Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Mulai Berlatih


__ADS_3

Sepulangnya Aaron dari Academy, ia langsung bergegas menuju perusahaan yang dimiliki oleh Ayahnya.


Aaron menatap sebuah gedung besar yang memiliki 100 lantai tersebut, sebelum kemudian langkah kakinya berjalan menuju lobby dari bangunan megah itu.


" Selamat sore selamat datang di Alfajri Grup ada yang bisa saya bantu " tanya sang resepsionis dengan senyum manisnya.


" Aku ingin menemui Ayah " ucapnya singkat.


" Baik tuan muda, saya akan mengabarkan hal ini kepada Tuan Alfajri terlebih dahulu "


Walaupun dia putra tunggal dari pemilik Alfajri Grup, namun ia tidak di perbolehkan seenaknya menemui Ayahnya saat ia masih berada di kantor.


Karena Keluarga Alfajri menjunjung tinggi tentang etika dan sopan santun, oleh sebab itu Aaron harus menunggu untuk bertemu dengan Ayahnya sendiri.


Tak lama kemudian sang resepsionis menyuruh Aaron untuk menaiki lantai 100, tempat ruangan Ayahnya berada.


Sesampainya disana, Aaron langsung di persilahkan masuk oleh sekertaris Ayahnya yang berjaga tepat di di depan ruangannya.


" Putraku, kenapa kau tidak mengabari Ayah terlebih dahulu, kemari duduk lah "


Aaron hanya menganggukan kepalanya, sebelum kemudian dia duduk di sofa dekat jendela besar.


" Apa yang kau inginkan? Mobil baru ? " tanya Tuan Alfajri yang langsung mendapat gelengan dari Aaron.


Kemudian Aaron menyampaikan niatnya untuk mengikuti Turnamen Antar Academy dan berniat pindah ke Academy Element jika dirinya masuk dalam rank 20 besar.


" Aku kesini untuk meminta Ayah mengajariku ilmu beladiri dan beberapa sihir tingkat rendah "


Jelas hal itu membuat Tuan Alfajri sangat terkejut, namun sekaligus senang karena putra tunggalnya itu yang sempat putus asa karena tak bisa melakukan sihir akhir memiliki semangat lagi.

__ADS_1


" Baiklah nak, aku akan mengambil cuti selama beberapa minggu untuk fokus mengajarimu " ucapnya sambil mengelus bahu Aaron.


Setelah itu Aaron pamit pulang karena sebelumnya ia belum izin terlebih dahulu kepada Mamahnya.


Tuan Alfajri pun mengantarkan Aaron sampai di depan lobi kantornya.


****


Sedangkan di tempat lain, Starla menatap saudara laki-lakinya itu dengan tatapan menyedihkan, " Sebenarnya siapa yang melakukan hal ini kepadamu " tanyanya dengan nada dingin.


" Aku tidak tau! Orang tersebut tiba-tiba menyerangku saat aku sedang lengah " ucapnya berbohong.


Jika Daniel mengatakan penyebab dirinya seperti ini adalah karena Aaron, mau ditaro dimana mukanya, sampai babak belur di buat oleh manusia sampah seperti Aaron...Sungguh memalukan, mungkin itu yang berada di dalam pikirannya.


' Awas saja kau manusia sampah ' umpatnya dalam hati.


Starla yang tak mendapat jawaban dari Daniel hanya menghela nafas panjang, sebenarnya dia mengetahui jika saudaranya itu suka membuat keonarah.


Kemudian Starla berjalan kearah kamarnya, ia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang berukuran besar tersebut sambil menatap lahar handponenya yang berisi foto dirinya dengan Aaron.


" Kapan kau akan menyadari tentang perasaanku " ucap.


Sudah 2 tahun lebih Starla memendam perasaannya kepada Aaron, namun pria tersebut selalu menganggapnya hanya sekedar sahabat baiknya.


Bukan karena Aaron sudah memiliki seorang kekasih atau sedang menyukai perempuan lain. Tapi memang pada dasarnya Aaron tidak pernah peka dengan orang yang ada di sekelilingnya.


Dirinya bahkan pernah menyuruh teman perempuannya untuk menyatakan cinta kepada Aaron, namun reaksi Aaron malah membuat Starla ingin menguburnya hidup-hidup.


Starla sempat berfikir jika Aaron memiliki kelainan, namun hal itu segera di tepis olehnya saat melihat Aaron menatap dingin laki-laki jadi-jadian yang pernah menggodanya.

__ADS_1


Karena terlalu banyak memikirkan perasaannya kepada Aaron, tanpa sadar rasa kantuk mulai menyerangnya dan ia pun tertidur dengan masih menggunakan seragam Academynya.


****


Saat malam hari tiba, Aaron sudah berada di lapangan belakang rumahnya bersama kedua orang tuanya, dan mulai berlatih di bawah bimbingan Tuan Alfajri.


" Nak, jangan pernah memaksakan dirimu, jika kau ingin pindah ke Academy Element Ayah dan Mamah akan mengusahakannya untukmu " ucap Nyonya Alica.


" Mah, sudah Aaron katakan jika Aaron ingin berusaha dengan kekuatan Aaron sendiri "


Wanita sepuh yang masih terlihat cantik itu hanya menghela nafas panjang, jika sesuatu sudah menjadi keinginan putra tunggalnya itu, dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk merubah keputusannya.


Kemudian Tuan Alfajri memberikan pedang kepada Aaron, karena hampir sebagian pria menggunakan pedang sebagai senjatanya.


1 jam pertama Aaron merasa kesulitan saat menerima setiap serangan dari Ayahnya, namun Aaron terlihat tidak pantang menyerah dan meminta Tuan Alfajri untuk melatihnya dengan lebih keras lagi.


Melihat semangat dari putranya, Tuan Alfajri tersenyum bangga. ' Sepertinya anakku sudah dewasa ' katanya dalam hati.


Langkah demi langkah Tuan Alfajri mengajarkan tentang ilmu pedang kepada Aaron dengan bahasa yang mudah di pahami, dan sesekali Nyonya Alica juga memberi masukan.


Saat mencoba kembali, Aaron bisa merasakan jika pemahaman tentang ilmu pedangnya perlahan semakin membaik.


' Tidak heran jika Ayah dan Mamah pernah menjadi bagian dari Academy Element '


Bahkan Aaron yang masih awam dalam ilmu pedang pun dapat memahami dengan baik apa yang di sampaikan oleh kedua orang tuanya.


Sundah menjadi rahasia umum jika murid-murid yang lulus dari Academy Element akan memiliki masa depan yang sangat cerah.


Saat jam menunjukan pukul 10 malam, akhirnya latihan pun di hentikan, Tuan Alfajri dan Nyonya Alica terlihat puas saat melihat perkembangan anaknya yang meningkat dengan sangat cepat itu.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama bagi Aaron untuk mempelajari jurus-jurus pedang yang diajarkan oleh kedua orang tuanya.


Tanpa Aaron sadari, level miliknya sudah berada diangka 10.


__ADS_2