
Setelah pertandingan kelompok Eluna yang menjadi pembuka acara, pertandingan terus berjalan dengan lancar, kini giliran kelompok Aldy yang berkesempatan maju untuk menunjukan kebolehannya.
Aldy beserta keempat gadis yang menjadi satu kelompoknya memasuki arena pertempuran, dan di sebrangnya sudah berdiri satu kelompok yang akan menjadi lawannya.
" Sungguh kehormatan bagi saya bisa berhadapan langsung dengan pewaris dari salah satu Restoran terbaik di Benua Element " ucap seorang pemuda yang menjadi ketua kelompok lawannya.
" Oh! Apa kau Rey? murid Academy Semesta sekaligus pewaris dari Restoran Lagit Biru, ku pikir aku tidak akan pernah melihatmu di turnamen ini karena sudah kalah saat babak pertama " kata Aldy dengan nada yang mengejek.
Mendengar perkataan dari kedua mulut pemuda tampan itu mereka sedikit terkejut dengan latar belakang yang keduanya miliki.
Sudah menjadi rahasia umum jika kedua Restoran tersebut menjadi musuh bebuyutan dari generasi ke generasi.
Bahkan dikabarkan konflik tersebut kian memanas saat Restoran Seribu Satu Rasa di nobatkan sebagai Restoran terbaik di seluruh Benua Element.
Tentu hal itu membuat pihak Restoran Langit Biru menjadi panas dan semakin berambisi untuk menggulingkan Restoran Seribu Satu Rasa.
" Bukankah seharusnya aku yang berkata seperti itu " kata Rey sambil mengepalkan kedua tangannya yang kini di selimuti oleh api berwarna biru.
Melihat hal itu Aldy pun mulai bersiap, dan segera membuat senjata dari element es miliknya.
Saat wasit sudah memberikan aba-aba mereka melesat secara bersamaan.
Rey dengan cepat mengayunkan pedang miliknya kearah Aldy secara berutal, namun dengan refleks yang bagus Aldy dapat dengan mudah menangkis dan menghindarinya.
Aldy sedikit terkejut saat menyadari jika permainan pedang Rey meningkat dengan tajam, karena sebelumnya Aldy sangat mengetahui sampai dimana kemampuan Rey saat terakhir mereka bertemu.
" Apa kau terkejut dengan perubahan yang terjadi denganku " tanya Rey sambil tersenyum tipis.
" Ya...aku sangat terkejut...namun hal itu masih belum cukup untuk mengalahkanku "
Setelah mengatakan hal itu ayunan pedang milik Aldy meningkat dengan sangat tajam hingga membuat Rey sedikit kewalahan. Aldy terus mengayunkan pedang miliknya hingga membuat Rey semakin terpojok.
Dengan sekali hentakan, pedang milik Aldy berhasil mengenai Rey hingga membuatnya mundur beberapa langkah.
" Kau...." Rey menatap tak percaya kearah Aldy karena berhasil memukul mundur dirinya dalam beberapa menit saja.
" Apa kau pikir hanya dirimu yang mengalami peningkatan kekuatan? " ucapnya dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
Selama beberapa hari terakhir, Aldy meminta Aaron untuk membimbingnya dalam ilmu pedang, tentu hal itu dilakukan Aaron dengan senang hati.
Dengan sabar Aaron mengajarkan dan memberitahukan kelemahan-kelemahan yang berada dalam permainan pedang Aldy.
Secara mengejutkan permainan pedang milik Aldy mengalami perubahan, bahkan Starla dan Eluna pun sangat terkejut akan hal itu.
Karena memang sulit menemukan seseorang yang mampu memahami ilmu pedang dengan sangat detail.
Mendengar hal itu Rey menggenggam pedang miliknya semakin kuat, dengan nafas yang memburu, serta sorot mata yang tajam, Rey kembali melesat kearah Aldy dan menyerangnya secara membabi buta.
Setiap seranganya tak memiliki pola yang membuat Aldy dengan mundah menghindarinya.
" Satu hal yang tidak pernah berubah dari dirimu..."
" Kau selalu menggunakan amarahmu untuk bisa mengalahkan lawan-lawanmu..."
" Tanpa kau sadari, dibalik amarah serta emosimu terdapat banyak celah yang bisa membuatmu dengan mudah dikalahkan "
Setelah mengatakan hal itu Aldy dengan cepat memutar arah permainan pedang miliknya.
TRANG!
Dengan cepat Aldy mengunuskan pedang miliknya kearah leher Rey.
" Jika kau terus menggunakan amarah serta ambismu dalam sebuah pertarungan, kau akan selalu kalah dari lawan - lawanmu "
Selama beberapa saat Aldy dan Rey bertatapan dalam diam, bahkan para penonton yang melihat kejadian itupun menahan nafas sejenak.
" Jangan bercanda, apa kau pikir aku akan mengalah semudah itu " kata Rey sambil memegang ujung pedang milik Aldy dan seketika dari tubuhnya mengeluarkan hawa yang sangat panas.
Secara perlahan pedang ice milik Aldy melelah menjadi cairan-cairan bening yang terjatuh bebas kebawah tanah.
" Tentu saja tidak, aku sangat mengetahui betul seberapa besar ambisi mu untuk bisa mengalahkanku "
Seketika itu juga Aldy mengeluarkan hawa yang sangat dingin dari tubuhnya, hingga membuat udara yang berada di sekitarnya menjadi membeku.
Tanah yang ia pijak dengan cepat membuka dan menciptakan lapisan-lapisan es.
__ADS_1
Kedua element yang bertolak belakang itu seketika saling bertemu, menimbulkan uap-uap udara yang sangat banyak.
Aldy mulai menutup kedua matanya, dalam sekejap tercipta puluhan pedang es yang mengelilinginya, dia juga mengalirkan energi miliknya dalam jumlah besar.
Rey yang melihat hal itu mulai meningkatkan kewaspadaannya, ia mundur beberapa meter karena menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
" Pedang Ice Penghancur Langit " teriak Aldy.
Seketika puluhan pedang es tersebut meluncur dengan kecepatan tinggi kearah Rey.
" Badai Api Pelindung "
Dengan refleks yang cepat, Rey membuat sebuah pelindung dari element apinya yang seketika langsung menutupi seluruh tubuhnya.
Saat pedang - pedang milik Aldy dan pelindung milik Rey bertemu, sebuah ledakan besarpun terjadi.
DUAR!
Seluruh arena pertarungan langsung diselimuti oleh debu yang berhamburan akibat dari bentrokan kedua jurus tersebut.
Perlahan tapi pasti debu-debu itu mulai menghilang, yang membuat pandangan kembali menjadi seperti semula.
Di tengah Arena pertarungan, seorang pemuda yang masih di selimuti oleh kobaran api berdiri dengan matanya yang membuat sempurna, pandangannya kini tertuju kebawah perutnya.
Sebuah pedang ice menembus bagian perutnya hingga membuat darah segar keluar dari mulutnya.
" Ice Abadi..huk huk..."
Pandanganya mulai buram, sebelum kemudian ia terjatuh dan tak sadarkan diri.
#**Note
Sebelumnya Saya Mengucapkan...
Minal aidin walfaidzin..
Mohon maaf lahir batin ya..
__ADS_1
Akan ada THR buat kalian tapi mungkin telat 🤣🤣**