Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Berpisah Kembali


__ADS_3

Lima hari telah berlalu, setelah insiden dimana Aaron tak sadarkan diri, kini ia sudah mendapatkan kembali kesadaranyan.


Aaron berniat melanjutkan perjalananya menuju Sekte Empat Mata Angin, karena ingin mengantarkan Sekar Wangi pulang.


Namun kali ini Delima tidak ikut bersama keduanya, ia beralasan jika ada sesuatu yang mendesak yang mengharuskan dirinya untuk sesegera mungkin menyelesaikannya.


Aldy dan Eluna pun juga tak mengikuti Aaron, karena mereka ingin mengurus dan membangun ulang Sekte Angsa Emas. Sebagai pemimpin yang baru tentu Aldy tidak ingin meninggalkan dan menelantarkan mereka, ia merasa itu semua sudah menjadi tanggung jawabnya.


Sedangkan Starla, ia ingin mengajari para murid yang tersisa untuk menjadi kuat, karena ia tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.


Hanya Angel yang ikut bersama Aaron dan Sekar Wangi, "Apa kau yakin ingin tetap disini" tanya Angel kepada Starla.


Ini udah kesekian kalinya Angel bertanya seperti itu kepada Starla hingga membuat gadis cantik tersebut memijit kepalanya sendiri, "Aku tidak mungkin meninggalkan mereka sendirian"


"Baiklah, jika itu keputusanmu..."


Dengan berat hati Angel menerima keputusan yang diambil oleh Starla.


"Kalau begitu, kami akan melanjutkan perjalanan, jaga dirimu baik-baik" kata Aaron kepada ketiga sahabatnya.


"Kalian juga harus berhati-hati" balas Aldy sambil tersenyum tipis.


Sebenarnya Aldy merasa berat hati membiarkan Aaron berkelana seorang diri, tetapi ia tak mempunyai pilihan lain, bagaimanapun sekarang ia sudah memiliki tanggung jawabnya sendiri untuk melindungi murid-murid dan beberapa tetua yang tersisa.


Aaron,Angel dan Sekar Wangi kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.


"Padahal aku masih merindukanmu Aaron" gumam Starla sambil melambaikan tangannya.


Aldy yang masih bisa mendengar perkataan Starla dengan jelas hanya tersenyum kecut, namun ia sedikit lega karena Starla memutuskan untuk tidak mengikuti Aaron dan lebih memilih bersamanya.


***


Setelah menempuh perjalanan selama seharian penuh Aaron,Angel dan Sekar Wangi singgah di salah satu kota perbatasan antara Sunda Empire dan Semeru Empire.


"Kau bertambah kuat Aaron" puji Angel sambil tersenyum manis.


Andai Angel tidak menggunakan kecepatan penuh mungkin ia akan tertinggal jauh oleh Aaron dan Sekar Wangi.


"Tidak, hanya saja aku sedikit lebih keras berlatih selama 1 tahun belakangan ini" ucap Aaron sambil menggarukan kepalanya yang tak gatal.


Sekar Wangi yang melihat hal itu memalingkan wajahnya, "Cepatlah hari sudah gelap" katanya kemudian ia berjalan mendahului.

__ADS_1


"Ada apa dengan gadis itu" tanya Aaron.


Selama perjalanan Sekar Wangi jarang berbicara, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, namun saat Aaron menanyakan hal itu Sekar Wangi hanya menjawab baik-baik saja.


Hal itu membuat Aaron sedikit frustasi.


Sedangkan Angel hanya tersenyum kecut, jelas ia mengetahui jika Sekar Wangi menaruh rasa juga kepada Aaron.


'Sepertinya sainganku bertambah satu lagi' kata Angel dalam hati.


Kemudian ia pun berjalan mengikuti langkah kaki Sekar Wangi, "Sebenarnya kemana tujuan kita" tanya Angel berbasa basi.


"Tentu saja mencari penginapan, apa kau mau tidur di jalanan" jawab Sekar Wangi ketus.


"Apa kau sedang cemburu denganku" tanya Angel lagi yang seketika membuat langkah kaki Sekar Wangi terhenti.


"Ti...tidak, untuk apa aku cemburu"


"Jangan berbohong, apa kau tau jika bukan aku saja yang menyukai Aaron, tetapi juga Starla dan Eluna"


"Ehhh~ ummm, untuk apa kau memberi tahuku, aku tidak perduli"


"Hm, apa kau yakin, lihat wajahmu memerah..."


Sekar Wangi terdiam selama beberapa saat sebelum kemudian menganggukan kepalanya pelan.


"Apa yang kalian bicarakan? Apa kalian sedang membicarakanku" tuduh Aaron saat mendapati kedua gadis cantik tersebut saling berbisik satu sama lain.


"Tidak, siapa yang sedang membicara pria aneh sepertimu" kata Sekar Wangi ketus.


"Ini hanya masalah para gadis" sambung Angel.


Setelah cukup lama berkeliling akhirnya mereka menemukan salah satu penginapan terbaik di kota tersebut, kemudian merekapun memesan 3 kamar yang berbeda.


Setelah selesai memesan kamar ketiganya menuju kamar masing-masing.


Sekitar 30 menit kemudian barulah mereka berkumpul kembali untuk mencari makan malam.


"Ah kebetulah, di seberang penginapan ini ada restoran terbaik" kata sang resepsionis saat Aaron menanyakan letak restoran.


Ketiganya pun perjalan beriringan menuju restorang yang di maksud, namun sesampainya disana mereka segera di hentikan oleh beberapa penjaga yang berdiri di sisi kiri dan kanan pintu masuk.

__ADS_1


"Maaf saudara muda, kalian tidak bisa memasuki restoran ini, karena Tuan Muda Raden sudah menyewa semua meja untuk malam ini" kata salah satu dari mereka dengan sopan.


"Ah begitukah, baiklah" kata Aaron sambil berbalik, berniat mencari restoran yang lain, namun baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah ketiganya.


"Tunggu, apa kalian ingin makan malam disini, aku tidak keberatan untuk berbagi meja, terlebih lagi kepada dua gadis cantik" kata seorang pemuda berpakaian bangsawan sambil mengedipkan salah satu matanya.


Walaupun wajah Sekar Wangi tertutup oleh cadar, namun lekuk tubuhnya mampu membuat siapapun terpesona, belum lagi Angel yang memiliki kecantikan diatas rata-rata, jelas hal itu membuatnya menjadi pusat perhatian.


Aaron melirik sekilas kearah kedua gadis cantik itu seolah meminta izin.


"Hm, aku sudah sangat lapar" kata Sekar Wangi, kemudian ia berjalan memasuki restoran tersebut, di ikuti oleh Angel dan Aaron.


Angel terpesona dengan interior bangunan berlantai dua itu, terlihat sangat elengan dengan di hiasi beberapa guci dan lukisan.


Di tengah-tengahnya terdapat sebuah meja bundar besar dengan 6 kursi yang mengelilinginya, sepertinya memang tempat tersebut sedang di sewakan.


"Apa kau ada acara keluaraga atau semacamnya" tanya Sekar Wangi.


"Tidak, hanya saja aku sedang ingin memesan semua meja di restoran ini"


Sekar Wangi mengangguk pelan, sekitar 15 menit kemudian barulah beberapa pelayan berdatangan dengan membawa berbagai jenis hidangan.


Merekapun menyantap hidangan tersebut dengan lapah yang sesekali di selangi obrolan kecil.


Pemuda bangsawan itu sedikit menceritakan tentang dirinya yang di asingkan oleh keluarganya sendiri, hal itu di sebabkan karena dirinya tak berbakat dalam praktik hingga membuatnya menjadi bahan omongan banyak orang.


Mendengar hal itu Aaron jadi teringat akan masa lalunya yang kelam, dimana ia di tindas dan di buli.


"Jika kau berkenan aku akan membantumu, apa kau juga menggunakan pedang sebagai senjata" tanya Aaron.


"Hm, yah walaupun permainan pedangku masih jauh di bawah standar"


"Mungkin aku tidak bisa membantumu dalam menaikan tingkat praktik, tetapi aku bisa mengajarimu beberapa teknik pedang yang ku punya"


"Apa kau serius, maksudku, apa kau tidak keberatan" tanyanya sambil menatap tak percaya.


Bagaimana bisa seseorang yang baru di kenal mau mengajarkan dan memberikan teknik pedang, mungkin jika itu benar orang itu sudah benar-benar gila, karena bagaimanapun sebuah teknik pedang dalam dunia pendekar adalah sebagian nyawa dari si pendekar itu sendiri.


"Iyah, tapi jangan terlalu berharap lebih"


#**Note

__ADS_1


Autor boleh minta bantuannya untuk memberikan ret bintang 5 ke novel "Istri Kecil CEO Tampan" sama Like di setiap chepnya?? sebagai gantinya hari ini autor akan up 3 Chep...🙏🙏🙏**


__ADS_2