
" Sudah Kakak katakan jangan pernah bekerja lagi, fokuslah pada sekolahmu " ucap pria tampan dengan setelan jas mewah tersebut kepada seorang gadis cantik yang berusia sekitar 17 tahun tersebut.
" Kak, aku bekerja bukan karena uang, Kakak pun tau akan hal itu "
" Apa kau masih berharap bertemu dengan pemuda yang ada di dalam mimpimu? " tanyanya yang langsung dianggukan oleh gadis itu.
Pria berjas mewah tersebut hanya menghela nafas panjang, " Angel, itu sudah beberapa tahun yang lalu, kau tid... "
" Aku sudah menemukannya " potong Angel yang membuat kedua bola mata pria tampan tersebut melebar seketika.
" Jangan bercanda "
" Aku serius Kak Max..."
Langkah kaki pria tampan bernama Max tersebut terhenti saat melihat wajah serius dari adiknya.
Max terdiam sesaat, ia tidak menyangka jika ada seseorang yang hanya bertemu dalam mimpi bisa menjadi kenyataan. Selama 2 tahun terakhir adik kesayangannya itu terus mencari sosok pemuda yang berada di dalam mimpinya, ia bahkan rela berpindah tempat kerja dari restoran satu ke restoran lainnya hanya untuk menemui pemuda impiannya itu.
" Lalu dimama dia sekarang? " tanya Max penasaran.
Angel menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian menceritakan kronilogis kejadian yang beberapa saat yang lalu ia alami bersama dengan pemuda impiannya.
Max yang mendengar hal itu tak mengetahui harus berbicara apa! Dia benar-benar terdiam seribu bahasa.
Saat ia ingin menanyakan kembali tentang pemuda tersebut, tiba - tiba seorang gadis cantik dengan dress hitam menghampiri keduanya.
" Permisi apa kau gadis yang waktu itu "
Angel menganggukan kepalanya.
" Bisa kita berbicara berdua " tanyanya lagi.
" Boleh "
Keduanya kemudian mengambil jarak cukup jauh dari Max.
" Aku ingin menanyakan tentang hubunganmu dengan temanku Aaron... "
" Apa kau mengenalnya? "
Angel menggelengkan kepalanya, ia tak yakin jika dirinya mengenal pemuda bernama Aaron tersebut, walaupun dia pernah bertemu dalam mimpi, namun jika ia mengatakannya bukankah itu sesuatu yang aneh, dan bisa jadi ia akan dianggap gila oleh gadis cantik di hadapannya ini.
__ADS_1
" Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, tapi..bisa kau pura-pura tak mengenalnya jika suatu saat kalian akan bertemu lagi " pinta Starla sambil menatap tajam kearah Angel.
" Apa maksudmu? "
" Tidak! Aku hanya merasa jika suatu saat nanti kita akan bertemu lagi, dan saat itu tiba mungkin kita akan bersaing untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. "
Setelah mengucapkan hal itu Starla pergi meninggalkan Angel yang masih mencerna setiap perkataan Starla.
" Siapa dia? Apa dia mengancammu? Atau menyakitimu " tanya Max yang melihat gadis cantik tersebut sudah selesai berbica dengan adiknya.
" Tidak...sepertinya kedepannya aku akan sulit mendapatkan apa yang aku inginkan "
****
Keesokan harinya, Aaron sedang berlatih tanding dengan Ayahnya.
Setaip serangan yang di lancarkan oleh keduanya membuat banyak orang berdecak kagum
" Apa benar dia tuan muda kita? "
" Bagaimana bisa di mampu mengimbangi tuan besar Alfajri "
" Tidak hanya tampan, tetapi juga memiliki bakat yang luar bisa hebat "
Merak sangat terkejut dengan perubahan tuan muda mereka itu, karena mereka semua mengetahui jika Aaron dulunya adalah manusia tidak berguna, bahkan diantara mereka ada yang enggan menghormati Aaron karena merasa tak pantas.
Namun saat ini, tidak ada lagi keraguan yang terjadi saat menyaksikan Aaron mampu menandingi tuan Alfajri yang notabenya memiliki level diatas 300.
Setiap serangan yang Aaron arahkan terlihat sangat lembut namun penuh dengan tenaga, bahkan tuan Alfajri sangat terkejut melihat perkembangan Aaron yang begitu pesat.
Keduanya sudah bertukar serangan sampai puluhan jurus, tidak sedikit luka yang mereka alami, bahkan pakaian yang mereka kenakan sudah terlihat tidak utuh lagi.
Aaron mundur beberapa meter untuk mengambil jarak, dan tuan Alfajri pun melakukan hal yang sama.
" Son, aku tidak sia-sia mengambil cuti selama beberapa minggu " tuan Alfajri terlihat sangat bangga saat mengatakan hal itu.
" Tunjukan semua kemampuanmu..." ucapnya lagi.
" Baiklah Ayah! Putramu ini tidak akan menahannya lagi "
Setelah mengatakan hal itu, Aaron menghilang dari pandangan semua orang, melihat hal itu tuan Alfajri meningkatkan kewaspadaannya.
__ADS_1
TRANG!!!
Tuan Alfajri memutar tubuhnya kebelakang sebelum kemudian ia berhasil menangkis serangan yang hampir mengenainya dari arah belakang.
Mata Aaron melebar saat serangan miliknya masih bisa di tangkis oleh Ayahnya.
" Tidak buruk..." ucapnya sambil memberikan beberapa pukulan kearah Aaron yang menyebabkan Aaron terpental kebelakang.
Sebelum sempat Aaron terbangun, tiba-tiba Tuan Alfajri sudah berdiri disampingnya yang terlihat akan memberikan serangan terakhirnya.
TRANG!!!
Tuan Alfajri membulatkan matanya saat menyadari jika senjata miliknya ada yang menangkis.
" Apa kau ingin membunuh putraku " ucap wanita cantik yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya.
" Sayang, apa yang kau la..."
Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya tiba-tiba sebuah pukulan mendarat tepat di perutnya yang menyebabkan dirinya mundur kebelakang beberapa langkah.
Aaron yang merasa tak terjadi sesuatu dengan dirinya memberanikan diri untuk membuka matanya.
Disana ia menemuka Mamahnya yang sedang bertarung dengan Ayahnya.
Ia berusa bangkit dengan dibantu senjata miliknya.
" Hentikan...." teriak Aaron yang seketika membuat Tuan Alfajri dan Nyonya Alica berhenti.
" Huk..huk..." Aaron batuk darah.
Melihat hal tersebut kedua orang tua Aaron melesat kearahnya.
" Son, are you oke.." tanya tuan Alfajri cemas.
" Ini semua salahmu..."
" Malam ini kau tidur diluar " ucap Nyonya Alica murka, sebelum kemudian ia membawa Aaron menuju kedalam mansionnya, meninggalkan tuan Alfajri yang masih terdiam membisu.
" Sayang..."
" Aku tidak sengaja..."
__ADS_1
Wajah Tuan Alfajri pucat pasi saat membayangkan jika nanti malam dirinya tidur di luar kamar.