah itu terlihat sangat cantik.
Bahkan kecantikan Starla, Eluna dan Angel pun tidak ada sebagian dari kecantikan yang dimiliki gadis tersebut, ini kali pertamanya Aaron melihat seorang gadis yang jauh lebih cantik dari Starla.
Terlebih lagi lekuk tubuhnya yang terlihat sangat indah tercetak jelas karena gaun yang ia kenakan basah terkena iar.
Melihat reaksi yang ditunjukan oleh pemuda tampan tersebut membuatnya menaikan sebelah alisnya.
" Kyaaaaa, pria mesum..." teriaknya sambil melemparkan ayam serta ikan yang berada di tangannya.
Gadis cantik itu pun menyilangkan kedua tanganya, ia tidak mengetahui seberapa banyak Aaron melihat tubuhnya.
Dengan cepat gadis itu berlari keluar goa, meninggalkan Aaron yang masih memasang raut kebingungan karena tidak mengetahui situasi yang sedang terjadi.
" Kenapa gadis ceroboh itu berteriak dan mengataiku pria mesum....aneh " ucapnya sambil memungut ikan serta ayam hutan yang terjatuh.
Beberapa saat kemudian gadis bercadar merah itupun kembali kedalam goa, dan menemukan Aaron sedang memanggang ikan serta ayam yang sebelumnya ia bawa.
Dengan wajah yang sedikit memerah dirinya segera menghampiri Aaron dan duduk tepat disampingnya.
' Apa - apaan ekspresi itu, dia seolah tidak menyadari jika dia baru saja melakukan hal yang tidak senonoh kepadaku ' gerutunya dalam hati saat melihat ekspresi wajah Aaron yang terlihat biasa saja.
__ADS_1
Aaron kemudian memberikan salah satu ikan yang ia bakar kepada gadis cantik tersebut, lalu keduanya pun menyantap ikan bakar itu dalam diam.
" Siapa namamu..." tanya Aaron membuka pembicaraan.
" Sekar...Sekar Wangi "
" Namaku Aaron Alfajri..."
" Hah...Aaa siapa..." tanya Sekar lagi.
Namanya terasa asing di dengar tidak seperti kebanyakan nama di Benua Sundaland.
" Aaron..Aaron Alfajri..." ucap Aaron lagi...
" Aaron..." Sekar menganggukan kepalanya pelan.
" Namamu susah untuk di sebutkan..."
" Hmm, kau akan terbiasa..."
" Apa yang kau lakukan di Hutan Bencana..." tanya Sekar.
" Hutan Bencana? Apa maksudmu hutan ini! Aku bahkan tidak mengetahui namanya, aku hanya sekedar singgah dan berniat melanjutkan perjalanan keesokan harinya..."
" Apa! Jangan bercanda, bahkan seluruh penduduk Benua Sundaland sudah mengetahui tentang Hutan Bencana, karena memang hutan ini menjadi tempat yang paling berbahaya di Sunda Empire..."
Sekar seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar, bagaimana bisa ada orang yang tidak mengetahui tentang hutan bencana.
" Lalu, jika hutan ini berbahaya, kenapa kau berpergian kesini sendirian, jika saja kau tidak bertemu denganku, sudah ku pastikan kau akan menjadi santapan ulan besar itu "
Mendengar perkataan tersebut Sekar menjadi terdiam, ia bingung harus menjawab seperti apa? Tidak mungkin dirinya mengatakan yang sebenarnya jika ia sedang melakukan sebuah misi penting untuk mencari bunga edelweis sembilan warna.
__ADS_1