Reinkarnasi Pendekar Phoenix

Reinkarnasi Pendekar Phoenix
Kelas King & Queen 3


__ADS_3

Starla memasuki arena pertarungan dengan wajah yang mengerikah, ia bahkan terlihat seperti dewi kematian yang siap mengambil nyawa siapapun.


Di sebrangnya seorang pria tampan yang bernama Bram menatap Starla dengan sedikit ketakutan, ia menelan ludahnya dengan kasar.


Saat wasit sudah memberikan aba-aba, Starla dengan cepat melesat kearahnya dan memberikan seranga yang mendadak.


Bahkan saking cepatnya Bram tak dapat menghindarinya, tubuhnya terpental jauh kebelang.


" Cheh...lemah, apa cuma ini kemampuanmu " teriak Starla yang membuat tubuh Bram bergetar hebat.


" Lawan aku atau ku bunuh kau " ancamnya.


Mendengar hal itu Bram langsung membuat senjata miliknya berupa cambuk halilintar. Ia memutar-mutarkan cambuk tersebut sebelum mengarahkannya kearah Starla dengan brutal.


Namun dengan mudah Starla dapat menghindarinya.


Saat cambuk tersebut hampir mengenainya, dengan cepat Starla memegangnya dan menarik cambuk tersebut sampai Bram juga ikut tertarik.


Starla memberikan beberapa pukulan sebelum kemudian ia memutar tubuhnya dan memberikan tendangan kearahnya sampai membuat Bram terpental jauh kebelakang.


" Cukup...."


Teriak pria sepuh berbadan gempal tersebut, " Starla ada apa denganmu? Tidak biasanya kau seperti ini " tanyanya heran.


" Aku hanya tidak ingin milikku di sentur orang lain " ucapnya dingin sambil berlalu meninggalkan arena pertarungan.


Starla berjalan menelusuri setiap lorong Academy untuk mencari keberadaan Aaron, namun ia tak juga menemukannya.


Lorong-lorong yang biasanya ramai oleh para murid kini terlihat sangat sepi karena jam masih menunjukan waktunya pelajaran berlangsung.


" UKS...." katanya pelan.


Ia mempercepat langkah kakinya, sesampainya disana Starla melihat Aaron yang sedang tertidur disamping seorang gadis yang sebelumnya menjadi lawannya.


Starla mulai memperlambat langkah kakinya, " Sifatmu yang seperti ini yang mampu membuat bongkahan es di hatiku mencair " ucapnya sambil tersenyum tipis.


Menurutnya Aaron adalah anak yang suka bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, bahkan jika itu hal sekecil apapun.


Perhatian-perhatian kecil yang ia berikan kepada teman-teman gadisnya membuat para gadis akan salah paham dengan perhatiannya.


Starla membelai lembut kepala Aaron, dan di tatapnya wajah tampannya itu, dengan alis tebal, hidung yang mancung serta rahang yang kokoh membuat gadis manapun akan jatuh hati kepadanya.

__ADS_1


Sedangkan gadis yang tertidur di sampingnya perlahan mulai membuka matanya.


" Starla.." ucapnya pelan, ia sedikit terkejut saat melihat gadis tercantik di Academynya berada di ruang uks, terlebih lagi ia sedang membelai lembut kepala seorang pria yang sedang tertidur.


" Suttttttt " Starla mengisyaratkan agar tidak banyak berbicara.


" Aku ingin berbicara denganmu " lanjutnya lagi sambil berjalan keluar ruangan, dan tak lama kemudian di ikuti oleh gadis tersebut.


" Ada apa? " tanyanya pelan.


" Beberapa hari ini kau terlihat sering memperhatikan Aaron, bahkan diam-diam mengambil fotonya, apa kau menyukainya " kata Starla to the point.


" Jangan bercanda mana mungkin ak...."


Perkataannya terhenti saat menyadari jika terjadi sesuatu di dalam hatinya yang menolak jika ia tidak menyukai Aaron.


" Sulit mengakui ini, tapi apa yang kau katakan memang benar adanya, aku menyukainya sejak pertama kali aku bertemu dengannya " ucapnya sambil menundukan kepalanya.


Starla hanya menghela nafas panjang, ia sudah menduganya sejak awal, " Eluna..aku tak masalah jika kau menyukai Aaron, tapi...seharusnya kau mengerti dimana posisimu " kata Starla dengan dingin.


Gadis bernama Eluna tersebut terdiam sesaat, ia mengetahui jika dirinya dengan Aaron bagaikan langit dan bumi.


Jika bukan karena beasiswa yang ia terima, mungkin dirinya tidak akan pernah berada di Academy Perisai.


Starla merasa bersalah saat menyadari raut wajah Eluna yang murung saat tanpa sadar ia mengatakan jika Eluna tidak sebanding dengan dirinya atau Aaron.


Dengan bakat yang luar biasa, siapa yang tahu kedepannya jika suatu saat nanti gadis cantik itu akan sukses dan bisa bersejajar dengan dirinya.


Mendengar hal itu Eluna tersenyum tipis, ia tidak menyangka jika Starla adalah gadis yang baik, walaupun dia terlihat dingin namun sejujurnya Eluna mengagumi kecantikan dan bakat yang dimiliki Starla.


" Terimakasih..."


Keduanya kemudian kembali keruang kesehatan, dan disana Aaron sudah terbangun dari tidurnya. Ia sedikit terkejut saat mengetahui Starla sedang bersama dengan gadis yang menjadi lawannya itu.


" Apa kalian saling mengenal " tanya Aaron.


" Tentu, kami dari kelas yang sama, sudah sewajarnya kami saling mengenal " kata Starla yang langsung dianggukan oleh Eluna.


Kring..Kring...


Bel istirahat berbunyi, ketiganya kemudian berjalan beriringan kearah kantin Academy, sasampainya disana terlihat Aldy sudah menunggu kedatangan Aaron dan Starla.

__ADS_1


Ia mengerutkan dahinya saat Aaron dan Starla bersama dengan seorang gadis cantik yang ia ketahui bernama Eluna, salah satu siswi yang masuk dalam jajaran 10 rank murid terbaik.


" Maaf menunggu lama.." kata Aaron


" It's oke "


" Seperti biasa kan " ucap Stara yang langsung dianggukan oleh Aaron dan Aldy.


" Eluna, apa kau ingin memesan sesuatu " tanya Starla.


" Aku akan ikut saja denganmu "


Kemudian kedua gadis cantik itu pun berjalan pergi meninggalkan Aaron dan Aldy.


" Bagaimana kau bisa bersama Eluna " tanya Aldy


" Hmm ceritanya cukup panjang "


Kemudian Aaron menceritan semua yang terjadi yang membuat Aldy terus berdecak kagum.


" Eh! Eluna mengatakan hal itu " Aldy seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Karena rumor mengatakan jika Eluna adalah gadis yang pendiam dan tak banyak bertingkah.


" Iyah..."


Tak lama kemudian, Starla dan Eluna sudah kembali, dan merekapun menyantap hidangan masing-masing yang sesekali diiringi penuh canda tawa.


****


Sedangkan jauh dari Benua Element, berdiri salah satu kerjaan terbesar yang dimiliki oleh bangsa peri.


" Ratu, hamba sudah menemukan keberadaan seseorang yang diyakini memiliki takdir dan kekuatan Tuan Banyu Geni " ucap pemuda yang berusia sekitar 20 tahun tersebut.


" Bagus..awasi dia, jangan sampai terjadi sesuatu kepadanya " kata sang Ratu.


Pemua tersebut hanya menganggukan kepalanya pelan sebelum kemudian ia menghilang dari pandangan sang ratu.


" 100.000 tahun akhirnya aku menemukanmu " ucapnya sambil tersenyum tipis.


#**Note

__ADS_1


Kuy di Vote...


20 Besar 10 Chep..😅**


__ADS_2