Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Markas Sebelas Komodo 4


__ADS_3

Aaron kemudian meminta cincin semesta kepada Dewi Sambi, dan dengan segera wanita sepuh itu menurutinya, "Tuan muda, ini adalah cincin semesta kualitas terbaik, bahkan cincin ini bisa menampung seluruh bangunan satu kota" jelas Dewi Sambil.


"Kami mendapatkannya dari salah satu Duke yang sedang melakukan perjalanan" lanjutnya lagi.


Aaron yang mendengar hal itu tersenyum tipis, sebelum kemudian memakai cincin tersebut kejari manis miliknya. Dalam satu ayunan tangan sebagian isi dari ruang harta tersebut langsung menghilang dan berpindah ke dalam cincin semestanya, Dewi Sambi dan Sekar Wangi hanya bisa menahan nafas saat melihat hal tersebut.


"Jangan khawatir, aku akan menggantinya 10x lipat dari yang aku ambil" ucap Aaron saat melihat wajah melas Dewi Sambi.


Dewi Sambi yang ketangkap basah langsung salah tingkah dan menggarukan kepalanya yang tak gatal, ia pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Segera kumpulkan para tetua, aku ingin membahas sesuatu untuk kemajuan Sebelas Komodo" perintah Aaron yang langsung mendapat anggukan dari Dewi Sambi.


Setelah kepergian Dewi Sambi, Aaron berjalan mendekati Sekar Wangi. "Sekarang hanya ada aku dan kamu, apa yang seharusnya kita lakukan" kata Aaron sambil tersenyum mesum.


"Aaa..apa yang kau pikirkan, dasar mesum" ucap Sekar Wangi sambil menginjak kaki Aaron, yang seketika membuat pemuda tampan itu mengumpat dalam hati.


"Hey, apa kau yakin tidak ingin melakukan sesuatu denganku" teriak Aaron saat melihat Sekar Wangi berjalan keluar.


Aaron yang berada di alam bawah sadar langsung memaksa untuk mengambil alih tubuhnya dari Banyu Geni, "Senior, apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membuat harga diriku hancur"


"Ehh, tidak, ak...aku hanya ingin membantumu, kau tau! Kau itu terlalu dingin kepada para gadis, biarkan aku membantumu sedikit"


"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya sendiri"


"Baiklah-baiklah aku tidak akan berbuat seperti itu lagi, jadi biarkan aku mengambil alih tubuhmu untuk saat ini" kata Banyu Geni.


Aaron yang mendengar hal itu hanya menghela nafas panjang sebelum kemudian membiarkan Banyu Geni kembali mengambil alih tubuhnya.


Setelah itu, Aaron berjalan keluar dari ruang harta dengan aura kepemimpinanya, para pelayan dan beberapa pendekar wanita menatap takjub kearah pemuda tampan berambut pendek itu.

__ADS_1


"Lihat, bukankah Tuan Muda kita sangat tampan dan berwibawa"


"Iyah, entah kenapa aku tidak merasa bosan melihatnya"


"Aku rela menjadi selir Tuan Muda Aaron"


Bibisik-bisik beberapa pelayan dan pendekar wanita langsung memenuhi indra pendengaran Aaron, namun hal itu tidak membuatnya merasa senang, Aaron terlihat seperti sudah terbiasa mendapatkan perhatian tersebut.


'Hm, ternyata ketampananku masih sama seperti dulu' kata Banyu Geni dalam hati.


Dan hal itupun sukses membuar Aaron yang mendengar perkataan tersebut merasa mual dan ingin muntah darah.


"Senior, bukankah kau terlalu percaya diri"


"Tidak, apa kau tau saat aku seusiamu dulu, aku bahkan menjadi rebutan para gadis"


Setelah sampai si sebuah ruang makan, sekaligus ruang pertemuan, salah satu pelayan langsung mengarahkan Aaron kesalah satu kursi yang berada tepat diantara para tetua, di sisi kanan dan kirinya sudah ada Dewi Sambi dan Sekar Wangi.


"Maaf membuat kalian menunggu, sebelum membahas rencana yang ku buat, alangkah baiknya kita menyantap hidangan terlebih dahulu"


Para tetua hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, tidak ada satupun diantara mereka yang berani membantah pemuda tampan yang beberapa saat yang lalu berhasil membunuh 2 jagoan terhebat Perampok Sebelas Komodo.


Bahkan untuk bernafaspun mereka terlihat sangat berhati-hati.


Setelah menunggu beberapa saat, barulah puluhan pelayan memasuki ruangan dengan membawa hingan mewah yang sudah di hias secantik mungkin.


Meja panjang dengan kursi berjumlah 20 itu seketika di penuhi dengan hidangan mewah, setelah mendapat perintah dari Aaron, mereka semua langsung menyantap hidangan tersebut dengan lahap.


Selesai menyantap hidangan, salah satu tetua memberanikan diri untuk bertanya, "Tuan Muda, sebenarnya apa yang ingin Tuan Muda bahas sehingga mengumpulkan kami disini"

__ADS_1


"Di seluruh Benua Sundaland, ada berapa banyak kelompok perampok yang berkeliaran" tanya Aaron tiba-tiba.


Mendengar hal itu para tetua menaikan alisnya sebelum kemudian saling berpandanganya, mereka semua terlihat heran dengan pertanyaan yang di lomtarkan oleh pemimpin baru mereka.


"Kelompok Perampok di bagi dalam 10 bintang, semakin tinggi bintang yang di dapat, maka semakin kuat kelompok perampok tersebut" jelas salah satu dari mereka.


"Hm menarik" gumamnya pelan.


"Senior Dewi Sambi, bisa kau jelaskan lebih rinci" pinta Aaron sambil melirik kearah wanita sepuh yang sejak tadi terdiam.


"Baik Tuan muda"


Kemudian Dewi Sambi menjelaskan tentang sistem kelompok perampok, beberapa ratus tahun terakhir, kelompok perampok naik dengan pesat, di kisarkan ada 500 lebih kelompok perampok yang berada di Benua Sundaland, Kelompok Perampok dengan bintang 10 hanya ada 5 di Benua Sundaland, yaitu, Perampok Bunga Kematian,Perampok Anggrek Hitam,Perampok Kalajengking Merah, Perampok Black Cobra dan Perampok Sebelas Komodo.


"Setiap kelompok perampok biasanya memiliki ciri khasnya sendiri, seperti Sebelas Komodo, kami memakai topeng dengan berbeda warna, hitam untuk pemula, perak untuk senior, emas untuk tetua dan topeng giok untuk pemimpin" jelas Dewi Sambi.


"Tapi, setelah kematian dari Patriach dan Tetua Ed, kekuatan Sebelas Komodo menurun secara signifikan, jika kabar ini tersebar luas, aku yakin banyak yang akan menyerang Sebelas Komodo" celetuk salah satu tetua.


"Hm, aku sudah memilikirkan hal itu, dengar baik-baik, setelah ini aku akan pergi dari sini untuk beberapa saat. Dan setelah itu kalian harus memburu kelompok perampok kecil dan menyuruh mereka untuk bergabung, jika mereka menolak, bunuh dan habisi mereka semua..."


"Secepat mungkin aku akan kembali kesini, dan saat itu tiba, aku akan memilih 5 diantara kalian untuk membantu menaikan tingkat praktik kalian, siapapun yang dapat menaklukan lebih banyak kelompok perampok, dia yang akan mendapatkan hadiah serta kedudukan tinggi" ucap Aaron yang membuat suasana menjadi hening.


"Apa Tuan Muda serius dengan ucapan yang baru saja tuan katakan"


"Hmm..apa kau meragukan kekuatanku" kata Aaron sambil menghentakan kakinya, yang seketika membuat bangunan tersebut kembali bergetar.


#**Note


Jangan Lupa Like di setiap chep dan Votenya, nanti malam akan di usahakan Up lagi**..

__ADS_1


__ADS_2