
Setelah terpental jauh akibat terkena serangan dari Delima, nyatanya Black Princess dan Crow Jiro masih bisa bertahan hidup, walaupun keduanya mengalami luka yang cukup serius, bahkan beberapa tulang mereka juga ikut patah.
"Jurus yang gadis itu tunjukan terlihat tidak asing!"
Black Princess terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu, Crow Jiro yang tidak ingin mengganggunya lebih memilih untuk memulihkan diri, selang beberapa saat kemudian akhirnya Black Princess mengingat kejadian yang sudah lama terjadi, tepatnya di sebuah dimensi bernama dimensi siluman.
Dimana saat itu ia sedang di tugaskan untuk memburu beberapa siluman raja yang memiliki kekuatan setara dengan puncak pendekar langit, dengan di bantu beberapa pendekar tingkat tinggi, Black Princess berhasil menangkap 3 ekor siluman raja, namun saat dirinya ingin membawa siluman-siluman raja itu, tiba-tiba seorang gadis cantik bergaun biru datang menghadang perjalanan mereka.
Dan untuk pertama kalinya Black Princess serta rekan-rekannya di buat kerepotan hanya karena gadis yang terlihat berusia kurang dari 20 tahun. Mengingat hal itu sekujur tubuh Black Princess tiba-tiba bergetar hebat.
"Senior ada apa?"
"Tidak hanya saja...." Black Princess menghentikan perkataannya sebelum kemudian ia menghela nafas panjang sambil memejamkan kedua matanya, "Semoga dimasa depan kita tidak lagi berurusan dengan gadis itu lagi..."
Crow Jiro terdiam, ia mengetahui betul jika seniornya sampai berkata seperti itu, itu tandanya gadis yang baru saja membuat keduanya babak belur bukanlah orang sembarangan.
Sedangkan Aaron,Delima dan Sekar Wangi sedang mencari informasi tentang keberadaan anggota Sekte Angsa Emas yang masih tersisa, dari beberapa penduduk yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian, mereka sempat melihat para tetua dan ratusan murid meninggalkan tempat tersebut tidak lama setelah penyerangan berakhir.
"Kemana kita harus mencari" keluh Sekar Wangi, nyatanya sampai hari menjelang malampun mereka sama sekali tidak menemukan tanda atau petunjuk kemana perginya anggota Sekte Angsa Emas.
"Jika perkataan para penduduk itu benar, maka mereka pasti belum terlalu jauh"
"Begini saja, biarkan aku mencari mereka seorang diri, ku pikir dengan kemampuan yang kumiliki tidak akan terlalu sulit untuk men-"
Belum sempat Delima menyelesaikan perkataanya sebuah fenomena alam tiba-tiba terjadi, bulan yang semula bersinar terang kini menunjukan tanda-tanda aneh, dimulai dari sang rembulan yang berubah warna menjadi merah darah kemudian berubah kembali berwarna biru langit.
Dan seketika sebuah hujan salju turun dari langit dengan derasnya, Delima yang mengetahui fenomena itu langsung membuat perisai pelindung untuk ketiganya.
Aaron dan Sekar Wangi sampai membuka mulutnya saat melihat fenomena aneh tersebut.
"Bukankah musim salju masih beberapa tahun lagi" tanya Sekar Wangi.
__ADS_1
"Fenomena ini bukan salju yang biasa kita lihat...ini...ini pertanda jika seseorang yang memiliki tubuh suci sedang dalam keadaan hidup dan mati" jelas Delima.
Fenomena Bulan Suci adalah fenemena yang menandakan jika seseorang yang memiliki tubuh suci akan mendapatkan kekuatan yang sangat dasyat, ataupun sebaliknya, jika seseorang yang memiliki tubuh suci tidak kuat menghadapi cobaan yang di berikan maka ia akan kelihangan nyawanya.
Aaron yang mendengar penjelasan dari Delima langsung mengingat perkataan yang di ucapkan oleh gadis Half-Elf saat pertama kali dirinya mendatangi Benua Sundaland.
"Starla...." gumamnya pelan.
Delima dan Sekar Wangi yang menyadari perubahan raut wajah Aaron saling berpandangan, "Ada apa Aaron?" Tanya Sekar Wangi penasaran.
"Delima, apa kau bisa mencari keberadaan mereka...aku takut jika fenomena ini di akibatkan oleh salah satu sahabatku"
"APA" teriak kedua gadis itu secara bersamaan.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi" maki Delima kesal karena Aaron baru memberitahukan hal sepenting ini kepadanya.
"Maafkan aku..aku...aku lupa"
Kemudian Delima mulai melakukan mantra tangan, yang seketika sebuah cahaya berwarna putih muncul di tangannya, setelah itu cahaya putih tersebut ia arahkan tepat diatas sang bulan purnama.
"Disana, gadis pemilik tubuh suci itu tepat berada di balik bukit itu" tunjuk Delima.
Tanpa berpikir dua kali, Delima membawa Aaron dan Sekar Wangi melesat dengan kecepatan penuh, menerobos hujan salju yang semakin lama menutupi dedaunan kering.
Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di tempat yang di tuju, sesampainya disana mereka langsung di kejutkan dengan pemandangan yang sangat mengerikan. Terlihat puluhan orang sudah membeku menjadi es, bahkan ada beberapa yang tubuhnya meledak akibat dari pembulu darah yang pecah.
"Aaron...apa yang kau lakukan disana cepat kemari" teriak sebuah seuara yang berasal dari mulut goa yang tak jauh dari mereka.
Dengan cepat ketiganya melesat kearah seseorang yang berteriak itu, yang tidak lain adalah Angel.
Aaron dan Angel yang sudah lama tidak bertemu segera berpelukan, "Aku merindukanmu..." ucap Angel.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja" tanya Aaron.
Tanpa keduanya sadari dua pasang mata sedang menatap tajam kearah mereka, Aaron yang merasakan hal itu langsung melepaskan pelukan tersebut.
"Delima...apa...apa ini benar-benar kau?" Kata Angel saat melihat seorang gadis cantik dengan gaun biru muda sedang menatap tajam kearahnya.
"Eh?? Apa kau mengenalku"
"Apa kau sudah melupakanku, ini aku sahabatmu, Ariani..kau ingat"
"APA? Ariani...tidak mungkin..bukankah kau...tidak...tidak...aku tidak mempercayaimu"
"Eee Delima, apa yang dia katakan benar adanya, dia adalah reinkarnasi dari Ariani" jelas Aaron yang membuat mulut Delima terbuka lebar.
Secara perlahan Delima melangkah kearah Ariani, kemudian ia meraba wajah Angel dengan mata yang mulai berbinar. "Apa ini benar-benar kau Ariani" kata Delima masih tidak percaya.
Di balik persaingan antara Delima,Ariani,Sekar Arum, Frea dan Hera, mereka semua sudah menganggap satu sama lain sebagai saudara, bahkan saat salah satu dari mereka terluka parah akibat pertarungan makan yang lainnya akan berdiri di hadapannya untuk menjadi tameng.
"Aku merindukanmu..."
Delima dan Angel kemudian saling berpelukan, sedangkan Sekar Wangi yang melihat itu hanya tersenyum tipis, 'Aku benar-benar iri' katanya dalam hati.
Setelah selesai berpelukan dan melepas rindu, akhirnya Angel membawa ketiganya masuk kedalam goa. Suasana di dalam terlihat sangat tegang akibat dari fenomena aneh yang hampir menewaskan mereka semua.
"Angel, apa yang sebenarnya terjadi" tanya Aaron penasaran.
"Starla..hiks...Starla menghilang...saat ini Aldy dan Eluna sedang mencari keberadaannya, namun sampai saat ini keduanya tak kunjung kembali"
Angel menjelaskan jika semua ini terjadi saat bulan purnama bersinar terang, entah kenapa sinar bulan tersebut tiba-tiba masuk kedalam tubuh Starla yang saat itu sedang tidur terlelap. Dan detik berikutnya tubuh Starla bergetar hebat sebelum kemudian dari dalam tubuhnya mengeluarkan cahaya biru terang yang langsung mengarah kebulan hingga membuat bulan tersebut berubah warna.
Jelas hal tersebut membuat mereka terkejut bukan main, namun selang beberapa saat kemudian tubuh Starla mengeluarkan hawa yang sangat dingin, hingga membuat semua yang berada di sekitarnya seketika membeku.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, tiba-tiba butiran salju mulai turun dari langin dengan derasnya. Mereka yang panik melihat semua itu segera berhamburan pergi meninggalkan tempat tersebut, tak terkecuali dirinya.
Sedangkan Aldy dan Eluna berniat mengejar Starla yang menghilang entah kemana.