
Mereka semua di arahkan menuju lantai teratas bangunan tersebut, sesampainya disana kelimanya segera di sambut oleh ruangan yang sangat mewah.
Ada sekitar 10 meja yang tertata rapih di seluruh ruangan, jarak meja satu dengan yang lainnya terpaut sekitar beberapa meter.
Lukisan-lukisan serta barang-barang yang bernilai tinggi menjadikan nilai plus untuk ruangan tersebut.
" Ini adalah ruangan VIP di Restoran Seribu Satu Rasa, tuan bisa menempati salah satu meja tersebut, dan nanti akan ada beberapa pelayan yang mengantarkan makanan terbaik yang dimiliki restoran ini "
Aldy kemudian melirik sekilas kearah Aaron, dia memberikan isyarat agar Aaron yang memilih tempatnya.
" Aku ingin disana " ucapnya sambil menunjuk meja besar yang berada tepat disamping jendela besar.
" Ah! Tuan memiliki selera yang bagus, menikmati makan malam sambil memperhatikan pemandangan kota di malam hari, benar-benar sangat menyenangkan " puji Manager itu dengan senyum ramah.
Mereka pun berjalan menuju meja tersebut, yang terdapat puluhan kursi di sekitarnya.
Para gadis memperhatikan jendela besar yang ada di sampingnya, susana kota di sore hari serta udara yang sejuk membuat pikiran mereka menjadi lebih tenang.
Perlahan tapi pasti matahari mulai terbenam di upuk barat, bertepatan dengan itu kerlap-kerlip lampu langsung menghiasi seluruh kota. Menjadikannya pemandangan yang sangat indah.
Sedangkan Aaron dan Aldy hanya terdiam mengamati keindahan kota dari tempat duduknya.
' Berapa lama turnamen itu akan berlangsung ' kata sebuah suara yang ada di dalam kepala Aaron.
' Hm..mungkin sekitar seminggu! Memangnya ada apa '
' Setelah ini kau harus mencari keberadaan pusaka-pusa dan kitab-kitab yang ku miliki, aku bisa merasakan jika tidak lama lagi bangsa iblis akan terbebas... '
' Tidak hanya itu kau juga harus mencari Kitab 7 Element dan 9 Pusaka Immortal Langit ' lanjutnya lagi.
Aaron sedikit terkejut saat Banyu Geni mengetahui tentang Kitab 7 Element dan 9 Pusaka Immortal Langit, " Bagaimana senior mengetahuinya "
__ADS_1
Banyu Geni tersenyum tipis sebelum kemudian dia menjelaskan jika Kitab 7 Element dan 9 Pusaka Immortal Langit sudah ada sejak masanya.
Setelah keberhasilan dia memukul mundur pasukan bangsa iblis, seluruh dimensi di gegerkan dengan kemunculan Kitab 7 Element dan 9 Pusaka Immortal Langit, entah dari mana kabar itu beredar namun yang pasti seseorang yang memiliki semua itu akan menjadi tidak terkalahkan.
Para pendekar tingkat tinggi berlomba-lomba untuk mendapatkan Kitab serta Pusaka tersebut, bahkan dirinya pun juga ikut mencari keberadaannya.
Setelah menelusuri hampir 1000 dimensi akhirnya dia berhasil menemukan 2 dari ke 7 Kitab Element.
Saat ia membuka serta mempelajarinya ia sedikit terkejut karena mendapati gambaran-gambara di dalam kepalaya yang memperlihatkan jika Kitab 7 Element sebenarnya memiliki 9 Kitab yang berbeda.
Namun dikarenakan 2 kitab lainnya memiliki kekuatan yang sangat mengerikan seseorang telah menyegelnya di suatu tempat.
Sedangkan untuk 9 Pusaka Immortal Langit adalah pusaka yang dulunya dimiliki oleh para dewa, dengan alasan yang tidak di ketahui ke 9 pusaka tersebut di sembunyikan oleh mereka yang kini tersebar di seluruh alam semesta.
Aaron yang mendengar hal itu tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya, ' Sebenarnya ada berapa dimensi yang berada di alam semesta ini '
' Aku tidak mengetahuinya, yang jelas ada jutaan dimensi yang tersebar di seluruh alam semesta ini.. ' ucap Banyu Geni sambil menghela nafas, ' Kau harus menemukannya secepat mungkin, jika Kitab dan Pusaka itu sampai jatuh ketangan yang salah, seluruh alam semesta akan diambang kehancuran, bahkan mungkin bisa lebih parah dari yang di sebabkan oleh bangsa iblis '
Aldy yang melihat raut wajah cemas Aaron menaikan kedua alisnya, " Aaron, are you oke ? " tanyanya.
" Ya..aku baik.."
Selang beberapa saat kemudian beberapa pelayan mendatangi meja mereka dengan membawa berbagai hidangan mewah.
Melihat hal itu para gadis dengan cepat berebutan bangku yang berada disisi kanan dan kiri Aaron.
" Eluna menjauhlah dari bangku ini, aku yang akan mempatinya "
" Dalam mimpimu Starla, siapa cepat dia yang dapat "
Melihat pertengkaran kecil itu Aaron memijit keningnya yang terasa sakit, " Jika kalian terus bertengkar lebih baik aku yang pindah dari sini " kata Aaron final yang langsung membuat kedua gadis cantik itu terdiam seketika.
__ADS_1
Angel yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil, ia tidak menyangka jika Eluna dan Starla bertengkar hanya karena ingin duduk di samping Aaron.
' Tapi jika itu terjadi padaku mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama '
Angel bernafas lega karena dia selangkah lebih dulu untuk duduk di samping Aaron saat Starla dan Eluna masih menikmati pemandangan kota.
Starla mengendus kesal sebelum kemudian ia mengalah dan berpindah tempat di samping Aldy.
Mereka pun akhirnya makan dengan lahap, yang sesekali di selimuti oleh canda tawa yang membuat suasana menjadi lebih hidup.
Setelah selesai menyantap hidangan utama, Aldy meminta di bawakan hidangan penutup dengan di temain oleh beberapa cangkir berisi teh terbaik.
Kembali mereka melanjutkan pempicaraan dengan tenang.
" Ada yang ingin aku sampaikan kekalian " ucap Aaron tiba-tiba yang membuat suasana menjadi hening.
" Mungkin setelah turnamen ini kita akan berpisah, aku mendapatkan misi penting dari Ayahku, mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan atau mungkin juga aku tidak kembali "
Pyarrrrrrr
Suara gelas pecah tiba-tiba memenuhi seisi ruangan, kini semua pandangan tertuju kepada Angel yang tanpa sadar menjatuhkan gelas miliknya.
" Jangan bercanda Aaron..." ucapnya pelan dengan tatapan kosong.
" Apa sebenarnya tujuanmu " tanya Eluna sambil menatap tajam kearah Aaron.
" Kemanapun tujuanmu, aku akan tetap ikut bersamamu, bahkan jika itu harus mengorbankan nyawaku sendiri, aku tidak peduli..." kini giliran Starla yang memberi komentar.
Mendengar hal itu Aaron menggarukan kepalanya yang tak gatal, dia tidak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi.
' Sungguh reaksi mereka sangat mengejutkan, padahal aku baru mengatakan kalimat seperti itu..'
__ADS_1
' Bagaimana jika nanti mereka mengetahui tujuanku adalah meninggalkan Benua Element...'