
Aaron yang tidak sempat menghindar terkena pukulan dari Tuan Besar Arjuno, hingga membuatnya mundur beberapa langkah.
"Masih berani memalingkan wajah di saat bertarung denganku?"
Tuan Besar Arjuno tersenyum sinis kearah Aaron, sebelum kemudian ia mengalirkan tenaga dalam kearah pedang miliknya, dan seketika pedang tersebut mengeluarkan aura yang sangat mengintimidasi.
Aaron yang menyadari akan kejanggalan itu mulai meningkatkan kewaspadaannya.
'Pedang Penguasa Jiwa' ucap seseorang dalam kepala Aaron, suara yang sudah lama tidak terdengar oleh dirinya.
'Senior, apa kau mengetahui tentang pedang tersebut' tanya Aaron.
Banyu Geni mengangguk pelan sebelum kemudian ia mencerita jika Pedang Penguasa Jiwa adalah salah satu pedang yang memiliki kekuatan dasyat.
Semakin banyak pedang tersebut menyerap tenaga dalam, maka semakin besar pula kekuatan yang akan di keluarkan.
'Dula pedang itu berada di tanganku, tetapi seingatku aku memberikan Pedang Penguasa Jiwa tersebut kepada seorang pendekar pengembara' jelas Banyu Geni.
'Bagaimana bisa senior memberikan pedang seperti itu kepada orang yang tidak di kenal'
'Ah! Jika mengingat hal itu aku melupakannya, tetapi aku yakin, aku memiliki alasan tersendiri' kata Banyu Geni.
Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh roh pria sepuh tersebut, Aaron menghela nafas berat.
"Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat melelahkan..."
"Tidak heran jika Tuan Besar Arjuno memiliki kekuatan setara dengan Pendekar Langit" lanjutnya lagi sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Saat Tuan Besar Arjuno mengayunkan pedangnya, dengan cepat Aaron mengalirkan tenaga dalam dan energi secara bersamaan, kemudian ia menangkis serangan tersebut.
Sebuah energi pedang tercipta saat kedua pedang dengan kekuatan besar itu saling bertemu, hingga membuat Aaron dan Tuan Besar Arjuno terpental ke belakang puluhan meter.
Terlihat jelas jika Tuan Besar Arjuno sangat terkejut saat Aaron berani menangkis pedang miliknya.
Dan yang lebih mengetutkannya adalah ketika ia menyadari jika kualitas pedang milik Aaron sama dengan yang ia punya, atau mungkin sedikit diatasnya.
Selama ini Tuan Besar Arjuno sangat percaya diri jika ia bertarung menggunakan pedangnya.
Namun sepertinya hal itu harus di patahkan oleh pemuda tampan yang baru saja ia kenal beberapa saat yang lalu.
"K...kau..ba..bagaimana bisa" ucapnya dengan terbatah-batah.
Detik berikutnya Tuan Besar Arjuno memuntahkan darah segar sebelum kemudian tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sedangkan Aaron hanya mengalami sesak di bagian dadanya akibat dari energi Pedang Penguasa Jiwa yang berhasil mengenainya.
"Pedang yang sangat dasyat" kata Aaron sambil berusaha berdiri dengan di bantu pedang miliknya.
Para penjaga dan keluarga besar Bangsawan Arjuno segera menghampiri Tuan Besar Arjuno dan Tuan Besar Arya.
Terlihat ada beberapa raut wajah yang khawatir dan sebagian lagi merasa kecewa karena mereka kalah taruhan.
Sedangkan Angel dan Sekar Wangi tersenyum penuh makna, keduanya kemudian membangi rata hasil dari taruhan mereka.
Aaron yang melihat itu berjalan menghampiri kedua gadis cantik tersebut, "Teruslah tersenyum sampai aku menikahi kalian" ucapnya datar.
"Tidak, aku tidak mau di madu" protes Sekar Wangi yang seketika membuat Aaron terbatuk pelan.
"Aku hanya bercanda, maksudku itu hanya perumpamaan, kau mengerti maksudku bukan?"
"Iss, jadi kau mempermainkan kami berdua" kali ini Angel yang angkat bicara.
"Eh, tidak bukan begitu"
Aaron menggaruk kepalanya frustasi saat mendapat tatapan mengintimidasi sari Angel.
Banyu Geni yang melihat kejadian tersebut tertawa terbahak-bahak di alam bawah sadar Aaron.
Jujur sudah cukup lama baginya tidak melihat Aaron salah tingkah seperti itu, tapi jika di fikir kembali sifat reinkarnasinya itu sama persis dengan dirinya dulu.
"Iyah, ku fikir kita sudah terlalu lama berada disini"
"Apa maksudmu lama, bukankah kita baru 2 hari berada di kediaman Tuan Muda Raden"
"Tetap saja"
Setelah berunding selama beberapa saat akhirnya mereka sepakat untuk meninggalkan kediaman Tuan Muda Raden.
***
"Kenapa mendadak seperti ini, maksudku tidak bisakah kalian tinggal lebih lama" kata Tuan Besar Arjuno saat Aaron dan yang lainnya berpamitan.
"Kami harus segera melanjutkan perjalanan" kata Sekar Wangi pelan.
"Tapi sebelum itu, bisakah saya berbicara berdua dengan Tuan Besar Arjuno" pinta Aaron.
Beberapa saat yang lalu Banyu Geni meminta untuk Aaron mengambil kembali Pedang Penguasa Jiwa dari tangan Tuan Besar Arjuno, karena efek samping dari pedang tersebut amatlah berbahaya.
__ADS_1
Mendengar permintaan kecil Aaron, Tuan Besar Arjuno menganggukan kepalanya pelan.
Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju taman belakang kediaman Tuan Muda Raden.
"Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin saudara Aaron katakan"
"Hm, ini mengenai Pedang Penguasa Jiwa" kata Aaron yang seketika membuat langkah kaki pria sepuh itu terhenti.
"Pedang Penguasa Jiwa" katanya pelan.
"Tak perlu terkejut, sejak awal aku memang sudah mengetahuinya"
Aaron tersenyum tipis saat melihat raut wajah keterkejutan Tuan Besar Arjuno.
"Tuan Besar Arjuno pasti sudah mengetahui efek samping dari pemakaian Pedang Penguasa Jiwa bukan"
Dari yang Banyu Geni lihat hampir sebagian jiwa Tuan Besar Arjuno sudah di hisap oleh Pedang Penguasa Jiwa, hal itu bisa di simpulkan jika pria sepuh tersebut sudah terlalu sering menggunakan Pedang Penguasa Jiwa.
"Bisakah Tuan Besar Arjuno mempercayaiku" kata Aaron lagi sambil menyodorkan tangannya.
Jelas pria sepuh itu mengetahui apa maksud dari perkataan yang di lontarkan oleh pemuda tampan bermata indah tersebut.
"Tapi, hanya dengan pedang ini yang bisa melindungi Keluarga Bangsawan Arjuno dari 4 keluarga bangsawan lainnya..."
"Terlebih lagi situasi Kerajaan saat ini sedang tidak seimbang, jika saya menyerahkan pedang ini sudah di pastikan Keluarga Bangsawan Arjuno akan tergeser dari 5 Bangsawan Terkuat"
Sejujurnya Tuan Besar Arjuno juga ingin terlepas dari jeratan Pedang Penguasa Jiwa, karena setiap kali ia memakainya, jiwanya sedikit demi sedikit akan terhisap.
Tapi ia tidak mempunyai pilihan lain, karena bagaimanapun hanya Pedang Penguasa Jiwa yang mampu membuatnya memiliki kekuatan setara dengan Pendekar Langit.
Tanpa Pedang Penguasa Jiwa dirinya hanyalah seorang Pendekan Bumi.
Aaron yang mengerti akan hal itu kemudian mengayunkan tangannya, dan seketika sebuah pedang berada di tangannya.
"Ambilah, ini adalah Pedang Pembelah Langit, kualitasnya tidak kalah dengan Pedeng Penguasa Jiwa" kata Aaron.
Tuan Besar Arjuno kemudian mengambil pedang tersebut, ia memperhatikan setiap detailnya, memang kualitasnya sangat bagus walaupun tidak sebagus Pedang Penguasa Jiwa.
Setelah selesai memeriksanya Tuan Besar Arjuno memberikan Pedang Penguasa Jiwa ke Aaron.
Melihat hal tersebut Aaron tersenyum tipis, "Terimakasih karena sudah mempercayaiku" ucapnya.
Aaron kemudian memberikan sebuah botol kecil yang berisi pil berwarna putih keemasan.
__ADS_1
"Ini namanya pil kehidupan, dengan pil ini Tuan Besar Arjuno bisa hidup lebih lama, walaupun sebagian jiwa Tuan Besar Arjuno sudah di hisap oleh Pedang Penguasa Jiwa"
Jika ingin mengetahui update novel LPP kalian bisa masuk ke GC autor🆙️