
Saat Aaron ingin memberikan serangan mendadak tiba-tiba sebuah tangan menahan laju gerak tangannya dan memberika serangan balik hingga membuatnya mundur beberapa lagkah.
Namun dengan gesit kembali Aaron menghilang dan muncul tepat di atas Tetua Ed, Tetua Ed yang masih menyadari keberadaan Aaron langsung memutar tubuhnya dan memberikan serangan tapak.
Pukulan Aaron dan serangan tapak milik Tetua Ed saling beradu, "Kau lumayan bocah, tapi masih terlalu jauh untuk bisa menyentuhku" ucapnya sambil mengalirkan sedikit tenaga dalam, hingga membuat Aaron kembali terpental keatas.
"Sial, insting dan kekuatannya berada terlalu jauh dari jangkawanku" umpat Aaron.
Tetua Ed yang melihat Aaron masih melayang di udara mengambil anak panahnya dan seketika menembakan anak panah tersebut kearah Aaron.
Aaron yang masih belum bisa menjaga keseimbangannya langsung membuat sebuah perisai saat melihat anak panah yang semula berjumlah satu itu kini bertambah menjadi puluhan.
"Kobaran Api Pelindung"
Seluruh tubuh Aaron seketika di selimuti oleh api yang sangat panas, bahkan belum sempat anak panah itu berhasil mendekatinya tiba-tiba saja mereka semua memeleh dalam sekejap.
Tetua Ed yang melihat kejadian tersebut membulatkan matanya dengan sempurna, "Bagaimana bisa" ucapnya dengan nada terkejut.
Selama hidupnya Tetua Ed selalu percaya diri dengan kualitas anak panah yang miliknya, karena anak panah dan busur yang ia kenakan terbuat dari bahan-bahan yang amat berharga dan tidak akan mudah di hancurkan.
Bahkan anak panah miliknya mampu menembus pertahanan yang dimiliki Pendekar Landak Api yang di katakan pemilik element api terkuat yang berada di Benua Sundaland.
Tidak hanya Tetua Ed, tetapi juga Aaron tak kalah terkejut, karena saat ia memegang anak panah itu, dirinya bisa merasakan kualitasnya sangat tinggi, Aaron yakin tidak akan mudah baginya untuk mematahkan satu anak panah itu tanpa menggunakan energi dalam jumlah besar.
'Apa kau lupa jika kau memiliki api phoenix' kata sebuah suara di dalam kepala Aaron.
'Senior Banyu'
'Cepatlah bocah jangan terus bermain-main dengan pria tua itu, kau bisa mengalahkannya dengan mudah jika kau sedikit lebih serius'
'Jangan bercanda senior, aku bahkan sudah hampir menggunakan semua energi yang kumiliki untuk melawannya'
__ADS_1
'Cih merepotkan, baiklah aku akan sedikit membantu, aku akan meminjamkanmu tenaga dalam yang ku miliki'
Banyu Geni kemudian memejamkan kedua matanya dan mulai berkonsentrasi, detik berikutnya sebuah luapan energi tiba-tiba memenuhi seluruh tubuh Aaron.
Aaron yang bisa merasakan lupan-lupan energi tersebut langsung menggunakannya, Aaron kemudian membuat sebuah pedang dari element apinya dan mengalirkannya sedikit tenaga dalam.
Tetua Ed yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan Aaron langsung meningkatkan kewaspadaannya.
Aaron kembali melesat kearah Tetau Ed, dalam sekejap mata ia sudah berada di samping pria sepuh yang kini sudah menarik pedang miliknya, dengan senyum licik Aaron langsung mengayunkan pedang miliknya kearah Tetua Ed dengan kecepatan tinggi.
Dengan cepat keduanya bertukar serangan, Tetua Ed yang tidak terlalu ahli dalam ilmu pedang berusaha dengan sekuat tenaga menangkis setiap serangan yang mengarah kepada dirinya.
Aaron yang menyadari akan hal tersebut semakin beringas dan menambah kecepatan ayunannya. Dalam waktu singkat Aaron berhasil membuat Tetua Ed berada di situasi yang tidak menguntungkan.
Wajah yang semula di penuhi dengan kepercayaan diri itu seketika berubah menjadi ketakutan, wajahnya terlihat sangat pucat seolah tidak ada darah yang mengalir.
"Ada apa Kakak tua, kenapa wajahmu terlihat sangat pucat" tanya Aaron di sela pertarungan keduanya.
Tetua Ed yang menyadari ejekan tersebut mengumpat dalam hati, 'Sial,sial,sial, sepertinya hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku' katanya dalam hati.
Namun siapa sangka beberapa saat yang lalu bocoh kecil dengan mata emas dan biru itu tiba-tiba saja tubuhnya di penuhi dengan tenaga dalam yang jumlahnya tidak sedikit.
'Aku harus mencari cara agar aku bisa kabur dari pemuda ini, persetan dengan anggota kelompokku'
Saat Aaron menggunakan kombinasi serangan element dengan mudah ia mampu memukul mundur Tetua Ed, darah segar langsung mengalir di sudut bibir pria sepuh itu.
Tanpa membuang waktu Aaron kembali melesat kearah Tetua Ed dan memberikan pukulan telak, dan sekali lagi pria sepuh itu mundur beberapa meter.
Tetua Ed langsung muntah darah akibat pukulan yang mengenai bagian perut miliknya, "Kau...kau..." Tetua Ed tak bisa melanjutkan perkataanya, tubuhnya ambruk ketanah dengan posisi berlutut.
Para perampok yang melihat kejadian tersebut membulatkan matanya tak percaya, karena jagoan terkuat yang dimiliki Kelompok Sebelas Komodo mampu di kalahkan dengan kudah oleh seorang pemuda yang bahkan usianya belum mencapai 20 tahun.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan"
"Jika kita membiarkan Tetua Ed terbunuh maka kita tidak akan lolos dari kemarahan Patriach"
Diskusi hanya terjadi diantara mereka karena menyadari mereka dalam posisi yang tidak menguntungkan, namun salah satu diantara mereka memberikan ide gila untuk menyandra gadis cantik yang masih terdia membisu tersebut.
Tanpa memiliki pilihan lain mereka serempak menganggukan kepalanya dan melesat kearah Sekar Wangi.
Sekar Wangi yang menyadari hal tersebut langsung melesat kearah Aaron.
"Kenapa?" Tanya Aaron.
"Itu..." kata Sekar Wangi sambil menujuk kearah puluhan perampok yang berlari kearah keduanya.
Melihat hal itu Aaron tersenyum tipis, "Aku yakin kau mampu mengalahkan mereka dengan mudah, kenapa harus lari kearahku"
"Itu..hmm..itu..itu karena aku kehabisan tenaga dalam..yah...aku benar-benar lelah setelah menempuh perjalanan jauh" elak Sekar Wangi yang membuat Aaron terkekeh geli.
"Apa kau ingin modus denganku"
"Mo..modus? Apa itu maksdunya"
"Umm, seperti mencari kesempatan agar kau biasa berdekatan deng-"
PLAKKK
Belum sempat Aaron menyelesaikan perkataannya tiba-tiba sebuah tamparan mendarat tepat di pipinya.
"Jangan bermimpi" kata Sekar Wangi sambil menghentakan kakinya dengan keras, sebelum kemudian melangkah pergi.
#**Note
__ADS_1
Jangan Lupa Bayar Autor dengan menekan tombol Like dan Reting Bintang 5.
Hm, Mau bikin Crazy Up tapi votenya sedikit..🙄🙄🤔**