Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Kitab 7 Element.


__ADS_3

Mr. Albert menelan ludahnya dengan kasar saat melihat tatapan dingin milik Aaron, entah kena sifatnya yang angkuh dan arogan seketika lenyap saat berada di hadapan pemuda tampan itu.


" Bisa anda jelaskan Mr. Albert " tanya Aaron sambil menaikan kedua alisnya.


" Ma...maafkan saya, saya benar-benar terbawa suasana " katanya sambil menundukan kepalanya.


" Jangan bercanda, seharusnya anda tahu dimana batas anda saat mengajar murid-murid anda "


Tubuh Mr. Albert semakin bergetar hebat saat mendapat tekanan yang tidak main-main dari Aaron, terlebih lagi pria sepuh di samping Aaron juga memberi tekanan dan menatap dirinya dengan tatapan membunuh.


" Aku sudah cukup mendengar alasanmu, aku serahkan semuanya kepada Tuan Mahardika " kata Aaron sambil melirik kearah pria sepuh disampingnya itu.


" Paman, saya permisi dulu " lanjutnya lagi sambil berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan tersebut.


Di depan ruangan, Starla,Eluna dan Aldy sudah menunggunya, banyak pertanyaan yang ada di benak ketiganya yang ingin mereka tanyakan, namun saat melihat raut wajah Aaron yang tidak bagus membuat nyali mereka ciut.


Aaron yang menyadari hal itu hanya tersenyum tipis sebelum kemudian dia mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja, ia sudah menyerahkan Mr. Albert ke Tuan Mahardika sekaligus Ayah dari Starla.


Mendengar hal itu ketiganya sedikit lebih lega, " Aku benar-benar lelah, saat ini yang aku butuhkan hanya istirahat..bangunkan aku jika saatnya makan malam " ucap Aaron sambil melangkah pergi kekamarnya.


' Fox, kenapa Mr. Albert memanggilmu dengan nama Kyubi ? ' tanya Aaron.


' Hm, sebenarnya aku mengenal Albert karena dulu aku pernah menjadi hewan pendamping dari salah satu temannya yang bernama Satria Guntoro, dia yang memberiku nama Kyubi '


' Satria Guntoro, bukankah dia adalah juara Turnamen Antar Academy yang menghilang beberapa tahun lalu '


Fox menganggukan kepalanya, dia mengatakan jika Satria Guntoro pernah keluar dari Benua Element saat mendapatkan misi, dia dan 19 orang lainnya di utus oleh Kepala Academy Element untuk mencari keberadaan 7 Kitab Element yang di yakini tersebar di dunia bawah.


Namun sayangnya Satria Guntoro tidak selamat saat berhadapan dengan 9 bangsa terkuat yang ada di dunia bawah, yaitu bangsa Vampir.


Bangsa Vampir sendiri tidak berbeda jauh dengan Bangsa Demon, yang membedakan mereka hanyalah Bangsa Vampir meminum darah dan hidup abadi sedangkan Bangsa Demon hanya memiliki usia sampai ratusan tahun saja.


Dari ke 20 murid Academy Element yang turun ke dunia bawah, hanya tersisa 3 orang saja yang berhasil selamat, itu pun mereka mendapat luka yang serius serta gagal menjalankan misi.


Mendengar hal itu Aaron mengerutkan dahinya, ia baru mendengar tentang 9 Bangsa Terkuat dan 7 Kitab Element.


" Bisa kau jelaskan tentang ke 7 Kitab Element dan 9 Bangsa Terkuat " tanya Aaron.


" Aku tidak bisa mengingatnya dengan pasti karena saat kontrakku dengan Satria terputus, sebagian ingatanku telah menghilang dan aku pun kembali ke Hutan Legenda untuk mencari tuan yang baru "

__ADS_1


Aaron menganggukan kepalanya, tanpa sadar ia sudah berada di dalam kamar, Aaron kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.


***


Aldy sedang berjalan menelusuri salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Langit Terang, karena ia merasa bosan setengah mati jika harus berada di hotel terus menerus.


Terlebih lagi suasana di hotel sedang tidak bagus, diakibatkan insiden yang terjadi beberapa saat yang lalu.


Kabar tentang Mr. Albert yang ingin mencelakai Starla dan Eluna dengan cepat tersebar luas, namun yang menjadi pusat perhatian adalah Aaron yang memiliki hewan pendamping legendaris yaitu Rubah Berekor Sembilan.


Pertanyaan yang selama ini masih menjadi misteri dari mana kekuatan Aaron berasal akhirnya terjawabkan, yaitu berasal dari hewan pendampingnya.


Mereka berfikir jika hewan pendamping Aaron mengambil alih tunuh Aaron untuk membantunya.


Namun kabar itu segera di tepis oleh mereka yang mengenal dekat Aaron, seperti Starla, Aldy dan Eluna.


Ketiganya yakin jika Aaron tidak melakukan hal itu, karena memang jika seseorang meminjamkan tubuhnya ke hewan pendampingnya orang tersebut akan mengalami perubahan karakter 180 derajat.


Tetapi selama ini, ketiganya tidak merasakan hal itu terjadi kepada Aaron.


Saat pikirannya masih melayang kemana-mana tanpa sadar ia menabrak seseorang yang membuat orang tersebut terjatuh kelantai.


" It's oke..." jawan suara lembut yang langsung menyita perhatian Aldy.


Saat ia melihat kearah sumber suara itu, seorang gadis manis dengan kaca mata bulat yang menghiasi wajahnya membuat sesuatu di dalam dirinya berdekat kencang.


" Sekali lagi saya meminta maaf "


" Iyah, lagi pula aku juga salah karena terlalu asik dengan pikiranku " ucapnya dengan senyum manisnya.


' Ugh...gula darahku...'


Jantung Aldy semakin berdetak lebih cepat saat melihat senyum gadis tersebut yang begitu menawan.


" Namaku Aldy Pratama " katanya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


" Aku Laura "


Keduanya kemudian berbasa basi sedikit sambil berjalan mengelilingi mall tersebut, " Apa kau sedang mencari sesuatu " tanya Laura.

__ADS_1


" Iyah, aku sedang mencari senjata..."


" Jika kau mau aku bisa menunjukan toko yang bagus, kualitas dan harganya benar-benar cocok " tawar Laura.


" Jika itu tidak menyulitkanmu, mohon antarkan aku kesana "


Keduanya pun menaiki lantai teratas bangunan tersebut dan berjalan sampai ujung lorong, disana sebuah toko senjata yang nampak sepi tak berpenghuni berdiri dengan kokoh.


" Jangan melihat sesuatu dari covernya " ujar Laura yang mengetahui isi pikiran Aldy.


Aldy tersenyum canggung sebelum kemudian ia dan Laura memasuki toko tersebut.


" Selamat datang...eh Nona Laura, bukankah anda baru saja membeli sebuah senjata "


Seorang pelayan langsung menyambut kedatangan keduanya.


" Tidak, aku kesini membawa temanku, dia ingin membeli sebuah senjata katanya "


" Kau begitu, silakan anda lihat-lihat terlebih dahulu " ucap sang pelayan.


Aldy pun berkeliling melihat senjata yang tertata rapih di dalam box kaca tersebut.


Saat ia memeriksanya, kualitasnya benar-benar sangat bagus.


" Apa kau bisa merekomendasikan sebuah senjata yang cocok untukku " pinta Aldy.


Laura kemudian berjalan kesalah satu box kaca yang berada di sudut ruangan, di dalamnya ada sebuah pedang dengan ukiran kuno yang menghiasinya.


" Sejak dulu aku menginginkan senjata ini, namun tabunganku masih belum cukup untuk membelinya " kata Laura dengan mata yang berbinar.


Harga yang ada di disana tertera 150.000.000 juta, yang membuat senyum Laura luntur.


Aldy kemudian memperhatikan pedang tersebut dengan teliti, dirinya sedikit terkejut saat mendapati jika pedang tersebut terbuat dari campuran besi dan logam langkah.


' Tidak heran jika harganya setinggi ini '


#**Note


Jangan Lupa...

__ADS_1


Like & Vote nya**....


__ADS_2