Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Bertemu Kembali


__ADS_3

" Ah! Aku tidak menyangka jika kita akan bertemu lagi secepat ini " ucap pria sepuh yang bernama Banyu Geni itu.


Aaron yang baru menyadari jika ia sedang berada di alam bawah sadarnya, hanya terdiam saat mendengar perkataan pria sepuh tersebut.


" Senior, sejak saya bertemu denganmu, banyak kejadian-kejadian aneh yang menimpaku, seperti beberapa saat yang lalu, aku tanpa sadar menyebut nama Ariani di depan seorang gadis yang bahkan aku tidak mengenalnya "


Banyu Geni mengelus dagunya sesaat sebelum kemudian tertawa kecil, dia mengatakan jika secara perlahan Aaron akan mendapatkan kembali ingatan-ingatan yang semasa hidupnya ia alami.


Termasuk dengan jurus-jurus yang ia kuasai dan tentang orang-orang terdekatnya.


Jelas hal itu membuat Aaron sangat terkejut, ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini.


" Lalu, siapa gadis bernama Ariani tersebut? " tanya Aaron penasaran.


" Dia adalah gadis yang sangat cantik, dengan sifatnya yang sedikit bar-bar membuat hari-hariku saat bersamanya terasa begitu indah "


Banyu Geni mengalihkan pandangannya kearah langit, mengingat masa-masa dimana dirinya pertama kali bertemu dengan Ariani.


" Apa dia istrimu "


Seakan tak puas dari jawabannya, Aaron bertanya sekali lagi.


Mendengar pertanyaan tersebut, Banyu Geni batuk pelan, sebelum kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.


" Kau akan segera mengetahuinya " ucap Banyu Geni sambil tersenyum tipis.


Aaron menyipitkan kedua matanya kearah Banyu Geni sebelum kemudian ia tersenyum jahil, " Apa senior memiliki gadis lain " tuduhnya lagi.


" Bocah, kenapa kau sangat penasaran dengan kisah asmaraku? "


" Tidak, aku hanya merasa jika beberapa hari terakhir aku baru menyadari jika wanita itu adalah makhluk yang sangat mengerikan "


Aaron kemudian menceritakan tentang sahabatnya yang suka menatapnya dengan tatapan membunuh saat dia tanpa sadar menyentuh atau berbicara dengan gadis lain.


Mendengar pengakuan dari Aaron, Banyu Geni terkekeh geli, ia benar-benar merasakan jika pemuda di hadapannya itu sama persis dengan dirinya dulu saat masih berusia belasan tahun.


" Nak, dengar... jika kau ragu dengan pilihanmu, kau boleh memiliki semuanya "

__ADS_1


Aaron menaikan kedua alisnya saat mendengar ucapan yang di lontarkan oleh pria sepuh di hadapannya ini. Dirinya sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud olehnya.


" Lupakan, kau belum saatnya untuk mengetahui tentang hal tersebut... "


" Ada yang harus lebih kau waspadai terlebih dahulu Aaron, mungkin sesuatu akan terjadi kepada Benua Element dan itu di akibatkan oleh dirimu, mereka sudah mengetahui tentang keberadaanmu "


" Aku? Memang apa yang aku lakukan? " tanya Aaron penasaran.


Banyu Geni menggelengkan kepalanya pelan, sebelum kemudia ia mengatakan jika pengikut dari bangsa iblis sudah mulai membangun kekuatan untuk membangkitkan kembali bangsa iblis yang kini masih tersegel.


Kunci utama mereka ada di dalam diri Aaron, sebagai pemilik segel surgawi dia adalah kunci utama kebangkitan bangsa iblis.


Mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


" Secepat mungkin kau harus bertambah kuat, jika tidak kehancuran dunia akan terulang kembali " ucap Banyu Geni sambil menghela nafas panjang.


Aaron tidak mengetahui harus bereksi seperti apa, karena baginya semua ini terasa berat untuk ia hadapi sendiri.


" Aku tahu apa yang kau rasakan, tetapi bagaimapun hanya kau yang bisa melakukannya atau..." kata-kata Banyu Geni terhenti sesaat.


Banyu Geni menganggukan kepalanya pelan, " Bagaimana kau mengetahuinya " tanyanya pelan.


Aaron hanya tersenyum tipis sebelum kemudia ia baru mengerti apa yang di maksud dengan segel surgawi.


Segel Surgawi di dalam dirinya adalah kekuatan yang sangat besar, jika dia mampu mengendalikannya dia juga akan membawa kedamaian di dalamnya, begitupun sebaliknya.


" Kau sangat cerdas, dan kau memang pantas menjadi reinkarnasiku " ucap Banyu Geni dengan bangga.


Aaron menatap datar kearah Banyu Geni, kenapa semakin lama ia terlihat semakin percaya diri. Malah dia ragu jika pria sepuh ini adalah dirinya dimasa lalu.


Sifatnya sangat bertolak belakang dengan dirinya yang diam dan tak banyak bertingkah.


" Sudah saatnya kau kembali " ucap Banyu Geni sebelum kemudia tubuh Aaron perlahan mulai menghilang.


Saat Aaron membuka matanya, hal yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit kamar yang terlihat tidak asing.


" Dimana aku sekarang " ia mencoba untuk duduk.

__ADS_1


Ingatan terakhirnya dia sedang berada di sebuah restoran bersama Starla dan Aldy dan kemudian dia bertemu dengan seorang gadis pelayan yang ternyata ada di masa lalu dirinya saat ia menjadi Banyu Geni.


" Sayang, apa kau baik-baik saja " tanya lembut seorang wanita paru baya yang berada disampingnya.


" Mah, aku dimanah "


" Kamu berada di rumah sayang, tadi Starla dan Aldy membawamu pulang dalam keadaan tak sadarkan diri... "


" Istirahatlah terlebih dahulu "


Aaron menganggukan kepalanya sebelum kemudian kembali tertidur.


****


Sedangkan di tempat lain, Starla sedang mengendarai mobilnya menuju restoran yang sebelumnya ketiganya singgahi.


Ia ingin mengetahui tentang siapa gadis tersebut, sampai membuat Aaron berani membelai lembut kepalanya.


Sesampainya disana, Starla langsung bergegas menuju ke lantai dimana letak restoran itu berada.


" Permisi, apa disini ada pegawai yang bernama Angel " tanya Starla sopan.


" Maksud anda Angel pelayan restoran ini "


Starla menganggukan kepalanya, kemudian gadis yang ia tanyakan memberitahunya jika Angel sudah pulang beberapa menit yang lalu karena jam kerjanya sudah selesai.


Mendengar hal itu Starla berjalan kembali kearah parkiran, ia juga tak lupa untuk mengucapkan terimakasih.


Sesampainya di parkiran, ia melihat gadis bernama Angel tersebut sedang berjalan dengan seorang pemuda tampan berpakain jas mewah.


Tanpa menunggu lebih lama Starla menghampiri keduanya. " Permisi, apa kau gadis yang waktu itu " tanyanya dengan senyum manis yang langsung dianggukan oleh Angel.


" Bisa kita berbicara sebentar "


" Boleh "


" Aku ingin menanyakan tentang hubunganmu dengan temanku Aaron..."

__ADS_1


__ADS_2