
Tanpa terasa Starla,Aldy dan Angel sudah tinggal di Sekte Angsa Emas hampir satu tahun, hari-hari ketiganya pun di lalui dengan belajar ilmu beladiri dan tenaga dalam.
Para murid dan tetua yang semula meremehkan ketiganya kini di buat terkagum-kagum, karena dalam waktu sesingkat itu mereka mampu masuk dalam 10 jajaran murid terbaik. Terlebih lagi Starla, setelah insiden yang hampir menghancurkan satu kamar, tingkat praktiknya berkembang dengan pesat, dan hal itulah yang membuatnya menduduki peringkat pertama dalam jajaran murid terbaik.
Namun sebagai gantinya, setiap bulan purnama bersinar ia akan merasakan hal yang sama, seluruh tubuhnya mengeluarkan aura dingin yang sangat kuat di sertai dengan rasa sakit yang sangat hebat.
Aldy yang melihat penderitaan gadis yang ia cintai hanya bisa terdiam, menatap lirih kearah Starla, selama hampir 1 tahun juga, ia terus mencari keberadaan tentang Sekte Es Abadi, tetapi ia tak kunjung menemukan informasi apapun.
"Aku tidak menyangka jika kau mencintai sahabatmu sendiri" ucap sebuah suara yang mengagetkan Aldy.
"Angel...apa yang kau-"
"Tenanglah, aku hanya salut kepadamu, kau mencintai seseorang yang bahkan orang itu mencintai orang lain, apalagi orang itu adalah sahabatmu sendiri"
"Bagiku melihat Starla bahagia dan selalu tersenyum itu sudah lebih dari cukup, aku tidak terlalu berharap dia akan membalas perasaanku"
"Kau benar-benar pria idaman"
Keduanya terdiam selama beberapa saat, hanya menatap lurus kearah lapangan yang kini di penuhi oleh para murid yang sedang melakukan latihan tanding.
"Mau melakukan latihan tanding" kata Angel sambil mengulurkan tangannya kearah Aldy.
"Tentu"
Aldy meraih tangan Angel, sebelum kemudian keduanya berjalan kearah lapangan untuk memulai latihan tanding.
"Apa kau siap"
"Tentu"
Setelah mengambil jarak cukup jauh, Angel langsung melesat kearah Aldy, dia mencoba memberikan beberapa serangan fertikal dari berbagai arah, namun dengan mudah Aldy dapat menangkis setiap serangan tersebut.
"Apa cuma itu" ejek Aldy sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
"Itu baru permulaan"
Angel menambah kecepatan menyerangnya, tenaga yang ia gunakan lebih kuat dari sebelumnya, Aldy yang melihat pergerakan Angel semakin cepat mulai meningkatkan kewaspadaannya.
Aldy yang semula hanya menghindar dan menangkis kini mulai melakukan serangan balasan.
Para murid yang melihat pertarungan antara Aldy dan Angel sedikit demi sedikit mulai menghentikan latihannya. Lapangan yang semula di penuhi oleh murid-murid dan beberapa tetua kini mereka mulai mengigalkannya, mereka semua berlari keujung lapangan karena tidak ingin terkena imbas dari pertarungan dua murid terbaik tersebut.
"Bukankah mereka sangat mengagumkan, hanya dalam beberapa bulan mereka mampu menempati posisi 10 murid teratas"
"Iyah kau benar, mereka tidak hanya cantik dan tampan, tetapi juga mereka memiliki bakat yang luar biasa"
Bisik-bisik murid mulai terdengar di seluruh penjuru lapangan, bahkan para tetua pun tak bisa berkata apa-apa saat melihat pertarungan yang sangat hebat tersebut.
Sedangkan di lapangan, Angel masih menyerang Aldy dengan bertubi-tubi, walaupun keduanya sudah banyak mengeluarkan tenaga, tetapi tidak ada satupun diantara mereka yang ingin menyerah.
"Kau sangat hebat..."
"Kau juga, baiklah kita sudahi pertarungan ini"
"Tebasan Naga Pembelah Samudra"
Ayunan pedang milik Aldy meningkat dengan pesat, setiap tebasan yang ia berikan mampu menghasilkan gelombang energi yang sangat dasyat. Angel yang tidak siap dengan hal itu terpental jauh kebelakang, darah segar mulai mengalir di sudut bibirnya.
"Huk...kau hebat...tapi itu masih belum cukup untuk bisa mengalahkanku"
Dengan cepat Angel menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya, ia mulai berdiri kembali di bantu dengan pedang besar miliknya.
"Tarian Pembelah Langit"
Tubuh Angel mulai berputar kencang, hingga membuat sebuah perisai angin yang sangat kuat, bebatuan krikil dan debu mulai berterbangan, hingga membuat perisai angin itu kini berwarna kecoklakan.
Aldy yang melihat perisai angin milik Angel yang perlahan mendekat kini mulai bersiap, namun belum sempat ia melakukan apapun, sebuah pedang menancap di punggungnya. Seketika itu juga ia batuk darah, sebelum kemudian Aldy mulai kehilangan keseimbangannya dan detik berikutnya ia terjatuh ketanah.
__ADS_1
Hal itupun sukses membuat semua orang membulatkan matanya.
"Ada serangan, ada serangan...ada serangan..."
Belum sempat mereka tersadar dari keterkejutamnya, tiba-tiba sebuah suara kembali mengejutkan mereka.
"Apa serangan"
"Siapa yang cukup bodoh menyerangan Sekte Angsa Emas"
Para tetua yang mendengar berita tersebut mulai bersiap, sedangkan Angel berlari kearah Aldy, memapah tubuhnya yang kini di banjiri dengan darah segar.
"Aldy...bertahanlah..."
Angel membawa tubuh Aldy ketempat yang lebih aman, sedangkan jauh diatas langit seorang pria sepuh dan pemuda tampan menatap kearah pedang yang beberapa saat lalu berhasil menancap di tubuh seorang pemuda.
"Apa itu pria yang merebut kekasihmu?"
"Benar Ayah, kudengar Dewi Eluna sedang menjalin cinta dengan seseorang pemuda yang ia bawa dari negeri asing...."
"Rumor mengatakan jika pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat hebat"
"Hm! Begitukah, tenanglah Ayah akan selalu berada di pihakmu"
Keduanya terus memperhatikan peperangan yang sedang terjadi di bawah sana, tanpa sedikitpun berniat untuk ikut campur.
"Ayah apa sebaiknya kita membantu mereka, aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada Dewi Eluna"
"Kita tunggu nak, jika keadaan tidak kunjung membaik, Ayah akan memerintahkan pasukan Ayah untuk membantu mereka"
Mendengar penuturan dari Ayahnya, pemuda itu hanya menganggukan kepanya.
#**Note
__ADS_1
Like...Like...Like....
tembus 300 Like sampe jam 10 akan up lagi**..