Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Pelatihan 2


__ADS_3

Dalam waktu singkat Aaron dan kelompoknya sudah menghabisi sebagian dari monster tersebut.


" Senior Julio, di belakangmu " teriak Aaron yang seketika langsung membuat Julio membalikan badannya, dan disana dia mendapati serigala yang melayang kearahnya.


Dengan cepat ia memberikan tendangan kearah tubuh Serigala tersebut yang membuatnya terpental jauh kebelakang.


Saat mereka sudah berhasil menghabisinya, tiba-tiba datang lagi sekelompok kalajengking merah dengan jumlah 2 kali lipat dari yang sebelumnya.


" Apah? Yang benar saja "


" Argh...Aku lelah "


" Tamat sudah riwayat kita "


Rebecca,Luna dan Zean mengeluh saat melihat puluhan kalajengking merah yang berukuran sebesar harimau tersebut.


Melihat itu, Aaron melangkah maju kedepan dan membuat dua buah senjata pedang dari element apinya. Ia mulai berada di posisi kuda-kuda sebelum kemudian ia melakukan beberapa gerakan yang memiliki pola rumit.


Rebecca dan yang lainnya mengerutkan dahinya saat melihat apa yang sedang dilakukan oleh Aaron, namun sekaligus juga merasa takjub dengan permainan pedang Aaron yang begitu indah, terlihat sangat lembut namun setiap gerakan yang di peragakan oleh Aaron memiliki pola yang sulit di tebak, bahkan mereka tak menemukan celah sedikitpun dari gerakan tersebut.


" Tarian Pemecah Ombak "


Seketika dari kedua pedang milik Aaron muncul sebuah gelombang besar menuju kearah kawanan Kalajengking merah tersebut yang membuatnya terpental jauh kebelang, bahkan ada beberapa yang membentur pepohonan.


Semua membulatkan matanya saat melihat kejadian yang baru saja terjadi di hadapan mereka itu.


" Bagaimana bisa.."


" Tidak mungkin.."


" Jurus apa itu.. "


" Sungguh mengerikan "


Rebecca dan yang lainnya menatap tak percaya kearah Aaron, sedangkan Aaron pun tak jauh berbeda. Saat ia melihat puluhan Kalajengking tersebut tubuhnya seakan bergerak sendiri, dia bahkan tak mengingat pernah mendengar jurus tersebut.

__ADS_1


" Habisi yang masih hidup " teriak Aaron yang langsung membuat mereka tersadar dari lamunannya.


Beberapa saat kemudian, Aaron dan yang lainnya selesai menghabisi monster-monster tersebut.


" Sungguh melelahkan "


" Kau benar! Aku tidak menyangka jika pihak Academy akan melakukan hal sejauh ini "


Saat ini mereka sedang beristirahat karena kelelahan akibat pertarungan barusan, bahkan Zean langsung memejamkan matanya.


Hanya tersisa Aaron dan Julio yang masih terlihat biasa saja, " Jika senior Julio lelah, sebaiknya senior istirahat saja " ucap Aaron.


" Apa kau pikir aku selemah itu, jangan karena kau adalah pemimpin, kau seenaknya berbicara seperti itu kepadaku.. "


Merasa tersinggung dengan ucapan Aaron, Julio menatap datar kearah Aaron yang membuatnya menggarukan kepalanya yang tak gatal.


Melihat hal itu, Rebecca segera melerai keduanya agar tidak memperkeru suasana, " Sudahlah Julio, maksud Aaron itu baik..tidak seharusnya kau berbicara seperti itu kepadanya. "


Julio menatap datar kearah gadis cantik tersebut, sebelum kemudian ia memejamkan matanya dan menghela nafas panjang.


" Maafkan dia, tidak biasanya dia seperti itu, mungkin dia sedang ada masalah pribadi, percayalah sebenarnya dia pria yang baik " kata Rebecca sambil mengelus punggung Aaron.


" Sepertinya kau sangat mengenal betul sifat dan kebiasaan Senior Julio " tanya Aaron dengan diiringi senyum jahil.


Rebecca yang menyadari Aaron sedang menggodanya mengalihkan pandangannya, tanpa terasa wajahnya mulai memerah menahan malu.


" Rebecca adalah mantan kekasih Julio "


Luna yang mendengar pembicaraan keduanya langsung ikut menambahkan sambil tersenyum jahil.


" Tidak heran jika senior Rebecca mengetahui sifat dan kebiasaan senior Julio "


Aaron dan Luna tertawa geli saat melihat wajah Rebecca yang semakin memerah, kemudian Rebecca segera bergegas meninggalkan Aaron dan Luna yang masih menertawakannya.


" Apa kau menyukai Aaron si manusia sampah itu "

__ADS_1


Langkah kaki Rebecca seketika terhenti saat melihat Julio menghalangi jalannya.


" Bukan urusanmu "


" Jadi benar kau menyukainya "


" Tidak...aku hanya merasa kagum dengan sifatnya yang bisa bersikap dewasa "


" Heh! Anak kemarin sore itu kau bilang dewasa, lelucon macam apa yang kau katakan itu "


Merasa geram dengan omongan Julio, Rebecca berniat melayangkan sebuah pukulan kearah Julio, namun seketika pukulan itu berhenti di udara saat tiba-tiba Julio memeluk dirinya.


Tubuh Rebecca terasa kaku dan tak bisa digerakan.


" Apa kau tau jika aku cemburu saat kau lebih memilih dan membela manusia sampah itu dari pada aku... " ucap Julio yang terdengar tidak ada sedikitpun kebohongan yang terdapat dalam ucapannya.


" Aku masih menyayangimu Becca "


Dan tampa sadar Rebbeca membalas pelukan Julio. Selama beberapa saat mereka saling berpeluka sebelum kemudian Rebbeca melepas pelukannya.


" Apa yang kau pikirkan, apa kau pikir aku mempunyai perasaan khusus kepada Aaron, yang benar saja..dia siapa dan aku siapa "


" Lalu, kenapa kau menolakku saat aku mengajukan diri sebagai ketua kelompok... "


" Julio, aku lebih mengenalmu dari siapapun yang ada di Academy, aku bahkan lebih mengenalmu dari pada dirimu sendiri. Kau bisa menjadi seorang pemimpin, karena kau memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi.. "


" Tetapi itu semua tidak cukup, seorang pemimpin tidak hanya memerluka kepercayaan diri, tetapi juga kau harus mempunyai kepeecayaan terhadap rekanmu sendiri..."


" Apa kau mengetahui kenapa Mr. Erick lebih memilih Aaron dari pada dirimu " tanyanya lagi yang langsung mendapat gelengan dari Julio.


" Itu karena, Aaron lebih memilih mengorbankan dirinya sendiri ketimbang dia harus mengorbankan orang lain "


Mendengar jawaban dari Rebecca, Julio terdiam seribu bahasa, jika dia berada di posisi Aaron, mungkin saat ia melihat Aaron yang akan di serang oleh sekawanan serigala tersebut dia lebih memilih diam dan membiarkannya.


Tetapi Aaron berbeda, walaupun dia juga sedang berada di posisi kesulitan, tetapi Aaron masih mengkawatirkan kondisi rekan-rekannya.

__ADS_1


" Kau benar, semua orang bisa menjadi seorang pemimpin, tetapi seorang pemimpin sejati tidak pernah mengatakan jika dirinya yang terbaik "


__ADS_2