
Ms. Monica menambah kecepatan serangannya yang membuat Aaron sedikit kewalahan, saat senjata milik Ms. Monica hampir mengenainya, Aaron dengan cepat memutar tubuhnya untuk menghindarinya.
Dimata Aaron, gerakan Ms. Monica terlihat lambat, namun setiap serangannya mampu membuat dirinya kewalahan saat menangkisnya.
Merasa geram karena tidak ada satupun serangannya yang mengenai Aaron, Ms. Monica membuat senjata satu lagi, kini di tanganya terdapat 2 senjata dengan jenis yang berbeda.
Kembali keduanya bertukar serangan selama beberapa saat. Setiap senjata milik Aaron dan Ms. Monica beradu akan selalu menimbulkan suara yang cukup keras.
Tanpa keduanya sadari, sebagian murid yang sebelumnya berada di ruangan lain, kini sudah berkumpul di ruangan yang terdapat Aaron dan Ms. Monica sedang bertanding.
Karena mereka mendengar pertempuran yang sangat dasyat.
" Mustahil bagaimana bisa pemuda itu mengimbangi Ms. Monica "
" Tidak biasanya Ms. Monica tak berdaya saat menghadapi seseorang "
Para guru pembimbing saling berbisik satu sama lain saat mendapati ada seorang siswa yang mampu menandingi Ms. Monica yang di juluki sebagai Dewi Perang.
Terlebih lagi, Ms. Monica terlihat kewalahan saat menghadapi pemuda tersebut.
Sedangkan di arena pertarungan, Aaron dan Ms. Monica terus saling menyerang satu sama lain tanpa memperdulikan sekitar mereka yang semakin lama semakin banyak yang menonton.
" Tarian Seribu Rembulan "
Pedang milik Aaron bergerak semakin tajam yang membuat Ms. Monica sedikit demi sedikit mudur kebelakang karena tidak kuat menahan tebasan demi tebasan yang di lakukan oleh Aaron.
Saat Ms. Monica sudah terpojok, Aaron langsung memberikan serangan terakhir kepadanya dengan memutar tubuhnya sebelum kemudian kembali mengayunkan pedang miliknya kearah Ms. Monica dan yang berikutnya terjadi adalah tubuh Ms. Monica terpental jauh kebelakang dan menabrak dinding beton.
Darah segar langsung mengalir di sudut bibirnya.
Semua yang melihat kejadian tersebut membulatkan matanya dengan sempurna.
" Ms. Monica kalah...."
" Ini..ini...Sulit di percaya "
__ADS_1
" Sungguh mengerikan "
Andai mereka tidak melihatnya secara langsung, mungkin mereka berfikir itu semua hanya omong kosong.
" Hebat...sangat sebat, aku tidak pernah merasakan sensasi ini selama beberapa tahun terakhir " ucapnya memuji Aaron.
" Aku anggap itu sebagai pujian "
" Jangan senang dulu anak muda..aku masih belum kalah "
Setelah mengatakan hal itu, Ms. Monica menghilang dari pandangan semua orang dan tiba-tiba muncul di samping Aaron untuk memberikan serangan mendadak.
Namun secara ajaib serangan tersebut dapat dengan mudah di tahan oleh Aaron yang membuat mata Ms. Monica membulat dengan sempurna.
" Kau....Ba..bagaimana bisa " ucapnya dengan terbatah-batah.
Aaron tersenyum tipis sebelum kemudian memberikan beberapa pukulan kearah Ms. Monica yang membuatnya mundur kebelakang beberapa langkah.
Merasa geram, Ms. Monica kembali melesat kearah Aaron, kini kecepatan pergerakannya jauh lebih cepat dari sebelumnya. terlihat Aaron sedikit kewalahan saat menerima serangan bertubi-tubi dari Ms. Monica.
Aaron menangkap pergelangan kaki Ms. Monica, kemudian memutarnya dan memberikan beberapa pukulah sehingga terdengar suara tulang patah.
Ms. Monica menjerik kesakita, " Argghhhhhhh "
" Cukup.....aku menyerah " katanya dengan cepat.
Seketika Aaron berhenti dan langsung meminta maaf kepada Ms. Monica karena sudah bertindak diluar batas.
Ms. Monica hanya tersenyum, " Kau sangat hebat Aaron..." ucapnya sambil tersenyum tipis, ia tidak menyangka jika dirinya bisa di kalahkan dengan mudah oleh seorang pemuda yang bahkan usianya belum mencapai 20 tahun.
" Terimakasih Miss "
Saat keduanya mengalihkan pandangan, seketika mereka terdiam karena melihat banyaknya murid dan guru pembimbing di sekitar ruangan mereka bertarung.
Tatapan semua orang kini tertuju kepada Aaron, dalam benak mereka muncul pertanyaan yang sama yaitu, ' Bagaimana bisa Aaron memiliki kekuatan yang mampu mengalahkan guru pembimbingnya, bahkan dia terlihat tidak terluka sama sekali '
__ADS_1
Starla dan Eluna langsung mendekat kearah Ms. Monica untuk membantunya berjalan menuju ruang kesehatan.
Sedangkan yang lainnyaa mulai membubarkan diri karena jam sudah menunjukan pukul 12 siang.
Aaron berjalan kearah kamarnya, dia berniat istirahat, karena tubuhnya terasa lelah akibar pertarungannya dengan Ms. Monica.
" Jika Ms. Monica tidak menyerah, mungkin aku yang akan kalah " ucapnya, dirinya terlalu banyak menggunakan energi saat menghadapinya.
Saat matanya akan terpejam, sebuah ketukan pintu memaksa Aaron untuk kembali membuka matanya, dengan malas ia membuka pintu kamarnya, dan disana Aaron melihat dua gadis cantik sedang berdiri di depan kamarnya.
" Apa kami mengganggumu? " tanya mereka secara bersamaan.
" Tidak "
Keduanya pun memasuki kamar Aaron, dan tak lama kemudian Aldy pun datang dengan beberapa pelayan yang membawa berbagai hidangan mewah.
" Aku meminta mereka menyiapkan makanan disini, aku tau kau sangat lelah setelah bertarung dengan Ms. Monica " kata Starla sambil tersenyum lembut.
Aaron hanya menganggukan kepalanya, sebelum kemudian Starla dan Eluna berjalan kearah tempat tidurnya dan duduk di sampingnya.
" Biar aku yang menyuapimu " ucap Eluna lembut.
" Eluna, kau tidak perlu repot-ropot, biarkan aku saja yang menyuapi Aaron, kau makan saja dengan Aldy " kata Starla tak mau kalah.
" Siapa yang cepat dia yang dapat "
Eluna segera bergegas mengambil makanan yang sudah tertata rapih di meja bundar di samping jendela besar itu, dan di ikuti dengan Starla.
Setelah selesai mengambil makanan, keduanya kembali duduk di samping Aaron yang masih bersandar di tempat tidurnya. Ia terlihat pasrah saat menerima semua perlakuan itu.
" Kau harus makan yang banyak Aaron " kata Eluna sambil menyuapkan makanan kemulut Aaron, dan Aaron pun hanya mengangguk.
Kedua gadis cantik tersebut saling bergantian untuk menyuapi Aaron, tanpa ketiganya sadari Aldy yang melihat hal itu hanya bisa mengelus dadanya.
' Aku juga harus makan yang banyak, agar aku kuat melihat kenyataan pahit ini ' ucapnya dalam hati.
__ADS_1