Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Hutan Kabut Kematian


__ADS_3

Patriach Kuncoro membawa Starla menuju ruang pengobatah Aldy dan Eluna, di sepanjang perjalanan Patriach Kuncoro menceritakan semua yang terjadi semalam.


Jelas raut wajah terkejut bercampur rasa bersalah menghiasi wajah cantik Starla, jika apa yang di katakan oleh pria sepuh itu benar adanya, maka dirinya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Tenanglah, semua itu bukan salah dirimu" kata Patriach Kuncoro menenangkan Starla.


Sesampainya disana, barulah Starla menghela nafas panjang saat melihat Aldy dan Eluna baik-baik saja.


"Maafkan aku...aku...aku benar-benar tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepadaku" kata Starla sambil menundukan kepalanya.


"Aku tidak pernah sedikitpun menyalahkanmu atas dasar yang terjadi kepadaku semalam" ujar Aldy yang langsung mendapat anggukan dari Eluna.


"Sebenarnya ada yang ingin ku ceritan kepada kalian..." lanjut Aldy sambil menyuruh semuanya untuk mendekat.


"Begini...."


Aldy kemudian menceritakan semua yang ia ketahui tentang apa yang terjadi kepada Starla, tetang tubuh suci dan gejala-gejala yang akan di alami oleh si pemilik tubuh suci.


Mereka semua yang mendengarkan hal tersebut di buat terkejut, bahkan Patriach Kuncoro dan Eluna sampai membuka mulutnya.


"Aku pernah membaca tentang tubuh suci" kata Eluna sebelum kemudian ia segera bergegas pergi meninggalkan ruang pengobatan.


Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa sebuah buku yang terlihat sangat usang, "Apa itu buku tentang tubuh suci" tanya Starla penasaran.


"Bukan, ini adalah buku tentang Putri Delima yang di yakini pemilik tubuh suci pertama di Benua Sundaland..."


Kemudian Eluna menceritakan tentang kehidupan Putri Delima yang sangat menyedihkan, selama bertahun-tahun ia tak sadarkan diri dan hanya bisa berbari diatas tempat tidurnya, bahkan Raja Adipati yang saat itu masih menjabat sebagai Raja Kerajaan Bromo sekaligus Ayah dari Putri Delima tidak bisa berbuat apa-apa, Raja Adipati sudah berusaha semaksimal mungkin agar putrinya sembuh dari penyakit anehnya.


Sampai suatu ketika, ada rumor yang mengatakan jika salah satu Pendekar Tanpa Tanding, yaitu Pill Master, turun tangan sendiri untuk mengobati sang putri.

__ADS_1


Dan akhirnya Putri Delima di nyatakan sembuh dari penyakit aneh yang ia derita selama bertahun-tahun.


"Lalu, apa seseorang yang mampu menyembuhkan penyakit aneh sang Putri masih ada? Maksudku hidup" tanya Starla penasaran.


"Tentu tidak, itu sudah terjadi sekitar ribuan tahun lalu"


"Hm, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat, bukankah ada rumor yang mengatakn jika Putri Delima masih hidup" kata Aldy yang langsung mendapat tatapan tak percaya dari semuanya.


"Itu hanya rumor, sampai saat ini tidak ada seorangpun yang pernah melihat sang putri, setelah pihak kerajaan menyebarkan jika Putri Delima telah tiada" sahut Patriach Kuncoro.


Mereka semua yang mendengar hal itu hanya menghela nafas panjang, kecuali Aldy, dia lebih memilih diam, entah kenapa dia ragu saat ingin mengatakan jika Putri Delima masih hidup.


'Mungkin sebaiknya aku harus menunggu Aaron terlebih dahulu dan meminta pendapatnya' kata Aldy dalam hati.


****


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Aaron dan Sekar Wangi sudah sampai di Hutan Kabut Kematian.


Wajah cantik yang berada di balik cadarnya menunjukan rasa ketakutan yang amat dalam, seolah ia sedang menghadapi ratusan pendekar tingkat tinggi yang siap membunuhnya kapanpun.


Aura yang di pancarkan dari Hutan Kabut Kematin sangat mencekam, belum lagi suara-suara siluman yang bersahutan seolah menyambut kedatangan keduanya.


Aaron yang menyadari ketakutan Sekar Wangi tersenyum tipis, sebelum kemudian memegang tangannya dan mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja.


'Kau tau, terkadang sifatmu yang seperti inilah yang membuat para gadis salah paham dan akhirnya jatuh hati kepadamu' ujar Banyu Geni memberi komentar saat melihat wajah Sekar Wangi sudah memerah tersipu malu.


'Senior, jangan memulainya, aku hanya ingin menenangkannya, tidak lebih'


Kemudian keduanya berjalan memasuki Hutan Kabut Kematin, suasana di hutan tersebut benar-benar sangat mengeritan, tidak ada sedikitpun sinar matahari yang mampu menerobos dedaunan lebat yang menghiasi langit-langit.

__ADS_1


Gerrrr....Gerrrr...Gerrrr


Belum lama Aaron dan Sekar Wangi berjalan tiba-tiba sekawanan serigala sudah datang menyambut keduanya.


"Manusia, apa yang kau lakukan disini" tanya salah satu dari mereka yang di yakini adalah pemimpinnya, terlihat dari ukuran serta warna yang sangat berbeda dari serigala yang berada di sekitarnya.


"Maafkan atas kelancangan kami senior, ada beberapa urusan yang memaksa kami untuk mendatangi tempat ini" kata Aaron.


"Hm, apa kau pikir aku akan membiarkan kalian berdua lewat"


"Jika senior tidak ingin membicarakan ini dengan baik-baik, apa boleh buat"


"Auuuuuuuuuu, kau memiliki nyali yang sangat besar bocah, tapi itu saja tidak akan cukup untuk berada di Hutan Kabut Kematian"


Kemudian Serigala itu menyuruh pasukannya untuk menyerang Aaron dan Sekar Wangi.


Sekawanan Serigala itu melesat kearah keduanya, pertempuran pun tak dapat di hindari, Aaron dan Sekar Wangi melawan lebih dari 5 Serigala yang memiliki kekuatan setara dengan Pendekar Kaisar.


Dengan cepat keduanya membunuh setiap Serigala tersebut, setiap tebasan milik Sekar Wangi mampu membuat Serigala yang berada di tingkat Pendekar Raja mati seketika.


"Aaron merunduk" teriak Sekar Wangi.


Aaron dengan segera merunduk mengikuti arahan Sekar Wangi, dan yang berikutnya terjadi adalah seekor Serigala berniat menerkamnya dari arah belakang.


Dirinya bernafas lega, sebelum kemudian kembali melanjutkan pertarungannya.


Sekitar 30 menit kemudian, barulah sekawanan Serigala itu mati dengan tubuh yang tak utuh lagi, bahkan ada beberapa Serigala yang mayatnya terbakar habis.


Hal itu di karenakan setiap tebasan yang berasal dari pedang milik Sekar Wangi mengandung element api yang sangat panas, api biru tersebut mampu membuat seseorang yang berada di tingkat Pendekar Raja kebawah akan mati dalam sekejap.

__ADS_1


Aaron dan Sekar Wangi melanjutkan perjalanan, namun belum lama mereka berjalan, kembali keduanya di hadang 3 ekor Beruang hitam yang memiliki kekuatan setara dengan Pendekar Bumi.


__ADS_2