Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Turnamem Antar Academy 6


__ADS_3

Rey yang mengalami luka serius akibat serangan dari Aldy membuat turnamen kian memanas.


Terlebih lagi saat Ayah dari Rey tidak terima dengan yang terjadi kepada putra bungsunya yang mengakibatkan perdebatan sengit terjadi di tengah berlangsungnya Turnamen Antar Academy.


Hingga membuat salah satu pemimpin tertinggi Perusahaan Element Grup harus turun tangan untuk menyelesainya perdebatan tersebut.


Ayah dari Rey mau tidak mau harus memberi muka kepada pemimpin Element Grup tersebut, jika tidak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi kepada dirinya ataupun perusahaan miliknya.


Dari 200 peserta yang berhasil lolos, kini hanya menyisakan 100 peserta. Karena hari masih panjang, Turnamen Antar Academy masih terus berlanjut.


Jika sebelumnya mereka bertarung dalam kelompok, kali ini mereka harus bertarung seorang diri dengan mengandalkan kemampuan masing-masing.


Aaron berjalan dengan santai menuju arena pertarungan, dan di sebrangnya seorang pemuda tampan juga melakukan hal yang sama.


Aaron dan lawannya mulai bersiap, saat wasit mengatakan pertandingan dimulai, Keduanya bergerak secara bersamaan.


Seketika pedang milik mereka bertemu, dan menimbulkan gelombang kejut yang sangat besar, kerena memang baik pedang milik Aaron dan Lawannya sudah di alirkan energi dalam jumlah yang tidak sedikit, hingga membuat keduanya terpental mundur beberapa meter, namun dengan cepat mereka kembali melesat secara bersamaan dan bertukar serangan, yang awalnya hanya puluhan jurus sampai ratusan jurus.


Hal tersebut sukses membuat penonton berdecak kagum saat melihat kemampuan keduanya.


" Selama Turnamen Antar Academy yang berlangsung setiap tahunnya, ini adalah salah satu pertarungan terbaik "


" Kau benar, kita seakan sedang melihat petarung profesional tingkat tinggi "


Bisik-bisik pujian di lontarkan oleh banyak penonton, tidak hanya penonton bahkan Aaron pun sangat terkejut saat menyadari jika lawannya mampu mengimbangi kecepatan serta ilmu berpedangnya.


" Apa kau terkejut dengan kemampuanku... " tanyanya dengan senyum yang mengejek.


" Ini masih belum seberapa! Lihat yang akan terjadi selanjutnya "


" Tahap Ketiga Element Petir : Cambuk Halilintar "


Dalam sekejap, pedang yang berada di genggaman pemuda itu berubah menjadi cambuk berwarna kemerahan, serta di selimuti oleh aliran listrik.


Penonton yang melihat kejadian tersebut membulatkan matanya.


" Apa? Seorang pemuda yang berada di level 100 mampu menguasai element tingkat ketiga "


" Yang benar saja...!! "


" Ini terlalu mustahil "


Semua penonton di buat terkejut dengan apa yang terjadi diarena pertandingan.


Sebenarhanya hal tersebut sangat umum bagi mereka yang memiliki level tingkat tinggi, namun yang menjadi pertanyaan banyak penonton adalah, Bagaimana bisa seseorang yang masih berada di level 100 mampu melakukan hal tersebut, setidaknya di butuhkan energi yang sangat besar untuk menguasa tingkatan dari setiap element.


Pemuda tampan itu mulai memutar-mutarkan cambuk miliknya, dan mengarahkanya kepada Aaron secara bertubi-tubi.

__ADS_1


Hal itu membuat Aaron sedikit kewalahan untuk menghindari setiap serangan cambuk yang datang kepadanya.


Bahkan ada sebagian serangannya yang berhasil melukai Aaron hingga membuatnya mundur beberapa meter.


" Tahap Ketiga Element Api : Letusan Gunung Berapi "


Aaron mengarahkan setiap pukulanya yang mengeluarkan bola api ke arah cambuk lawannya.


Lawannya yang melihat puluhan bola api mengarah kepadanya langsung berusaha menghidarinya, namun sebagian berhasil mengenainya hingga membuat luka bakar di sekujur tubuhnya.


Kembali penonton di buat terkejut. Ketika Aaron juga mampu menguasai element tingkat ketiga.


" Pertarungan ini benar-benar hebat "


" Ini pertarung paling menegangkan selama turmanen ini berlangsung "


" Benar-benar gila, akan sulit menebak siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya "


Diskusi hangat kembali terjadi diantara penonton.


Starla, Eluna dan Aldy menatap tak percaya kearah pemuda yang sedang bertarung sengit dengan Aaron tersebut.


" Dia..mampu mengimbangi kecepatan serta permainan pedang Aaron "


" Siapa sebenarnya pemuda itu "


" Namanya Hiro Adinata , murid terbaik dari Galaxy Academy " ucap Angel yang muncul entah darimana.


" Tentu, kami pernah berhadapan saat Galaxy Academy mengadakan pertandingan sahabat beberapa tahun yang lalu... "


" Aku tidak menyangka jika kekuatannya bisa meningkat sepesat ini hanya dalam waktu beberapa tahun saja."


Angel jadi teringat bagaimana dirinya di hajar habis-habisan oleh Hiro tanpa memberikan kesempatan dirinya untuk memberikan serangan balik.


" Tapi aku percaya jika Aaron akan memenangkan pertarungan ini " kata Eluna.


" Siapa yang tahu akhirnya akan seperti apa " jawab Angel pelan.


" Apa kau meragukan kekuatan Aaron? " tanya Starla.


" Tidak, aku hanya berbicara tentang kenyataan "


Ketiga gadis cantik itu terus berdebat tanpa memperdulikan sekitarnya yang mulai memperhatikan tingkah laku mereka.


Sedangkan di arena pertandingan, Aaron dan pemuda bernama Hiro tersebut terus bertukar serangan secara sengit.


" Tahap Ketiga Element Petir : Hujan Halilintar "

__ADS_1


Dari arah langit, muncul ribuan halilintar yang siap menyambar siapapun yang berada di bawahnya.


" Tahap Ketiga Element Tanah : Tanah Pelindung "


Sebuah perisai tanah langsung tercipta di sekeliling tubuh Aaron.


Dan saat halilintar milik Hiro bersentuhan dengan tanah pelindung milik Aaron, sebuah ledakan besar pun terjadi.


Duarrrrrrr


Seisi arena langsung di tutupi oleh debu yang sangat tebal, namun saat debu itu perlahan mulai menghilang, masih terlihat Aaron dan Hiro berdiri berhadap-hadapan dengan nafas yang terengah-engah.


Selang beberapa saat kemudian, keduanya kembali melesat secara bersamaan.


" Pedang Halilintar "


Dari tangan Hiro , muncul dua pedang berwarna merah ke hitaman.


" Pedang Api Abadi "


Sedangkat Aaron juga tak mau kalah, dia membuat pedang dari Element Apinya.


Kembali mereka bertukar serangan, Hiro yang memegang dua pedang terus menerus mengayunkan pedang miliknya secara membabi buta.


Hal itu membuat Aaron harus berada di posisi bertahan.


Kembali semua mata penonton membulat dengan sempurna dan bahkan ada sebagian yang menganga melihat kejadian yang menakjubkan tersebut.


" Mereka sudah menguasai perubahan Element "


" Pada Usia semuda ini mereka mampu menguasai perubahan Element "


" Kedua bocah itu tidak hanya menguasai tahap ketiga dari masing-masing element, tetapi juga mampu menguasai perubahan element "


Gejolak kembali terjadi di arena penonton.


Sedangkan Aldy dan Starla tersenyum puas melihat perkembangan Aaron yang sangat mengerikan itu.


Baik Aaron ataupun Hiro sudah berada di ambang batas, karena sudah lebih dari 3 jam mereka terus bertarung.


" Tapak Dewa Iblis "


" Pukulan Tinju Berapi "


Saat tapak milik Hiro bertemu dengan tinjuan milik Aaron, suara ledakan kembali terjadi.


Duarrrrrrr...

__ADS_1


#**Note


Gak ada yang mau Vote Gituu... hikss 😖**


__ADS_2